KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR I
KETERAMPILAN MEMBUKA PEMBELAJARAN
A. Latar Belakang
Pembelajaran adalah suatu proses yang dilakukan secara teratur, logis dan sistematis dari mulai kegiatan membuka, inti, dan kegiatan menutup pembelajaran. Penerapan setiap langkah pembelajaran tersebut semuanya diarahkan pada upaya membelajarkan siswa, yaitu bagaimana agar dengan kegiatan membuka, kegiatan inti dan kegiatan menutup pembelajaran yang dilakukan oleh guru, berfungsi sebagai instrumen pembelajaran yang dapat memfasilitasi kemudahan belajar bagi siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.
Keterampilan dasar mengajar (teaching skills) pada dasarnya adalah bentuk-bentuk perilaku (kemampuan) yang bersifat khusus dan mendasar (most spesific instructional behaviours) yang harus dimiliki guru sebagai modal dasar untuk melaksanakan tugas-tugas pembelajaran secara profesional.
B. Hakikat Membuka Pembelajaran (set induction)
Membuka pembelajaran (set induction) adalah kegiatan yang dilakukan untuk memulai pembelajaran. Seperti lazimnya dalam setiap kegiatan, kita sering mendengar ada acara pembukaan, yaitu kegiatan mengawali sebelum memasuki kegiatan pokok. Demikian halnya dalam pembelajaran, kegiatan pembukaan adalah kegiatan mengawali sebelum memasuki kegiatan inti pembelajaran.
Pembukaan yang baik akan mengantarkan atau mengkondisikan kegiatan tahap berikutnya dengan lebih lancar dan berkualitas. Sebaliknya bila pada pembukaan tidak mampu memberikan gambaran yang utuh dan mengkondisikan suasana, maka akan mengalami kesulitan untuk tahap kegiatan berikutnya.
1. Pengertian Membuka Pembelajaran
Keterampilan membuka pembelajaran pada dasarnya adalah kegiatan, aktivitas atau usaha yang dilakukan guru untuk memulai pembelajaran. Membuka pembelajaran (set induction) adalah kegiatan yang dilakukan guru untuk menciptakan kondisi yang siap mental, menumbuhkan perhatian serta meningkatkan motivasi siswa agar terpusat pada kegiatan belajar yang akan dilakukan. Kegiatan membuka pembelajaran bukanlah kegiatan basa-basi tanpa arah yang jelas. Dengan membuka pembelajaran dimaksudkan untuk mengkondisikan siap mental bagi siswa untuk mengikuti pembelajaran. Oleh karena itu guru dituntut melatih diri untuk memiliki keterampilan membuka pembelajaran dengan baik dan tepat.
Kegiatan membuka pembelajaran, walaupun diartikan sebagai suatu aktivitas atau usaha yang dilakukan guru untuk memulai pembelajaran, dalam penerapannya tidak hanya dilakukan satu kali ketika mengawali pembelajaran saja. Membuka pembelajaran dapat dilakukan dalam setiap penggal kegiatan inti selama kegiatan pembelajaran berlangsung.
2. Tujuan dan Manfaat Membuka Pembelajaran
Kegiatan membuka pembelajaran tidak cukup hanya dengan melakukan kegiatan yang bersifat administrasi seperti mengecek kehadiran siswa, menyiapkan alat-alat pelajaran, mempersiapkan buku sumber dan kegiatan administrasi lainnya. Membuka pembelajaran selain untuk mempersiapkan hal-hal yang bersifat teknis administrasi, terutama harus memfokuskan pada upaya mengkondisikan kesiapan baik fisik dan mental. Perhatian dan motivasi siswa untuk mengikuti kegiata inti pembelajaran.
Mengacu pada batasan kegiatan membuka pembelajaran seperti dijelaskan diatas, maka tujuan dari keterampilan membuka pembelajaran adalah:
a. Menciptakan kondisi kesiapan mental siswa untuk mengikuti pembelajaran.
b. Membangkitkan perhatian dan motivasi siswa untuk mengikuti pembelajaran.
c. Memberikan gambaran yang jelas batas-batas tugas atau kegiatan yang harus dilakukan siswa.
d. Memberikan gambaran yang jelas tujuan atau kompetensi yang harus dicapai oleh siswa.
e. Memberikan gambaran yang jelas pengalaman atau kegiatan-kegiatan pembelajaran yang harus dilakukan siswa untuk mencapai tujuan atau kompetensi yang diharapkan.
f. Menyadarkan siswa pentingnya mencapai tujuan atau kompetensi yang ditetapkan dan hubungannya dengan kehidupan nyata sehari-hari.
3. Komponen-komponen dalam Membuka Pembelajaran
Unsur-unsur yang dapat dijadikan alternatif dalam kegiatan membuka pembelajaran:
a. Menarik perhatian siswa.
Gaya mengajar guru
Menggunakan multi metoda
Pola pembelajaran yang bervariasi
Tempat belajar
b. Menumbuhkan motivasi siswa
Kehangatan dan antusias
Menimbulkan rasa ingin tahu
Membuat ide yang bertentangan
Perbedaan individual
c. Memberi acuan
Acuan dalam pembelajaran adalah gambaran singkat atau deskripsi yang menginformasikan ruang lingkup materi dan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan.
d. Membuat kaitan
4. Prinsip Kegiatan Penggunaan
a. Kebermaknaan
b. Berurutan dan Berkesinambungan
KETERAMPILAN MENUTUP PEMBELAJARAN
A. Latar Belakang
Setelah kegiatan inti pembelajaran, maka tahap berikutnya adalah kegiatan menutup pembelajaran atau sering disebut “penutupan” (closure). Penutupan pembelajaran adalah upaya mengakhiri sementara dari seluruh aktivitas yang telah dilakukan selama pembelajaran. Penutupan juga dimaksudkan untuk menandai telah berakhirnya proses pembelajaran sekaligus untuk mendapatkan gambaran hasil yang dicapai dari proses pembelajaran yang telah dilakukan.
B. Hakikat Menutup Pembelajaran (closure)
1. Pengertian Menutup Pembelajaran
Menutup pembelajaran pada dasarnya adalah kegiatan yang dilakukan guru untuk mengakhiri kegiatan inti pembelajaran (Soli Abimanyu, 1984). Kegiatan inti pembelajaran bisa berlaku dan diterapkan dalam berbagai kemungkinan. Jika dalam satu program pembelajaran memiliki tiga tujuan atau komponen yang harus dikuasai siswa, maka paling sedikit ada tiga kegiatan inti untuk mencapainya.
2. Tujuan dan Manfaat Menutup Pembelajaran
Kegiatan menutup pembelajaran tidak hanya melalui kegiatan yang bersifat administrasi seperti menyampaikan pengumuman, memberikan tugas, lalu berdo’a dan salam. Menutup pembelajaran harus diarahkan pada sasaran atau tujuan yang lebih luas lagi, seperti:
a. Untuk memberikan pemahaman yang utuh terhadap materi pokok atau kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
b. Memantapkan pemahaman siswa terhadap materi pokok atau kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
c. Untuk mengetahui tingkat pencapaian hasil pembelajaran yang telah diperoleh siswa, sekaligus berfungsi sebagai umpan balik bagi guru.
d. Untuk memberikan tindak lanjut yang diperlukan sesuai dengan proses dan hasil pembelajaran yang telah dicapai siswa.
3. Komponen-komponen Menutup pembelajaran
Kegiatan yang dapat dilakukan guru dalam menutup pembelajaran antara lain:
a. Meninjau Kembali (meriviu)
b. Menilai
c. Menyimpulkan
d. Tindak lanjut
4. Prinsip-Prinsip penggunaan
a. Kebermaknaan
b. Berurutan dan Berkesinambungan
KETERAMPILAN MENJELAKAN
A. Latar Belakang
Pembelajaran adalah proses komunikasi, mengkomunikasi pesan (materi) pembelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Salah satu komunikasi yang sering digunakan oleh guru (mendominasi) dalam kegiatan pembelajaran yaitu komunikasi verbal (lisan) dengan cara menjelaskan materi kepada siswa.
Dalam setiap pembelajaran tidak terlepas dari aspek menjelaskan yaitu untuk membuat sesuatu menjadi semakin lebih jelas, dapat dimengerti dan dipahami. Menjelaskan merupakan suatu aktivitas yang sangat penting dikuasai oleh calon guru. Hal ini mengingat inti dari pekerjaan guru adalah komunikasi dengan siswa.
B. Hakikat Keterampilan Menjelaskan
1. Pengertian Keterampilan Menjelaskan
Secara etimologis kata “menjelaskan” bermakna membuat sesuatu menjadi jelas. Menurut Raflis Kosasi (1985) menjelaskan berarti mengorganisasikan isi pelajaran dalam urutan yang terencana sehingga dengan mudah dapat dipahami oleh siswa. Lebih lanjut ia mengatakan penjelasan adalah penyajian informasi lisan yang diorganisasikan secara sistematik yang bertujuan untuk menunjukkan hubungan, sebab-akibat, antara yang diketahui dengan yang belum diketahui.
2. Tujuan, Manfaat dan Pentingnya Keterampilan Menulis
Salah stu indikator untuk mengetahui tingkat kualitas pembelajaran yaitu adanya kemampuan untuk melakukan “transfer”. Adapun yang dimaksudkan transfer dalam belajar, yaitu manakala siswa mampu menjelaskan konsep-konsep yang telah dikuasainya kedalam bentuk kegiatan lain yang terkait pada situasi lain. Keterampilan menjelaskan harus dikuasai oleh guru dengan tujuan:
a. Untuk membimbing siswa memahami dengan jelas terhadap sesuatu yang dipelajari.
b. Untuk membimbing siswa memahami konsep, hukum, dalil dan unsur-unsur yang terkait dengan sesuatu yang dijelaskan secara objektif dan bernalar.
c. Untuk meningkatkan aktivitas dan kreativitas siswa dalam memecahkan masalah melalui penerapan berfikir secara kritis, analitis, logis dan sistematis.
d. Untuk membantu memenuhi rasa ingin tahu siswa (quriousity) terhadap sesuatu permasalahan yang dipelajari/ dihadapi.
e. Untuk mendapatkan balikan dari siswa tentang pemahamannya terhadap sesuatu yang dijelaskan.
Manfaat dari keterampulan menjelaskan akan diperoleh terutama dalam hal:
a. Meningkatkan efektivitas penjelasan atau pembicaraan yang dilakukan, sehingga guru dapat memilij bentuk dan jenis penjelasan yang dapat memperjelas permasalahan dan memiliki makna bagi pembelajaran.
b. Memproyeksikan tingkat pemahaman yang telah dimiliki siswa melalui penjelasan yang telah dilakukan.
c. Memfasilitasi siswa memanfaatkan sumber pembelajaran secara luas dan bervariasi.
d. Memecahkan kekurangan sumber pembelajaran yang dimiliki siswa.
Pentingnya Keterampilan Menjelaskan yaitu:
a. Tidak semua siswa dapat menggali sendiri pengetahuan dari buku atau sumber lainnya.
b. Penjelasan yang diberikan oleh guru kadang-kadang tidak jelas bagi siswa, tetapi hanya jelas bagi guru sendiri.
c. Kebiasaan yang masih sering dilakukan dalam pembelajaran dikita yaitu guru cenderung lebih mendominasi kelas, dan sebagian besar kegiatan guru adalah memberikan informasi lisan atau menjelaskan.
d. Kurangnya sumber yang tersedia yang dapatdimanfaatkan siswa dalam proses belajar.
3. Unsur-unsur Keterampilan Menjelaskan
Ada dua unsur pokok yang harus dikuasai oleh guru untuk melaksanakan keterampilan menjelaskan yaitu:
a. Keterampilan Merencanakan Penjelasan
Dalam komunikasi pembelajaran paling sedikit ada tiga komponen utama yang harus dipertimbangkan dalam merencanakan keterampilan menjelaskan yaitu:
Merencanakan Pesan (materi) yang akan dijelaskan.
Saluran/ alat atau media yang akan digunakan untuk menjelaskan.
Karakteristik siswa sebagai penerima penjelasan.
b. Keterampilan Melaksanakan Penjelasan
Kejelasan
Contoh dan ilustrasi
Penekanan
Balikan
4. Prinsip Keterampilan menjelaskan
Kegiatan memberikan penjelasan dimaksudkan agar siswa memperoleh pemahaman yang jelas berkenaan dengan materi yang dijelaskan. Oleh karena itu dalam memberikan penjelasan harus memperhatikan beberapa prinsip sebagai berikut:
a. Keterkaitan dengan tujuan atau kompetensi
b. Relevan antara penjelasan dengan materi dan karakteristik siswa
c. Kebermaknaan
d. Dinamis
e. Penjelasan dapat dilakukan diawal, ditengah, ataupun diakhir jam pertemuan, tergantung pada kebutuhannya.
KETERAMPULAN DASAR MENGAJAR 2
KETERAMPILAN MENGADAKAN VARIASI DALAM PEMBELAJARAN
A. Latar Belakang
Dalam praktek pengajaran, keboanan merupakan masalah yang selalu terjadi dan setiap orang tentu berusaha bagaimana mengatasinya. Kebosanan biasanya terjadi apabila seseorang selalu melihat, mendengar, merasakan atau mengalami peristiwa yang sama secara berulang-ulang dan terus menerus (rutin).
Dalam pembelajaran upaya memunculkan cara atau stimulus yang berbeda itu disebut dengan keterampilan mengadakan “stimulus yang bervariasi”. Melalui kegiatan pembelajaran yang dikembangkan secara bervariasi diharapkan dapat lebih meningkatkan apresiasi siswa utnuk belajar secara lebih aktif sehingga berdampak pada peningkatan kualitas proses dan hasil pembelajaran. Secara umum bentuk variasi dalam pembelajaran dapat diklasifikasikan dalam tiga bentuk yaitu, variasi dalam gaya mengajar, variasi dalam penggunaan alat dan media pengajaran, dan variasi dalam pola interaksi pembelajaran.
B. Pengertian
1. Pengertian Keterampilan Variasi Stimulus
Menurut Montessori bahwa anak memiliki masa peka terhadap stimulus yang diterima melalui panca inderanya. Dengan demikian panca indera yang dimiliki anak merupakan pintu untuk masuknya informasi. Semakin banyak dan bervariasi informasi yang ditangkap melalui panca indera yang dimilikinya, maka akan semakin banyak dan beragam pula informasi yang diperolehnya.
Jadi variasi stimulus adalah keragaman stimulus yang diberikan, sehingga memungkinkan siswa merespon melelui alat indera yang dimilikinya. Melalui pemberian stimulus yang bervariasi, selain akan memperkaya informasi yang diperoleh siswa, juga akan menjadikan proses pembelajaran dapat berjalan secara dinamis dan tidak membosankan.
2. Tujuan Mengadakan Variasi Stimulus
Melalui variasi stimulus dalam pembelajaran antara lain bertujuan:
a. Terciptanya proses pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi siswa.
b. Menghilangkan kejenuhan dan kebosanan sebagai akibat dari kegiatan yang bersifat rutinitas.
c. Meningkatkan perhatian dan motivasi siswa.
d. Mengembangkan sifat keingintahuan siswa terhadap hal-hal yang baru.
e. Menyesuaikan model pembelajaran dengan cara belajar siswa yang berbeda-beda.
f. Meningkatkan kadar aktivitas belajar siswa.
3. Unsur-unsur Keterampilan Variasi Stimulus
Unsur-unsur pokok yang bisa ditempuh untuk mengembangkan variasi stimulus dalam pembelajaran, secara garis besar dikelompokkan kedalam lima jenis yaitu:
a. Variasi dalam gaya mengajar
b. Variasi dalam pola interaksi pembelajaran
c. Variasi dalam penggunaan media pembelajaran
d. Variasi dalam penggunaan metode pembelajaran
e. Veriasi dalam penggunaan sumber pembelajaran
C. Prinsip-Prinsip Penggunaan Variasi Stimulus dalam Pembelajaran
Dalam menerapkan variasi pembelajaran bukan hanya beraneka ragamnya jenis-jenis stimulus pembelajaran yang dikembangkan, melainkan ditentukan pula oleh faktor kualitasnya. Oleh karena itu agar penerapan variasi bisa mencapai sasaran pembelajaran secara efektif, maka beberapa prinsip berikut ini harus menjadi pertimbangan yaitu:
a. Bertujuan
b. Fleksibel
c. Kelancaran dan berkisinambungan
d. Kewajaran atau tidak dibuat-buat
e. Pengelolaan yang matang
KETERAMPILAN BERTANYA DASAR
A. Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari bertanya adalah kegiatan yang tidak pernah terlewatkan, dilakukan oleh setiap orang tanpa mengenal batas usia, dan dilakukan dimana saja ketika si penanya menginginkan informasi terhadap sesuatu yang tidak diketahuinya.
Pertanyaan yang diajukan dalam kehidupan sehari-hari biasanya dilakukan sekedar untuk memperoleh informasi mengenai sesuatu yang ingin diketahuinya. Keterampilan bertanya sangat penting dikuasi oleh calon guru dan para guru, keterampilan bertanya merupakan kunci untuk meningkatkan mutu dan kebermaknaan pembelajaran. Dengan demikian setiap guru harus terampil dalam mengembangkan pertanyaan,
B. Pengertian Keterampilan Bertanya Dasar
Menurut kamus besar Bahasa Indonesia “bertanya” berasal dari kata “tanya” yang berarti antara lain permintaan keterangan. Sedangkan kata “terampil” memiliki arti “cakap dalam menyelesaikan tugas atau mampu dan cekatan”. Dengan demikian keterampilan bertanya secara sederhana dapat dirumuskan adalah kecakapan atau kemampuan sesorang dalam menerima keterangan atau penjelasan dari orang lain, atau pihak yang menjadi lawan bicara.
Salah satu bentuk konkrit dari sesorang yang memiliki keterampilan mengembangkan pertanyaan yaitu akan menlahirkan pertanyaan-pertanyaan yang cukup baik. Dengan pertanyaan yang baik akan dapat menggali wawasan atau pengetahuan serta kemampuan berpikir pihak yang ditanya. Pertanyaan adalah alat ukur untuk mendapatkan jawaban atau respon dari sesorang. Pengertian itu menunjukkan betapa pentingnya sebuah rumusan pertanyaan karena merupakan kunci untuk mendapatkan respon yang sesuai harapan dari pihak yang bertanya.
Keterampilan bertanya dasar merupakan pertanyaan pertama dan pembuka. Jadi merupakan kunci awal untuk menggali informasi atau meminta penjelasan sebelum melanjutkan komunikasi atau mengajukan pertanyaan-pertanyaan selanjutnya. Dengan demikian bertanya dasar adalah pertanyaan pokok atau dasar yang berfungsi sebagai stimulus untuk merangsang munculnya jawaban atau respon dari siswa.
C. Tujuan, Tipe dan Syarat-syarat Bertanya
1. Tujuan
Secara terperinci tujuan pertanyaan yang dikemukakan oleh Turney (1979) dalam Siti Julaeha diidentifikasi dalam beberapa aspek berikut:
a. Membangkitkan minat dan keingintahuan siswa tentang suatu topik.
b. Memusatkan perhatian pada masalah tertentu.
c. Menggalakan penerapan belajar aktif.
d. Merangsang siswa mengajukan pertanyaan sendiri.
e. Menstrukturkan tugas-tugas hingga kegiatan belajar dapat berlangsung secara meksimal.
f. Mendiagnosis kesulitan belajar siswa.
g. Mengkomunikan dan merealisasikan bahwa semua siswa harus terlibat secara aktif daalam pembelajaran.
h. Menyediakan kesempatan bagi siswa untuk mendemonstrasikan pemahamannya tentang informasi yang diberikan .
i. Melibatkan siswa dalam memanfaatkan kesimpulan yang dapat mendorongmengembangkan proses berpikir.
j. Mengembangkan kebiasaan menanggapi pertanyaan teman atau pertanyaan guru.
k. Memberi kesempatan untuk belajar diskusi.
l. Menyatakan perasaan pikiran yang murni kepada siswa.
2. Tipe Pertanyaan
Tipe atau bentuk pertanyaan sangat beragam, pengguanaan setiap bentuk pertanyaan tergantung pada tujuan yang diharapkan. Jika diidentifikasi paling tidak ada 6 tipe pertanyaan, yaitu:
a. Pertanyaan yang menuntut fakta-fakta.
b. Pertanyaan yang menuntut kemampuan membandingkan.
c. Pertanyaan yang menuntut kemampuan analisis.
d. Pertanyaan yang menuntut kemampuan memperkirakan (judgment).
e. Pertanyaan yang menuntut pengorganisasian.
f. Pertanyaan yang tidak perlu dikemukakan jawabannya.
3. Syarat-syarat Pertanyaan
Agar pertanyaan mendapatkan respon yang baik sesuai dengan apa yang diharapkan, maka ketika menyampaikan pertanyaan untuk tipe atau bentuk pertanyaan manapun hendaknya memperhatikan syarat-syarat sebagai berikut.
a. Pertanyaan disampaikan dengan menggunakan kalimat atau bahasa yang mudah ditangkap oleh pihak yang ditanya.
b. Pertanyaan dijukan secara klasikal, berikan waktu untuk berpikir kemudian baru ditunjuk salah seorang yang diminta untuk menjawabnya.
c. Beri kesempatan secara adil dan merata kepada setiap siswa untuk mendapatkan pertanyaan.
d. Penunujukkan siswa yang diminta jawaban tidak dilakukan secara berurutan atau sistematis, akan tetapi harus diusahakan secara acak agar setiap siswa memusatkan perhatian dan memiliki kesiapan untuk menjawab (belajar).
D. Komponen Keterampilan Bertanya
Komponen-komponen keterampilan membaca:
a. Pengungkapan pertanyaan secara jelas dan singkat.
b. Pemberian acuan.
c. Pemusatan.
d. Pemindahan giliran.
e. Penyebaran.
f. Pemberian waktu berpikir.
g. Pemberian tuntunan.
E. Prinsip-prinsip Keterampilan Bertanya Dasar
Prinsip-prinsip pokok yang harus diperhatikan oleh para guru dan calon guru dalam menggunakan keterampilan bertanya antara lain:
a. Kehangatan dan keantusiasan.
b. Memberikan waktu berpikir.
Mengulangi pertanyaan sendiri.
Mengulangi jawaban siswa.
Menjawab pertanyaan sendiri.
Mengajukan pertanyaan yang memancing jawaban sejenak.
Mengajukan pertanyaan ganda.
Menentukan siswa yang akan menjawab pertanyaan.
KETERAMPILAN BERTANYA LANJUT
A. Latar Belakang
Dalam setiap kegiatan pembelajaran, disadari atau tidak kegiatan bertanya selalu dilakukan. Penggunaan pendekatan, metode, strategi atau teknik pembelajaran apapun “bertanya” selalu ada. Tujuannya bermacam-macam, dari mulai hanya sekedar meminta informasi, klarifikasi, penjelasan atau harapan mendapatkan jawaban yang lebih luas atau mendalam lagi.
B. Pengertian
Pertanyaan lanjut adalah kelanjutan dari pertanyaan pertama (dasar) yaitu untuk mengorek atau mengungkap kemampuan berfikir yang lebih dalam, analisis, dan komprehensif dari pihak yang diberi pertanyaan (siswa). Keterampilan bertanya lanjut lebih mngutamakan usaha mengembangkan kemampuan berpikir, memperbesar partisipasi dan mendorong lawan bicara agar lebih aktif dan kritis mengembangkan kemampuan berpikirnya.
Melalui bertanya lanjut setiap siswa dirangsang untuk aktif berpikir, melakukan berbagai aktivitasbelajar, sehingga proses dan hasil pembelajaran akan lebih dinamis dan berkualitas.oleh karena itu untuk setiap calon guru dan para guru, keterampilan bertanya baik dasar maupun bertanya lanjut harus dilatih dan dikembangkan sehingga akan menjadi kaya kekuatan untuk menunjang kemampuan sebagai tenaga yang lebih profesional.
C. Tujuan dan Manfaat Bertanya Dasar
Tujuan dan bertanya lanjut dimaksudkan untuk memungkinkan siswa dapat mengembangkan kemampuannya dalam mengatasi masalah, atau mengembangkan kemauan berpikir secara lebih tajam, analitis dan komprehensif. Secara spesifik tujuan dan manfaat bertanya lanjut adalah:
a. Mengembangkan kemampuan berpikir siswa untuk menemukan, mengorganisasi, atau menilai atas informasi yang diperoleh.
b. Meningkatkan kemampuan siswa dalam membentuk dan mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan yang didasarkan informasi yang lebih lengkap dan relevan.
c. Mendorong siswa untuk mengembangkan dan memunculkan ide-ide yang lebih kreatif dan inovatif.
d. Memberikan kesempatan untuk melakukan proses pembelajaran kepada hal-hal yang lebih analitis, rumit dan kompleks.
D. Penggolongan Pertanyaan Lanjut
Berdasarkan taksonomi dari Bloom, pertanyaan dapat digolongkan kedalam enam kelompok atau jenis, yaitu:
a. Pertanyaan ingatan (knowledge)
b. Pertanyaan pemahaman (comprehension)
c. Pertanyaan penerapan (aplication)
d. Pertanyaan analisis (analysis)
e. Pertanyaan sintesis (sintesis)
f. Pertanyaan evaluasi (evaluation)
E. Prinsip Penggunaan Bertanya Lanjut
Prinsip-prinsip yang berlaku pada keterampilan bertanya dasar berlaku pula sebagai prinsip bertanya lanjut. Prinsip-prinsip tersebut yaitu antara lain: kehangatan, keantusiasan, menghindari mengulangi pertanyaan sendiri, mengulangi jawaban siswa, menjawab pertanyaan sendiri, mengajukan pertanyaan ganda, dan pertanyaan yang memancing jawaban serentak.
F. Komponen-komponen Keterampilan Bertanya Lanjut
a. Pengubahan tuntutan tingkat kognitif dalam menjawab pertanyaan.
b. Pengaturan urutan pertanyaan.
c. Penggunaan pertanyaan pelacak
Meminta klarifikasi
Meminta siswa memberikan alasan
Meminta kesepakatan pandangan
Meminta ketepatan jawaban
Meminta jawaban yang lebih relevan
Meminta contoh
Meminta jawaban yang lebih kompleks
d. Peningkatan terjadinya interaksi
Rabu, 02 Mei 2012
Selasa, 07 Februari 2012
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS RANGKAP
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP) KELAS RANGKAP
Mata Pelajaran : 1. PKn
2. IPS
Materi Pokok : Kesehatan
Kelas / Semester : 2 / 1 , 3/ 1
Alokasi Waktu : 2 x 35 Menit (1 Kali Pertemuan)
1. STANDAR KOMPETENSI
PKn Kelas 2
- Menampilkan sikap cinta lingkungan
IPS Kelas 3
- Memahami lingkungan dan melaksanakan kerjasama disekitar rumah.
2. KOMPETENSI DASAR
PKn Kelas 2
- Mengenang pentingnya lingkungan alam seperti dunia tumbuhan dan dunia hewan.
IPS Kelas 3
- Memelihara lingkungan alam buatan disekitar rumah dan sekolah.
3. INDIKATOR
PKn Kelas 2
- Contoh lingkungan alam dan lingkungan buatan.
- Menceritakan keadaan lingkungan alam dan lingkungan buatan
disekitar rumahmu.
IPS Kelas 3
- Melakukan perawatan lingkungan sekitar rumah.
4. TUJUAN PEMBELAJARAN
PKn Kelas 2
1. Siswa dapat mengetahui contoh lingkungan alam dan lingkungan buatan dengan benar.
2. Siswa dapat mengetahui arti dari lingkungan alam dan lingkungan buatan dengan benar.
IPS Kelas 3
1. Siswa dapat memahami materi tentang lingkungan alam dan lingkungan buatan, siswa dapat memahaminya.
2. Siswa dapat melakukan perawatan lingkungan disekitar rumah dengan benar.
5. MATERI
o MATERI POKOK
- Pokok materi : Lingkungan alam dan lingkungan buatan
- Lingkungan alam adalah lingkungan yang diciptakan oleh Tuhan
untuk manusia.
- Lingkungan buatan adalah lingkungan yang dibuat oleh manusia.
o MATERI AJAR
PKn Kelas 2
- Contoh lingkungan alam : Gunung, sungai, laut, dan hutan.
- Contoh lingkungan buatan : Rumah, gedung sekolah, jalan raya, dan jembatan.
IPS Kelas 3
Manfaat dari lingkungan alam dan lingkungan buatan yaitu sama-sama untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
- Cara memelihara lingkungan alam :
• Menjaga kebersihan
• Jangan menebang hutan sembarangan
• Merawat lingkungan
• Membuang sampah pada tempatnya
- Cara memelihara lingkungan buatan :
• Menjaga kebersihan rumah dengan cara menyapu
• Merawat gedung sekolah
• Menjaga kebersihan jalan raya
6. METODE PEMBELAJARAN
a. Ceramah
b. Diskusi
c. Latihan
d. Simulasi
7. SUMBER & ALAT
Sumber :
• Buku PKn kelas 2 untuk SD/MI, Percetakan Pusat Perbukuan, karangan Sajari, Suharto.
• Buku IPS Kelas 3 untuk SD/MI Percretakan Pusat Perbukuan, karangan
Muhammad Nursa’ban, Rusmawan.
Alat :
• Gambar lingkungan alam dan lingkungan bauatan.
8. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Awal (10 menit)
No Pengalaman Belajar Alokasi waktu Pendidikan Karakter
1. Membuka pembelajaran dengan berdo’a bersama, mengabsen, mengkondisikan anak serta menyiapkan bahan ajar.
5 menit
Disiplin
2. Melakukan tanya jawab tentang materi yang akan dibahas (pretest)
a. Siapa yang tadi pagi tidak mandi?
b. Dimana kita harus membuang sampah? 5 menit Keberanian
Kegiatan Inti (45 menit)
No Pengalaman Belajar Alokasi waktu Pendidikan Karakter
1. Guru menjelaskan tentang lingkungan alam dan lingkungan buatan kepada kelas 2 dan kelas 3. 10 menit Tanggung jawab
2. Siswa kelas 2 dan kelas 3 menyimak penjelasan dari guru. 5 menit Tekun dan Disiplin
3. Guru membagi siswa kedalam beberapa kelompok masing-masing 4 sampai 5 orang, dengan dipimpin 1 ketua kelompok yang ditunjuk sebagai tutor sebaya. 5 menit Disiplin
4. Siswa kelas 2 dan 3 masing-masing melakukan kerja kelompok / diskusi kelas, sedangkan siswa kelas 2 menyajikan hasil diskusi kelompoknya kepada guru. 10 menit Ketelitian dan Tekun
5. Siswa kelas 2 melaporkan hasil diskusi kelompok, sedangkan siswa kelas 3 menyajikan hasil kerja kelompoknya. 10 menit Tanggung jawab
6. Guru menarik kesimpulan hasil kerja kelompok siswa tentang materi yang telah disampaikan. 5 menit Keberanian
Kegiatan Akhir (15 menit)
No Pengalaman Belajar Alokasi waktu Pendidikan Karakter
1. Guru memberikan test akhir / post test 5 menit Keberanian
2. Guru memberikan penilaian 5 menit Tanggung jawab
3. Guru menarik kesimpulan dengan memberikan penguatan tentang materi yang telah disampaikan secara rinci. 5 menit Tanggung jawab
4. Guru memberikan pekerjaan rumah (PR) 5 menit Tanggung jawab
5. Menutup pembelajaran dengan memberikan pesan moral “Jagalah Lingkungan Sekitarmu” kemudian berdo’a. Tanggung jawab
9. PENILAIAN
Penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran.
a) Hasil Pembelajaran
Teknik : Tertulis
Bentuk Instrumen : Uraian
Prosedur : Post test
Soal : Terlampir
b) Proses Belajar
Lembar Kerja Siswa (LKS)
CATATAN :
Setiap jawaban yang benar diberi skor 1
Total skor = 10
Nilai = Perolehan skor x 100
Total skor
LEMBAR KERJA SISWA (LKS)
• PKn Kelas 2
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar !
1. Lingkungan alam adalah....
2. Lingkungan buatan adalah.....
3. Sebutkan contoh lingkungan alam!
4. Sebutkan contoh lingkungan buatan!
5. Apa manfaat lingkungan bagi makhluk hidup?
Jawab:
1. Lingkungan alam adalah lingkungan yang diciptakan oleh Tuhan
untuk manusia.
2. Lingkungan buatan adalah lingkungan yang dibuat oleh manusia.
3. Gunung, sungai, laut, dan hutan.
4. Rumah, gedung sekolah, jalan raya, dan jembatan.
5. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
• IPS Kelas 3
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar !
1. Bagaimana cara memelihara lingkungan alam?
2. Bagaimana cara memelihara lingkungan alam buatan?
3. Bagaimana cara merawat lingkungan?
4. Setiap berapa kali sekali kamu membersihkan halaman dilingkungan rumahmu?
5. Bagaimana keadaan lingkungan dirumahmu?
Jawab:
1. Cara memelihara lingkungan alam :
• Menjaga kebersihan
• Jangan menebang hutan sembarangan
• Merawat lingkungan
• Membuang sampah pada tempatnya
2. Cara memelihara lingkungan buatan :
• Menjaga kebersihan rumah dengan cara menyapu
• Merawat gedung sekolah
• Menjaga kebersihan jalan raya
3. Dengan tidak membuang sampah sembarang dan selalu membersihkan lingkungan sekitar.
4. Setiap hari
5. Keadaan lingkungan dirumahku sudah bersih karena aku selalu membersihkannya setiap hari.
Cirebon, Januari 2012
Mahasiswa
FENI AGUSTIANINGSIH
NIM. 090641166
(RPP) KELAS RANGKAP
Mata Pelajaran : 1. PKn
2. IPS
Materi Pokok : Kesehatan
Kelas / Semester : 2 / 1 , 3/ 1
Alokasi Waktu : 2 x 35 Menit (1 Kali Pertemuan)
1. STANDAR KOMPETENSI
PKn Kelas 2
- Menampilkan sikap cinta lingkungan
IPS Kelas 3
- Memahami lingkungan dan melaksanakan kerjasama disekitar rumah.
2. KOMPETENSI DASAR
PKn Kelas 2
- Mengenang pentingnya lingkungan alam seperti dunia tumbuhan dan dunia hewan.
IPS Kelas 3
- Memelihara lingkungan alam buatan disekitar rumah dan sekolah.
3. INDIKATOR
PKn Kelas 2
- Contoh lingkungan alam dan lingkungan buatan.
- Menceritakan keadaan lingkungan alam dan lingkungan buatan
disekitar rumahmu.
IPS Kelas 3
- Melakukan perawatan lingkungan sekitar rumah.
4. TUJUAN PEMBELAJARAN
PKn Kelas 2
1. Siswa dapat mengetahui contoh lingkungan alam dan lingkungan buatan dengan benar.
2. Siswa dapat mengetahui arti dari lingkungan alam dan lingkungan buatan dengan benar.
IPS Kelas 3
1. Siswa dapat memahami materi tentang lingkungan alam dan lingkungan buatan, siswa dapat memahaminya.
2. Siswa dapat melakukan perawatan lingkungan disekitar rumah dengan benar.
5. MATERI
o MATERI POKOK
- Pokok materi : Lingkungan alam dan lingkungan buatan
- Lingkungan alam adalah lingkungan yang diciptakan oleh Tuhan
untuk manusia.
- Lingkungan buatan adalah lingkungan yang dibuat oleh manusia.
o MATERI AJAR
PKn Kelas 2
- Contoh lingkungan alam : Gunung, sungai, laut, dan hutan.
- Contoh lingkungan buatan : Rumah, gedung sekolah, jalan raya, dan jembatan.
IPS Kelas 3
Manfaat dari lingkungan alam dan lingkungan buatan yaitu sama-sama untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
- Cara memelihara lingkungan alam :
• Menjaga kebersihan
• Jangan menebang hutan sembarangan
• Merawat lingkungan
• Membuang sampah pada tempatnya
- Cara memelihara lingkungan buatan :
• Menjaga kebersihan rumah dengan cara menyapu
• Merawat gedung sekolah
• Menjaga kebersihan jalan raya
6. METODE PEMBELAJARAN
a. Ceramah
b. Diskusi
c. Latihan
d. Simulasi
7. SUMBER & ALAT
Sumber :
• Buku PKn kelas 2 untuk SD/MI, Percetakan Pusat Perbukuan, karangan Sajari, Suharto.
• Buku IPS Kelas 3 untuk SD/MI Percretakan Pusat Perbukuan, karangan
Muhammad Nursa’ban, Rusmawan.
Alat :
• Gambar lingkungan alam dan lingkungan bauatan.
8. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Awal (10 menit)
No Pengalaman Belajar Alokasi waktu Pendidikan Karakter
1. Membuka pembelajaran dengan berdo’a bersama, mengabsen, mengkondisikan anak serta menyiapkan bahan ajar.
5 menit
Disiplin
2. Melakukan tanya jawab tentang materi yang akan dibahas (pretest)
a. Siapa yang tadi pagi tidak mandi?
b. Dimana kita harus membuang sampah? 5 menit Keberanian
Kegiatan Inti (45 menit)
No Pengalaman Belajar Alokasi waktu Pendidikan Karakter
1. Guru menjelaskan tentang lingkungan alam dan lingkungan buatan kepada kelas 2 dan kelas 3. 10 menit Tanggung jawab
2. Siswa kelas 2 dan kelas 3 menyimak penjelasan dari guru. 5 menit Tekun dan Disiplin
3. Guru membagi siswa kedalam beberapa kelompok masing-masing 4 sampai 5 orang, dengan dipimpin 1 ketua kelompok yang ditunjuk sebagai tutor sebaya. 5 menit Disiplin
4. Siswa kelas 2 dan 3 masing-masing melakukan kerja kelompok / diskusi kelas, sedangkan siswa kelas 2 menyajikan hasil diskusi kelompoknya kepada guru. 10 menit Ketelitian dan Tekun
5. Siswa kelas 2 melaporkan hasil diskusi kelompok, sedangkan siswa kelas 3 menyajikan hasil kerja kelompoknya. 10 menit Tanggung jawab
6. Guru menarik kesimpulan hasil kerja kelompok siswa tentang materi yang telah disampaikan. 5 menit Keberanian
Kegiatan Akhir (15 menit)
No Pengalaman Belajar Alokasi waktu Pendidikan Karakter
1. Guru memberikan test akhir / post test 5 menit Keberanian
2. Guru memberikan penilaian 5 menit Tanggung jawab
3. Guru menarik kesimpulan dengan memberikan penguatan tentang materi yang telah disampaikan secara rinci. 5 menit Tanggung jawab
4. Guru memberikan pekerjaan rumah (PR) 5 menit Tanggung jawab
5. Menutup pembelajaran dengan memberikan pesan moral “Jagalah Lingkungan Sekitarmu” kemudian berdo’a. Tanggung jawab
9. PENILAIAN
Penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran.
a) Hasil Pembelajaran
Teknik : Tertulis
Bentuk Instrumen : Uraian
Prosedur : Post test
Soal : Terlampir
b) Proses Belajar
Lembar Kerja Siswa (LKS)
CATATAN :
Setiap jawaban yang benar diberi skor 1
Total skor = 10
Nilai = Perolehan skor x 100
Total skor
LEMBAR KERJA SISWA (LKS)
• PKn Kelas 2
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar !
1. Lingkungan alam adalah....
2. Lingkungan buatan adalah.....
3. Sebutkan contoh lingkungan alam!
4. Sebutkan contoh lingkungan buatan!
5. Apa manfaat lingkungan bagi makhluk hidup?
Jawab:
1. Lingkungan alam adalah lingkungan yang diciptakan oleh Tuhan
untuk manusia.
2. Lingkungan buatan adalah lingkungan yang dibuat oleh manusia.
3. Gunung, sungai, laut, dan hutan.
4. Rumah, gedung sekolah, jalan raya, dan jembatan.
5. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
• IPS Kelas 3
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar !
1. Bagaimana cara memelihara lingkungan alam?
2. Bagaimana cara memelihara lingkungan alam buatan?
3. Bagaimana cara merawat lingkungan?
4. Setiap berapa kali sekali kamu membersihkan halaman dilingkungan rumahmu?
5. Bagaimana keadaan lingkungan dirumahmu?
Jawab:
1. Cara memelihara lingkungan alam :
• Menjaga kebersihan
• Jangan menebang hutan sembarangan
• Merawat lingkungan
• Membuang sampah pada tempatnya
2. Cara memelihara lingkungan buatan :
• Menjaga kebersihan rumah dengan cara menyapu
• Merawat gedung sekolah
• Menjaga kebersihan jalan raya
3. Dengan tidak membuang sampah sembarang dan selalu membersihkan lingkungan sekitar.
4. Setiap hari
5. Keadaan lingkungan dirumahku sudah bersih karena aku selalu membersihkannya setiap hari.
Cirebon, Januari 2012
Mahasiswa
FENI AGUSTIANINGSIH
NIM. 090641166
Kamis, 02 Februari 2012
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tematik
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP) TEMATIK
Mata Pelajaran : TEMATIK
Materi Pokok : Kesehatan
Kelas / Semester : II (Dua) / II (Dua)
Alokasi Waktu : 4 x 35 Menit (1 Kali Pertemuan)
1. STANDAR KOMPETENSI
B. Indonesia
a. Memahami pesan pendek dan dongeng yang dilisankan.
b. Mengungkapkan secara lisan beberapa informasi dengan mendeskripsikan benda dengan bercerita.
c. Menyalin puisi anak dengan huruf tegak bersambung yang rapi.
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
a. Memahami peristiwa alam dan pengaruh matahari dalam kehidupan sehari-hari.
Ilmu Pengetahuan Sosial(IPS)
a. Memahami kedudukan peran dan anggota dalam keluarga dan lingkungan tetangga.
2. KOMPETENSI DASAR
B. Indonesia
a. Menyampaikan cerita pendek yang didengarkannya kepada orang lain.
b. Mendeskripsikan tumbuhan atau binatang disekitar sesuai cirri-cirinya dengan menggunakan kalimat yang mudah dipahami orang lain.
c. Menyalin puisi anak dengan huruf tegak bersambung yang rapi.
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
a. Mendeskripsikan kegunaan panas dan cahaya matahari dalam kehidupan sehari-hari.
Ilmu Pengetahuan Sosial(IPS)
a. Memberi contoh bentul-bentuk kerjasama dilingkungan tatangga.
3. INDIKATOR
B. Indonesia
a. Mencatat isi pesan
b. Menjelaskan ciri-ciri tumbuhan dan binatang secara rinci (nama, ciri khasnya, suaranya, dimana hidupnya) dengan pilihan kata kalimat runtut.
c. Menyalin kalimat cetak menjadi tegak bersambung sebanyak 5 kalimat.
Ilmu Pengatahuan Alam (IPA)
a. Menjelaskan kegunaan panas dan cahaya matahari dalam kehidupan sehari-hari.
b. Menyebutkan pengaruh panas dan cahaya matahari terhadap manusia.
c. Memperagakan cara yang aman untuk menghindari pengaruh panas dan cahaya matahari, misalnya tidak menatap matahari secara langsung.
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
a. Memberi contoh cara memelihara dan menjaga lingkungan alam sekitar.
b. Menceritakan pengalaman membersihkan lingkungan disekitar rumah.
4. TUJUAN PEMBELAJARAN
B. Indonesia
a. Siswa dapat mencatat isi pesan tentang kesehatan dengan benar.
b. Siswa dapat menjelaskan ciri-ciri binatang secara rinci.
c. Siswa dapat menyalin kalimat dengan tulisan tegak bersambung dengan benar.
Ilmu Pengatahuan Alam (IPA)
a. Siswa dapat menyebutkan kegunaan pansa dan cahaya matahari bagi kehidupan manusia dengan benar.
b. Siswa dapat menguraikan pengaruh yang timbul dari cahaya matahari pada manusia dengan benar.
c. Siswa dapat memperagakan alat yang dapat menghindari dari pengaruh buruk sinar matahari dengan benar.
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
a. Siswa dapat menyebutkan beberapa contoh cara memelihara lingkungan dengan benar.
b. Siswa dapat mengungkapkan pengalaman tentang cara membersihkan lingkungan sekitar dengan benar.
c. Siswa dapat mempraktekkan cara bekerja sama memelihara dan membersihkan lingkungan dengan benar.
5. MATERI
o MATERI POKOK
a. Membaca dan menulis kalimat sederhana.
b. Sumber energi dan kegunaannya.
c. Pengaruh sinar matahari terhadap kondisi alam dan lingkungan di bumi.
d. Kebersihan lingkungan di sekitar rumah.
o MATERI AJAR
B. Indonesia
Orang tuamu tentu sering berpesan kepadamu. Pesan orang tua untuk kebaikanmu. Misalnya, jangan jajan sembarangan, jangan minum es saat hujan, belajar yang baik disekolah dan lain sebagainya.
IPA
Cahaya matahari pagi sngat baik untuk kesehatan. Kita berjemur untuk kesehatan kulit dan tulang. Siang hari matahari sangat terang dan panas, kita bisa melihat dengan jelas semua benda dan tidak perlu menggunakan alat Bantu seperti lilin atau lampu. Manfaat cahaya matahari sangat banyak, kita dapat menjemur pakaian, kita dapat mengeringkan bahan makanan, tumbuhan membuat makanannya dengan bantuan cahaya matahari. Tanpa cahaya matahari tumbuhan akan mati. Matahari juga berguna untuk menyehatkan tulang dan kulit manusia.
Siang hari yang panas dan terik mengakibatkan mata kita silau. Sinar matahari langsung dapat merusak mata. Kita harus menggunakan kacamata berwarna gelap, agar tidak kepanasan kita memakai topi atau payung. Sekarang banyak bentuk dan warna topi semuanya menarik. Payung juga terdapat berbagai ukuran dan bentuk. Penggunaannya tergantung pada kebutuhan. Kita harus terlindung dari cahaya matahari secara langsung karena dapat merusak kulit.
IPS
Tumbuh-tumbuhan yang hidup di hutan dan di pegunungan dapat berfungsi untuk melestarikan air, udara, dan tanah. Akar tumbuhan dapat berfungsi sebagai penahan air, sehingga tidak akan terjadi banjir dan erosi pada saat hujan deras. Erosi dan banjir menyebabkan lapisan tanah paling atas akan ikut hanyut. Padahal lapisan tanah paling atas adalah yang paling subur. Hutan juga disebut dengan paru-paru dunia. Tumbuhan yang ada di hutan menghasilkan oksigen dan menyerap karbon dioksida. Hal ini terjadi pada saat tumbuhan melakukan proses fotosintesis. Oksigen diperlukan makhluk hidup untuk bernapas. Jadi kita tidak boleh membuang sampah sembarangan, tidak boleh menebang pohon sembarangan dan lain sebagainya.
6. METODE PEMBELAJARAN
a. Ceramah
b. Demonstrasi
c. Pemberian tugas / penugasan
d. Tanya jawab
7. SUMBER BELAJAR
a. Buku paket/ panduan
• B. Indonesia, Ismoyo & Romiyatun Pusat Perbukuan DEPDIKNAS Prov. Jawa Barat. Hal 40-48
• IPA/ Sains, E. Kuraesin & Rusli, PT.SARANA PANCA KARYA NUSA hal 57-66
• IPS, Lili S & Suhanda Effendi PT. SARANA PANCA KARYA NUSA hal 109-122
b. Buku sumber lain yang dapat menunjang proses belajar mengajar.
c. Alat peraga :- Kacamata hitam
- Topi
- Payung, dan lain-lain.
8. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Awal (20 menit)
No Pengalaman Belajar Alokasi waktu Pendidikan Karakter
1. Membuka pembelajaran dengan berdo’a bersama, mengabsen, mengkondisikan anak serta menyiapkan bahan ajar.
10 menit
Disiplin
2. Melakukan tanya jawab tentang materi yang akan dibahas (pretest)
a. Siapa yang tahu matahari terbit dari sebelah mana?
b. Apakah sumber energi alami dibumi? 10 menit Keberanian
Kegiatan Inti (100 menit)
No Pengalaman Belajar Alokasi waktu Pendidikan Karakter
1. Guru menjelaskan materi dan siswa mendengarkan. 10 menit Tanggung jawab
2. Dengan penjelasan guru, diharapkan siswa dapat mencatat isi pesan yang bertemakan kesehatan 10 menit Tekun dan Disiplin
3. Mempraktekkan kerjasma dalam memelihara dan membersihkan lingkungan. 10 menit Disiplin
4. Menyalin kalimat dengan huruf tegak bersambung. 15 menit Ketelitian dan Tekun
5. Guru menjelaskan tentang kegunaan panas dan cahaya matahari dalam kehidupan sehari-hari. 10 menit Tanggung jawab
6. Siswa menyebutkan kegunaan panas dan cahaya matahari dalam kehidupan sehari-hari bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. 10 menit Keberanian
7. Guru menjelaskan pengaruh yang timbul dari sinar matahari diantaranya yaitu jika badan terus menerus terkena sinar matahari akan menjadi hitam. Untuk menghindari itu maka perlu menggunakan pelindung seperti payung, kacamata dan yang lainnya. 20 menit Tanggung jawab
8. Guru menugaskan siswa untuk membuat karangan pendek tentang pengalamannya membersihkan lingkungan disekitar rumah, dan membacakan hasil karangannya didepan kelas. 15 menit Tanggung jawab dan Keberanian
Kegiatan Akhir (20 menit)
No Pengalaman Belajar Alokasi waktu Pendidikan Karakter
1. Melakukan tanya jawab sesuai materi yang telah disampaikan. 5 menit Keberanian
2. Guru memberikan latihan soal; 5 menit Tanggung jawab
3. Guru menarik kesimpulan dengan memberikan penguatan tentang materi yang telah disampaikan. 5 menit Tanggung jawab
4. Menutup pembelajaran dengan berdo’a. 5 menit
9. PENILAIAN
Penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran.
Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian
Teknik Bentuk Instrumen Contoh Instrumen
B. Indonesia
• Mencatat isi pesan
• Menjelaskan cirri-ciri tumbuhan dan binatang secara rinci (nama, cirri khasnya, suaranya, dimana hidupnya) dengan pilihan kata kalimat runtut.
• Menyalin kalimat cetak menjadi tegak bersambung sebanyak 5 kalimat.
IPA
• Menjelaskan kegunaan panas dan cahaya matahari dalam kehidupan sehari-hari.
• Menyebutkan pengaruh panas dan cahaya matahari terhadap manusia.
• Memperagakan cara yang aman untuk menghindari pengaruh panas dan cahaya matahari, misalnya tidak menatap matahari secara langsung.
IPS
• Memberi contoh cara memelihara dan menjaga lingkungan alam sekitar.
• Menceritakan pengalaman membersihkan lingkungan disekitar rumah. Tertulis, lisan dan perbuatan
Isian, essay dan skala sikap B. Indonesia
• Bagaimana cara mencatat isi pesan
• Jelaskan ciri-ciri tumbuhan dan binatang secara rinci (nama, ciri khasnya, suaranya, dimana hidupnya) dengan pilihan kata kalimat yang runtut.
• Jelaskan cara menyalin kalimat cetak menjadi tegak bersambung sebanyak 5 kalimat
IPA
• Jelaskan kegunaan panas dan cahaya matahari dalam kehidupan sehari-hari.
• Sebutkan pengaruh panas dan cahaya matahari terhadap manusia.
• Peragakan cara yang aman untuk menghindari pengaruh panas dan cahaya matahari, misalnya tidak menatap matahari secara langsung.
IPS
• Sebutkan contoh cara memelihara dan menjaga lingkungan alam sekitar.
• Ceritakan pengalaman membersihkan lingkungan di sekitar rumah.
Lembara Penilaian
No Nama Siswa Performa Produk Jumlah Skor Nilai
Kerjasama Partisipasi
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
LEMBAR KERJA SISWA (LKS)
• B. Indonesia
Salin dan perbaiki penulisan kalimat berikut ini dengan menggunakan penggunaan huruf sambung dengan memperhatikan huruf kapital dan tanda titik !
1. pada hari minggu aku ikut ke pasar bersama ibu
2. sandy sedang membantu ayahnya bekerja di ladang
3. bibi ita pandai membuat kue
4. pak guru mengajari cara sholat yang benar
5. halim anak yang rajin menabung
Jawab:
1. Pada hari minggu aku ikut ke pasar bersama ibu
2. Sandy sedang membantu ayahnya bekerja di ladang
3. Bibi ita pandai membuat kue
4. Pak guru mengajari cara sholat yang benar
5. Halim anak yang rajin menabung
• Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar !
1. Apa kegunaan panas dan cahaya matahari bagi kehidupan?
2. Apa pengaruh panas dan cahaya matahari bagi manusia?
3. Bagaimana cara yang aman untuk menghindari dari panas dan cahaya matahari?
4. Bagaiman cara agar tanaman tidak layu karena terkena sinar mataharai?
5. Payung dan kacamata digunakan untuk?
Jawab:
1. Untuk menerangi bumi, mengeringkan baju dan fotosintesis pada tanaman.
2. Bisa membuat kulit manusia menjadi panas.
3. Menggunakan paying dan kacamata.
4. Disiram setiap pagi dan sore.
5. Menghindari dari panas dan cahaya matahari
• Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar !
1. Bagaimana cara membersihkan dan memelihara kebersihan dilingkungan sekitar?
2. Apa saja yang harus dibersihkan dilingkungan sekitar rumah?
3. Bagaimana cara melestarikan lingkungan?
4. Mengapa kita harus menjaga lingkungan?
5. Bagaimana jika lingkungan alam dibiarkan rusak?
Jawab:
1. Dengan cara membersihkan selokan yang ada disekitar rumah, dan membuang sampah pada tempatnya.
2. Rumah,tempat umum, kamar mandi, selokan, jalan dan lain-lain.
3. Dijaga dan dipelihara dengan selalu menjaga kebersihannya.
4. Agar tidak terjadi bencana seperti banjir, longsor dan pencemaran.
5. Akan terjadi bencana seperti longsor, banjir dan lain-lain.
CATATAN :
o Nilai akhir = (Jumlah skor : jumlah skor maksimal) x 10
Cirebon, Januari 2012
Mengetahui,
Guru Tematik Kelas II
(FENI AGUSTIANINGSIH)
NIM : 09064166
(RPP) TEMATIK
Mata Pelajaran : TEMATIK
Materi Pokok : Kesehatan
Kelas / Semester : II (Dua) / II (Dua)
Alokasi Waktu : 4 x 35 Menit (1 Kali Pertemuan)
1. STANDAR KOMPETENSI
B. Indonesia
a. Memahami pesan pendek dan dongeng yang dilisankan.
b. Mengungkapkan secara lisan beberapa informasi dengan mendeskripsikan benda dengan bercerita.
c. Menyalin puisi anak dengan huruf tegak bersambung yang rapi.
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
a. Memahami peristiwa alam dan pengaruh matahari dalam kehidupan sehari-hari.
Ilmu Pengetahuan Sosial(IPS)
a. Memahami kedudukan peran dan anggota dalam keluarga dan lingkungan tetangga.
2. KOMPETENSI DASAR
B. Indonesia
a. Menyampaikan cerita pendek yang didengarkannya kepada orang lain.
b. Mendeskripsikan tumbuhan atau binatang disekitar sesuai cirri-cirinya dengan menggunakan kalimat yang mudah dipahami orang lain.
c. Menyalin puisi anak dengan huruf tegak bersambung yang rapi.
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
a. Mendeskripsikan kegunaan panas dan cahaya matahari dalam kehidupan sehari-hari.
Ilmu Pengetahuan Sosial(IPS)
a. Memberi contoh bentul-bentuk kerjasama dilingkungan tatangga.
3. INDIKATOR
B. Indonesia
a. Mencatat isi pesan
b. Menjelaskan ciri-ciri tumbuhan dan binatang secara rinci (nama, ciri khasnya, suaranya, dimana hidupnya) dengan pilihan kata kalimat runtut.
c. Menyalin kalimat cetak menjadi tegak bersambung sebanyak 5 kalimat.
Ilmu Pengatahuan Alam (IPA)
a. Menjelaskan kegunaan panas dan cahaya matahari dalam kehidupan sehari-hari.
b. Menyebutkan pengaruh panas dan cahaya matahari terhadap manusia.
c. Memperagakan cara yang aman untuk menghindari pengaruh panas dan cahaya matahari, misalnya tidak menatap matahari secara langsung.
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
a. Memberi contoh cara memelihara dan menjaga lingkungan alam sekitar.
b. Menceritakan pengalaman membersihkan lingkungan disekitar rumah.
4. TUJUAN PEMBELAJARAN
B. Indonesia
a. Siswa dapat mencatat isi pesan tentang kesehatan dengan benar.
b. Siswa dapat menjelaskan ciri-ciri binatang secara rinci.
c. Siswa dapat menyalin kalimat dengan tulisan tegak bersambung dengan benar.
Ilmu Pengatahuan Alam (IPA)
a. Siswa dapat menyebutkan kegunaan pansa dan cahaya matahari bagi kehidupan manusia dengan benar.
b. Siswa dapat menguraikan pengaruh yang timbul dari cahaya matahari pada manusia dengan benar.
c. Siswa dapat memperagakan alat yang dapat menghindari dari pengaruh buruk sinar matahari dengan benar.
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
a. Siswa dapat menyebutkan beberapa contoh cara memelihara lingkungan dengan benar.
b. Siswa dapat mengungkapkan pengalaman tentang cara membersihkan lingkungan sekitar dengan benar.
c. Siswa dapat mempraktekkan cara bekerja sama memelihara dan membersihkan lingkungan dengan benar.
5. MATERI
o MATERI POKOK
a. Membaca dan menulis kalimat sederhana.
b. Sumber energi dan kegunaannya.
c. Pengaruh sinar matahari terhadap kondisi alam dan lingkungan di bumi.
d. Kebersihan lingkungan di sekitar rumah.
o MATERI AJAR
B. Indonesia
Orang tuamu tentu sering berpesan kepadamu. Pesan orang tua untuk kebaikanmu. Misalnya, jangan jajan sembarangan, jangan minum es saat hujan, belajar yang baik disekolah dan lain sebagainya.
IPA
Cahaya matahari pagi sngat baik untuk kesehatan. Kita berjemur untuk kesehatan kulit dan tulang. Siang hari matahari sangat terang dan panas, kita bisa melihat dengan jelas semua benda dan tidak perlu menggunakan alat Bantu seperti lilin atau lampu. Manfaat cahaya matahari sangat banyak, kita dapat menjemur pakaian, kita dapat mengeringkan bahan makanan, tumbuhan membuat makanannya dengan bantuan cahaya matahari. Tanpa cahaya matahari tumbuhan akan mati. Matahari juga berguna untuk menyehatkan tulang dan kulit manusia.
Siang hari yang panas dan terik mengakibatkan mata kita silau. Sinar matahari langsung dapat merusak mata. Kita harus menggunakan kacamata berwarna gelap, agar tidak kepanasan kita memakai topi atau payung. Sekarang banyak bentuk dan warna topi semuanya menarik. Payung juga terdapat berbagai ukuran dan bentuk. Penggunaannya tergantung pada kebutuhan. Kita harus terlindung dari cahaya matahari secara langsung karena dapat merusak kulit.
IPS
Tumbuh-tumbuhan yang hidup di hutan dan di pegunungan dapat berfungsi untuk melestarikan air, udara, dan tanah. Akar tumbuhan dapat berfungsi sebagai penahan air, sehingga tidak akan terjadi banjir dan erosi pada saat hujan deras. Erosi dan banjir menyebabkan lapisan tanah paling atas akan ikut hanyut. Padahal lapisan tanah paling atas adalah yang paling subur. Hutan juga disebut dengan paru-paru dunia. Tumbuhan yang ada di hutan menghasilkan oksigen dan menyerap karbon dioksida. Hal ini terjadi pada saat tumbuhan melakukan proses fotosintesis. Oksigen diperlukan makhluk hidup untuk bernapas. Jadi kita tidak boleh membuang sampah sembarangan, tidak boleh menebang pohon sembarangan dan lain sebagainya.
6. METODE PEMBELAJARAN
a. Ceramah
b. Demonstrasi
c. Pemberian tugas / penugasan
d. Tanya jawab
7. SUMBER BELAJAR
a. Buku paket/ panduan
• B. Indonesia, Ismoyo & Romiyatun Pusat Perbukuan DEPDIKNAS Prov. Jawa Barat. Hal 40-48
• IPA/ Sains, E. Kuraesin & Rusli, PT.SARANA PANCA KARYA NUSA hal 57-66
• IPS, Lili S & Suhanda Effendi PT. SARANA PANCA KARYA NUSA hal 109-122
b. Buku sumber lain yang dapat menunjang proses belajar mengajar.
c. Alat peraga :- Kacamata hitam
- Topi
- Payung, dan lain-lain.
8. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Awal (20 menit)
No Pengalaman Belajar Alokasi waktu Pendidikan Karakter
1. Membuka pembelajaran dengan berdo’a bersama, mengabsen, mengkondisikan anak serta menyiapkan bahan ajar.
10 menit
Disiplin
2. Melakukan tanya jawab tentang materi yang akan dibahas (pretest)
a. Siapa yang tahu matahari terbit dari sebelah mana?
b. Apakah sumber energi alami dibumi? 10 menit Keberanian
Kegiatan Inti (100 menit)
No Pengalaman Belajar Alokasi waktu Pendidikan Karakter
1. Guru menjelaskan materi dan siswa mendengarkan. 10 menit Tanggung jawab
2. Dengan penjelasan guru, diharapkan siswa dapat mencatat isi pesan yang bertemakan kesehatan 10 menit Tekun dan Disiplin
3. Mempraktekkan kerjasma dalam memelihara dan membersihkan lingkungan. 10 menit Disiplin
4. Menyalin kalimat dengan huruf tegak bersambung. 15 menit Ketelitian dan Tekun
5. Guru menjelaskan tentang kegunaan panas dan cahaya matahari dalam kehidupan sehari-hari. 10 menit Tanggung jawab
6. Siswa menyebutkan kegunaan panas dan cahaya matahari dalam kehidupan sehari-hari bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. 10 menit Keberanian
7. Guru menjelaskan pengaruh yang timbul dari sinar matahari diantaranya yaitu jika badan terus menerus terkena sinar matahari akan menjadi hitam. Untuk menghindari itu maka perlu menggunakan pelindung seperti payung, kacamata dan yang lainnya. 20 menit Tanggung jawab
8. Guru menugaskan siswa untuk membuat karangan pendek tentang pengalamannya membersihkan lingkungan disekitar rumah, dan membacakan hasil karangannya didepan kelas. 15 menit Tanggung jawab dan Keberanian
Kegiatan Akhir (20 menit)
No Pengalaman Belajar Alokasi waktu Pendidikan Karakter
1. Melakukan tanya jawab sesuai materi yang telah disampaikan. 5 menit Keberanian
2. Guru memberikan latihan soal; 5 menit Tanggung jawab
3. Guru menarik kesimpulan dengan memberikan penguatan tentang materi yang telah disampaikan. 5 menit Tanggung jawab
4. Menutup pembelajaran dengan berdo’a. 5 menit
9. PENILAIAN
Penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran.
Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian
Teknik Bentuk Instrumen Contoh Instrumen
B. Indonesia
• Mencatat isi pesan
• Menjelaskan cirri-ciri tumbuhan dan binatang secara rinci (nama, cirri khasnya, suaranya, dimana hidupnya) dengan pilihan kata kalimat runtut.
• Menyalin kalimat cetak menjadi tegak bersambung sebanyak 5 kalimat.
IPA
• Menjelaskan kegunaan panas dan cahaya matahari dalam kehidupan sehari-hari.
• Menyebutkan pengaruh panas dan cahaya matahari terhadap manusia.
• Memperagakan cara yang aman untuk menghindari pengaruh panas dan cahaya matahari, misalnya tidak menatap matahari secara langsung.
IPS
• Memberi contoh cara memelihara dan menjaga lingkungan alam sekitar.
• Menceritakan pengalaman membersihkan lingkungan disekitar rumah. Tertulis, lisan dan perbuatan
Isian, essay dan skala sikap B. Indonesia
• Bagaimana cara mencatat isi pesan
• Jelaskan ciri-ciri tumbuhan dan binatang secara rinci (nama, ciri khasnya, suaranya, dimana hidupnya) dengan pilihan kata kalimat yang runtut.
• Jelaskan cara menyalin kalimat cetak menjadi tegak bersambung sebanyak 5 kalimat
IPA
• Jelaskan kegunaan panas dan cahaya matahari dalam kehidupan sehari-hari.
• Sebutkan pengaruh panas dan cahaya matahari terhadap manusia.
• Peragakan cara yang aman untuk menghindari pengaruh panas dan cahaya matahari, misalnya tidak menatap matahari secara langsung.
IPS
• Sebutkan contoh cara memelihara dan menjaga lingkungan alam sekitar.
• Ceritakan pengalaman membersihkan lingkungan di sekitar rumah.
Lembara Penilaian
No Nama Siswa Performa Produk Jumlah Skor Nilai
Kerjasama Partisipasi
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
LEMBAR KERJA SISWA (LKS)
• B. Indonesia
Salin dan perbaiki penulisan kalimat berikut ini dengan menggunakan penggunaan huruf sambung dengan memperhatikan huruf kapital dan tanda titik !
1. pada hari minggu aku ikut ke pasar bersama ibu
2. sandy sedang membantu ayahnya bekerja di ladang
3. bibi ita pandai membuat kue
4. pak guru mengajari cara sholat yang benar
5. halim anak yang rajin menabung
Jawab:
1. Pada hari minggu aku ikut ke pasar bersama ibu
2. Sandy sedang membantu ayahnya bekerja di ladang
3. Bibi ita pandai membuat kue
4. Pak guru mengajari cara sholat yang benar
5. Halim anak yang rajin menabung
• Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar !
1. Apa kegunaan panas dan cahaya matahari bagi kehidupan?
2. Apa pengaruh panas dan cahaya matahari bagi manusia?
3. Bagaimana cara yang aman untuk menghindari dari panas dan cahaya matahari?
4. Bagaiman cara agar tanaman tidak layu karena terkena sinar mataharai?
5. Payung dan kacamata digunakan untuk?
Jawab:
1. Untuk menerangi bumi, mengeringkan baju dan fotosintesis pada tanaman.
2. Bisa membuat kulit manusia menjadi panas.
3. Menggunakan paying dan kacamata.
4. Disiram setiap pagi dan sore.
5. Menghindari dari panas dan cahaya matahari
• Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar !
1. Bagaimana cara membersihkan dan memelihara kebersihan dilingkungan sekitar?
2. Apa saja yang harus dibersihkan dilingkungan sekitar rumah?
3. Bagaimana cara melestarikan lingkungan?
4. Mengapa kita harus menjaga lingkungan?
5. Bagaimana jika lingkungan alam dibiarkan rusak?
Jawab:
1. Dengan cara membersihkan selokan yang ada disekitar rumah, dan membuang sampah pada tempatnya.
2. Rumah,tempat umum, kamar mandi, selokan, jalan dan lain-lain.
3. Dijaga dan dipelihara dengan selalu menjaga kebersihannya.
4. Agar tidak terjadi bencana seperti banjir, longsor dan pencemaran.
5. Akan terjadi bencana seperti longsor, banjir dan lain-lain.
CATATAN :
o Nilai akhir = (Jumlah skor : jumlah skor maksimal) x 10
Cirebon, Januari 2012
Mengetahui,
Guru Tematik Kelas II
(FENI AGUSTIANINGSIH)
NIM : 09064166
Minggu, 15 Januari 2012
“PERUBAHAN DAN KONFLIK SOSIAL
A. PERILAKU SOSIAL
Sebagai makhluk sosial, seorang individu sejak lahir hingga sepanjang hayatnya senantiasa berhubungan dengan individu lainnya atau dengan kata lain melakukan relasi interpersonal. Dalam relasi interpersonal itu ditandai dengan berbagai aktivitas tertentu, baik aktivitas yang dihasilkan berdasarkan naluriah semata atau justru melalui proses pembelajaran tertentu. Berbagai aktivitas individu dalam relasi interpersonal ini biasa disebut perilaku sosial.
Krech et. al. (1962:104-106) mengungkapkan bahwa untuk memahami perilaku sosial individu, dapat dilihat dari kecenderungan-kecenderungan ciri-ciri respon interpersonalnya, yang terdiri dari : (1) Kecenderungan Peranan (Role Disposition); yaitu kecenderungan yang mengacu kepada tugas, kewajiban dan posisi yang dimiliki seorang individu, (2) Kecenderungan Sosiometrik (Sociometric Disposition); yaitu kecenderungan yang bertautan dengan kesukaan, kepercayaan terhadap individu lain, dan (3) Ekspressi (Expression Disposition), yaitu kecenderungan yang bertautan dengan ekpresi diri dengan menampilkan kebiasaaan-kebiasaan khas (particular fashion).
Lebih jauh diuraikan pula bahwa dalam kecenderungan peranan (Role Disposition) terdapat pula empat kecenderungan yang bipolar, yaitu :
1. Ascendance-Social Timidity
Ascendance yaitu kecenderungan menampilkan keyakinan diri, dengan arah berlawanannya social timidity yaitu takut dan malu bila bergaul dengan orang lain, terutama yang belum dikenal.
2. Dominace-Submissive
Dominace yaitu kecenderungan untuk menguasai orang lain, dengan arah berlawanannya kecenderungan submissive, yaitu mudah menyerah dan tunduk pada perlakuan orang lain.
3. Social Initiative-Social Passivity
social initiative yaitu kecenderungan untuk memimpin orang lain, dengan arah yang berlawanannya social passivity yaitu kecenderungan pasif dan tak acuh.
4. Independent-Depence
Independent yaitu untuk bebas dari pengaruh orang lain, dengan arah berlawanannya dependence yaitu kecenderungan untuk bergantung pada orang lain
Dengan demikian, perilaku sosial individu dilihat dari kecenderungan peranan (role disposition) dapat dikatakan memadai, manakala menunjukkan ciri-ciri respons interpersonal sebagai berikut : (1) yakin akan kemampuannya dalam bergaul secara sosial; (2) memiliki pengaruh yang kuat terhadap teman sebaya; (3) mampu memimpin teman-teman dalam kelompok; dan (4) tidak mudah terpengaruh orang lain dalam bergaul. Sebaliknya, perilaku sosial individu dikatakan kurang atau tidak memadai manakala menunjukkan ciri-ciri respons interpersonal sebagai berikut : (1) kurang mampu bergaul secara sosial; (2) mudah menyerah dan tunduk pada perlakuan orang lain; (3) pasif dalam mengelola kelompok; dan (4) tergantung kepada orang lain bila akan melakukan suatu tindakan.
Kecenderungan-kecenderungan tersebut merupakan hasil dan pengaruh dari faktor konstitutsional, pertumbuhan dan perkembangan individu dalam lingkungan sosial tertentu dan pengalaman kegagalan dan keberhasilan berperilaku pada masa lampau.
Sementara itu, Buhler (Abin Syamsuddin Makmun, 2003) mengemukakan tahapan dan ciri-ciri perkembangan perilaku sosial individu sebagaimana dapat dilihat dalam tabel berikut :
Sebagai makhluk sosial, seorang individu sejak lahir hingga sepanjang hayatnya senantiasa berhubungan dengan individu lainnya atau dengan kata lain melakukan relasi interpersonal. Dalam relasi interpersonal itu ditandai dengan berbagai aktivitas tertentu, baik aktivitas yang dihasilkan berdasarkan naluriah semata atau justru melalui proses pembelajaran tertentu. Berbagai aktivitas individu dalam relasi interpersonal ini biasa disebut perilaku sosial.
Krech et. al. (1962:104-106) mengungkapkan bahwa untuk memahami perilaku sosial individu, dapat dilihat dari kecenderungan-kecenderungan ciri-ciri respon interpersonalnya, yang terdiri dari : (1) Kecenderungan Peranan (Role Disposition); yaitu kecenderungan yang mengacu kepada tugas, kewajiban dan posisi yang dimiliki seorang individu, (2) Kecenderungan Sosiometrik (Sociometric Disposition); yaitu kecenderungan yang bertautan dengan kesukaan, kepercayaan terhadap individu lain, dan (3) Ekspressi (Expression Disposition), yaitu kecenderungan yang bertautan dengan ekpresi diri dengan menampilkan kebiasaaan-kebiasaan khas (particular fashion).
Lebih jauh diuraikan pula bahwa dalam kecenderungan peranan (Role Disposition) terdapat pula empat kecenderungan yang bipolar, yaitu :
1. Ascendance-Social Timidity
Ascendance yaitu kecenderungan menampilkan keyakinan diri, dengan arah berlawanannya social timidity yaitu takut dan malu bila bergaul dengan orang lain, terutama yang belum dikenal.
2. Dominace-Submissive
Dominace yaitu kecenderungan untuk menguasai orang lain, dengan arah berlawanannya kecenderungan submissive, yaitu mudah menyerah dan tunduk pada perlakuan orang lain.
3. Social Initiative-Social Passivity
social initiative yaitu kecenderungan untuk memimpin orang lain, dengan arah yang berlawanannya social passivity yaitu kecenderungan pasif dan tak acuh.
4. Independent-Depence
Independent yaitu untuk bebas dari pengaruh orang lain, dengan arah berlawanannya dependence yaitu kecenderungan untuk bergantung pada orang lain
Dengan demikian, perilaku sosial individu dilihat dari kecenderungan peranan (role disposition) dapat dikatakan memadai, manakala menunjukkan ciri-ciri respons interpersonal sebagai berikut : (1) yakin akan kemampuannya dalam bergaul secara sosial; (2) memiliki pengaruh yang kuat terhadap teman sebaya; (3) mampu memimpin teman-teman dalam kelompok; dan (4) tidak mudah terpengaruh orang lain dalam bergaul. Sebaliknya, perilaku sosial individu dikatakan kurang atau tidak memadai manakala menunjukkan ciri-ciri respons interpersonal sebagai berikut : (1) kurang mampu bergaul secara sosial; (2) mudah menyerah dan tunduk pada perlakuan orang lain; (3) pasif dalam mengelola kelompok; dan (4) tergantung kepada orang lain bila akan melakukan suatu tindakan.
Kecenderungan-kecenderungan tersebut merupakan hasil dan pengaruh dari faktor konstitutsional, pertumbuhan dan perkembangan individu dalam lingkungan sosial tertentu dan pengalaman kegagalan dan keberhasilan berperilaku pada masa lampau.
Sementara itu, Buhler (Abin Syamsuddin Makmun, 2003) mengemukakan tahapan dan ciri-ciri perkembangan perilaku sosial individu sebagaimana dapat dilihat dalam tabel berikut :
1. Kanak-Kanak Awal ( 0 – 3)
Subyektif Segala sesuatu dilihat berdasarkan pandangan sendiri
2. Kritis I ( 3 – 4 )
Trozt Alter Pembantah, keras kepala
3. Kanak – Kanak Akhir ( 4 – 6 )
Masa Subyektif Menuju Masa Obyektif
Subyektif Segala sesuatu dilihat berdasarkan pandangan sendiri
2. Kritis I ( 3 – 4 )
Trozt Alter Pembantah, keras kepala
3. Kanak – Kanak Akhir ( 4 – 6 )
Masa Subyektif Menuju Masa Obyektif
Mulai bisa menyesuaikan diri dengan aturan
4. Anak Sekolah ( 6 – 12 )
Masa Obyektif Membandingkan dengan aturan – aturan
5. Kritis II ( 12 – 13 )
Masa Pre Puber Perilaku coba-coba, serba salah, ingin diuji
6. Remaja Awal ( 13 – 16 )
Masa Subyektif Menuju Masa Obyektif
4. Anak Sekolah ( 6 – 12 )
Masa Obyektif Membandingkan dengan aturan – aturan
5. Kritis II ( 12 – 13 )
Masa Pre Puber Perilaku coba-coba, serba salah, ingin diuji
6. Remaja Awal ( 13 – 16 )
Masa Subyektif Menuju Masa Obyektif
Mulai menyadari adanya kenyataan yang berbeda dengan sudut pandangnya
7. Remaja Akhir ( 16 – 18 )
Masa Obyektif Berperilaku sesuai dengan tuntutan masyarakat dan kemampuan dirinya
B. TINDAKAN SOSIAL
Dalam hidup bermasyarakat, kita pasti mengadakan hubungan dengan orang lain. Hubungan tersebut dalam sosiologi disebut interaksi sosial. Interaksi sosial merupakan intisari dari kehidupan sosial. Sebelum kita pelajari lebih jauh mengenai interaksi sosial, ada suatu hal yang mendasari terjadinya interaksi sosial, yaitu tindakan sosial. Apakah yang dimaksud dengan tindakan sosial dan apa saja bentukbentuknya? Lebih lengkap akan kita bahas berikut ini. Setiap hari kita melakukan tindakan dengan maksud dan tujuan tertentu. Tindakan itu umumnya berkaitan dengan orang lain, mengingat kodratmu sebagai makhluk sosial.
1. Pengertian Tindakan Sosial
Kita sebagai makhluk hidup senantiasa melakukan tindakantindakan untuk mencapai tujuan tertentu. Tindakan merupakan suatu perbuatan, perilaku, atau aksi yang dilakukan oleh manusia sepanjang hidupnya guna mencapai tujuan tertentu. Misalnya kamu les bahasa Inggris dengan tujuan agar kamu terampil dan mahir dalam berbahasa Inggris. Tidak semua tindakan manusia dapat dianggap sebagai tindakan sosial. Lalu tindakan yang bagaimanakah yang disebut dengan tindakan sosial? Perhatikan cerita berikut ini. "Suatu sore, Bintang duduk-duduk diteras depan sambil mendengarkan musik. Tiba-tiba ada seorang gadis cantik berambut panjang lewat di depan rumahnya. Dengan maksud untuk menggoda gadis itu, Bintang kemudian bersiul".
Dari cerita di atas, tindakan 'bersiul' yang dilakukan Bintang merupakan bentuk tindakan sosial. Mengapa? Bintang 'bersiul' karena ingin menggoda gadis cantik berambut panjang yang lewat di depan rumahnya. Dari situ, dapatkah kamu memberikan definisi mengenai tindakan sosial? Tindakan sosial adalah suatu tindakan yang dilakukan dengan berorientasi pada atau dipengaruhi oleh orang lain.
2. Jenis-Jenis Tindakan Sosial
Menurut Max Weber, tindakan sosial dapat digolongkan menjadi empat kelompok (tipe), yaitu tindakan rasional instrumental, tindakan rasional berorientasi nilai, tindakan tradisional, dan tindakan afeksi.
a. Tindakan Rasional Instrumental
Tindakan ini dilakukan seseorang dengan memperhitungkan kesesuaian antara cara yang digunakan dengan tujuan yang akan dicapai. Misalnya guna menunjang kegiatan belajarnya dan agar bisa memperoleh nilai yang baik, Fauzi memutuskan untuk membeli buku-buku pelajaran sekolah daripada komik.
b. Tindakan Rasional Berorientasi Nilai
Tindakan ini bersifat rasional dan memperhitungkan manfaatnya, tetapi tujuan yang hendak dicapai tidak terlalu dipentingkan oleh si pelaku. Pelaku hanya beranggapan bahwa yang paling penting tindakan itu termasuk dalam kriteria baik dan benar menurut ukuran dan penilaian masyarakat di sekitarnya. Misalnya menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya masing-masing.
c. Tindakan Tradisional
Tindakan ini merupakan tindakan yang tidak rasional. Seseorang melakukan tindakan hanya karena kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat tanpa menyadari alasannya atau membuat perencanaan terlebih dahulu mengenai tujuan dan cara yang akan digunakan. Misalnya berbagai upacara adat yang terdapat di masyarakat.
d. Tindakan Afektif
Tindakan ini sebagian besar dikuasai oleh perasaan atau emosi tanpa pertimbangan-pertimbangan akal budi. Seringkali tindakan ini dilakukan tanpa perencanaan matang dan tanpa kesadaran penuh. Jadi dapat dikatakan sebagai reaksi spontan atas suatu peristiwa. Contohnya tindakan meloncat-loncat karena kegirangan, menangis karena orang tuanya meninggal dunia, dan sebagainya.
C. INTERAKSI SOSIAL
a. Pengertian Interaksi Sosial
Manusia dalam hidup bermasyarakat, akan saling berhubungan dan saling membutuhkan satu sama lain. Kebutuhan itulah yang dapat menimbulkan suatu proses interaksi sosial.
Maryati dan Suryawati (2003) menyatakan bahwa, “Interaksi sosial adalah kontak atau hubungan timbal balik atau interstimulasi dan respons antar individu, antar kelompok atau antar individu dan kelompok” (p. 22). Pendapat lain dikemukakan oleh Murdiyatmoko dan Handayani (2004), “Interaksi sosial adalah hubungan antar manusia yang menghasilkan suatu proses pengaruh mempengaruhi yang menghasilkan hubungan tetap dan pada akhirnya memungkinkan pembentukan struktur sosial” (p. 50).
“Interaksi positif hanya mungkin terjadi apabila terdapat suasana saling mempercayai, menghargai, dan saling mendukung” (Siagian, 2004, p. 216).
Berdasarkan definisi di atas maka, penulis dapat menyimpulkan bahwa interaksi sosial adalah suatu hubungan antar sesama manusia yang saling mempengaruhi satu sama lain baik itu dalam hubungan antar individu, antar kelompok maupun atar individu dan kelompok.
7. Remaja Akhir ( 16 – 18 )
Masa Obyektif Berperilaku sesuai dengan tuntutan masyarakat dan kemampuan dirinya
B. TINDAKAN SOSIAL
Dalam hidup bermasyarakat, kita pasti mengadakan hubungan dengan orang lain. Hubungan tersebut dalam sosiologi disebut interaksi sosial. Interaksi sosial merupakan intisari dari kehidupan sosial. Sebelum kita pelajari lebih jauh mengenai interaksi sosial, ada suatu hal yang mendasari terjadinya interaksi sosial, yaitu tindakan sosial. Apakah yang dimaksud dengan tindakan sosial dan apa saja bentukbentuknya? Lebih lengkap akan kita bahas berikut ini. Setiap hari kita melakukan tindakan dengan maksud dan tujuan tertentu. Tindakan itu umumnya berkaitan dengan orang lain, mengingat kodratmu sebagai makhluk sosial.
1. Pengertian Tindakan Sosial
Kita sebagai makhluk hidup senantiasa melakukan tindakantindakan untuk mencapai tujuan tertentu. Tindakan merupakan suatu perbuatan, perilaku, atau aksi yang dilakukan oleh manusia sepanjang hidupnya guna mencapai tujuan tertentu. Misalnya kamu les bahasa Inggris dengan tujuan agar kamu terampil dan mahir dalam berbahasa Inggris. Tidak semua tindakan manusia dapat dianggap sebagai tindakan sosial. Lalu tindakan yang bagaimanakah yang disebut dengan tindakan sosial? Perhatikan cerita berikut ini. "Suatu sore, Bintang duduk-duduk diteras depan sambil mendengarkan musik. Tiba-tiba ada seorang gadis cantik berambut panjang lewat di depan rumahnya. Dengan maksud untuk menggoda gadis itu, Bintang kemudian bersiul".
Dari cerita di atas, tindakan 'bersiul' yang dilakukan Bintang merupakan bentuk tindakan sosial. Mengapa? Bintang 'bersiul' karena ingin menggoda gadis cantik berambut panjang yang lewat di depan rumahnya. Dari situ, dapatkah kamu memberikan definisi mengenai tindakan sosial? Tindakan sosial adalah suatu tindakan yang dilakukan dengan berorientasi pada atau dipengaruhi oleh orang lain.
2. Jenis-Jenis Tindakan Sosial
Menurut Max Weber, tindakan sosial dapat digolongkan menjadi empat kelompok (tipe), yaitu tindakan rasional instrumental, tindakan rasional berorientasi nilai, tindakan tradisional, dan tindakan afeksi.
a. Tindakan Rasional Instrumental
Tindakan ini dilakukan seseorang dengan memperhitungkan kesesuaian antara cara yang digunakan dengan tujuan yang akan dicapai. Misalnya guna menunjang kegiatan belajarnya dan agar bisa memperoleh nilai yang baik, Fauzi memutuskan untuk membeli buku-buku pelajaran sekolah daripada komik.
b. Tindakan Rasional Berorientasi Nilai
Tindakan ini bersifat rasional dan memperhitungkan manfaatnya, tetapi tujuan yang hendak dicapai tidak terlalu dipentingkan oleh si pelaku. Pelaku hanya beranggapan bahwa yang paling penting tindakan itu termasuk dalam kriteria baik dan benar menurut ukuran dan penilaian masyarakat di sekitarnya. Misalnya menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya masing-masing.
c. Tindakan Tradisional
Tindakan ini merupakan tindakan yang tidak rasional. Seseorang melakukan tindakan hanya karena kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat tanpa menyadari alasannya atau membuat perencanaan terlebih dahulu mengenai tujuan dan cara yang akan digunakan. Misalnya berbagai upacara adat yang terdapat di masyarakat.
d. Tindakan Afektif
Tindakan ini sebagian besar dikuasai oleh perasaan atau emosi tanpa pertimbangan-pertimbangan akal budi. Seringkali tindakan ini dilakukan tanpa perencanaan matang dan tanpa kesadaran penuh. Jadi dapat dikatakan sebagai reaksi spontan atas suatu peristiwa. Contohnya tindakan meloncat-loncat karena kegirangan, menangis karena orang tuanya meninggal dunia, dan sebagainya.
C. INTERAKSI SOSIAL
a. Pengertian Interaksi Sosial
Manusia dalam hidup bermasyarakat, akan saling berhubungan dan saling membutuhkan satu sama lain. Kebutuhan itulah yang dapat menimbulkan suatu proses interaksi sosial.
Maryati dan Suryawati (2003) menyatakan bahwa, “Interaksi sosial adalah kontak atau hubungan timbal balik atau interstimulasi dan respons antar individu, antar kelompok atau antar individu dan kelompok” (p. 22). Pendapat lain dikemukakan oleh Murdiyatmoko dan Handayani (2004), “Interaksi sosial adalah hubungan antar manusia yang menghasilkan suatu proses pengaruh mempengaruhi yang menghasilkan hubungan tetap dan pada akhirnya memungkinkan pembentukan struktur sosial” (p. 50).
“Interaksi positif hanya mungkin terjadi apabila terdapat suasana saling mempercayai, menghargai, dan saling mendukung” (Siagian, 2004, p. 216).
Berdasarkan definisi di atas maka, penulis dapat menyimpulkan bahwa interaksi sosial adalah suatu hubungan antar sesama manusia yang saling mempengaruhi satu sama lain baik itu dalam hubungan antar individu, antar kelompok maupun atar individu dan kelompok.
b. Macam - Macam Interaksi Sosial
Menurut Maryati dan Suryawati (2003) interaksi sosial dibagi menjadi tiga macam, yaitu (p. 23):
1. Interaksi antara individu dan individu
Dalam hubungan ini bisa terjadi interaksi positif ataupun negatif. Interaksi positif, jika jika hubungan yang terjadi saling menguntungkan. Interaksi negatif, jika hubungan timbal balik merugikan satu pihak atau keduanya (bermusuhan).
2. Interaksi antara individu dan kelompok
Interaksi ini pun dapat berlangsung secara positif maupun negatif. Bentuk interaksi sosial individu dan kelompok bermacam - macam sesuai situasi dan kondisinya.
3. Interaksi sosial antara kelompok dan kelompok
Interaksi sosial kelompok dan kelompok terjadi sebagai satu kesatuan bukan kehendak pribadi. Misalnya, kerja sama antara dua perusahaan untuk membicarakan suatu proyek.
c. Bentuk - Bentuk Interaksi Sosial
Berdasarkan pendapat menurut Tim Sosiologi (2002), interaksi sosial dikategorikan ke dalam dua bentuk, yaitu (p. 49) :
1. Interaksi sosial yang bersifat asosiatif, yakni yang mengarah kepada bentuk - bentuk asosiasi (hubungan atau gabungan) seperti :
a. Kerja sama
Adalah suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
b. Akomodasi
Adalah suatu proses penyesuaian sosial dalam interaksi antara pribadi dan kelompok - kelompok manusia untuk meredakan pertentangan.
c. Asimilasi
Adalah proses sosial yang timbul bila ada kelompok masyarakat dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda, saling bergaul secara intensif dalam jangka waktu lama, sehingga lambat laun kebudayaan asli mereka akan berubah sifat dan wujudnya membentuk kebudayaan baru sebagai kebudayaan campuran.
d. Akulturasi
Adalah proses sosial yang timbul, apabila suatu kelompok masyarakat manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur - unsur dari suatu kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga lambat laun unsur - unsur kebudayaan asing itu diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian dari
kebudayaan itu sendiri.
2. Interaksi sosial yang bersifat disosiatif, yakni yang mengarah kepada bentuk - bentuk pertentangan atau konflik, seperti :
a. Persaingan
Adalah suatu perjuangan yang dilakukan perorangan atau kelompok sosial tertentu, agar memperoleh kemenangan atau hasil secara kompetitif, tanpa menimbulkan ancaman atau benturan fisik di pihak lawannya.
b. Kontravensi
Adalah bentuk proses sosial yang berada di antara persaingan dan pertentangan atau konflik. Wujud kontravensi antara lain sikap tidak senang, baik secara tersembunyi maupun secara terang - terangan yang ditujukan terhadap perorangan atau kelompok atau terhadap unsur - unsur kebudayaan golongan tertentu. Sikap tersebut dapat berubah menjadi kebencian akan tetapi tidak sampai menjadi pertentangan atau konflik.
c. Konflik
Adalah proses sosial antar perorangan atau kelompok masyarakat tertentu, akibat adanya perbedaan paham dan kepentingan yang sangat mendasar, sehingga menimbulkan adanya semacam gap atau jurang pemisah yang mengganjal interaksi sosial di antara mereka yang bertikai tersebut.
d. Ciri - Ciri Interaksi Sosial
Menurut Tim Sosiologi (2002), ada empat ciri - ciri interaksi sosial, antara lain (p. 23) :
a. Jumlah pelakunya lebih dari satu orang
b. Terjadinya komunikasi di antara pelaku melalui kontak sosial
c. Mempunyai maksud atau tujuan yang jelas
d. Dilaksanakan melalui suatu pola sistem sosial tertentu
e. Syarat - Syarat Terjadinya Interaksi Sosial
Berdasarkan pendapat menurut Tim Sosiologi (2002), interaksi sosial dapat berlangsung jika memenuhi dua syarat di bawah ini, yaitu (p. 26) :
a. Kontak sosial
Adalah hubungan antara satu pihak dengan pihak lain yang merupakan awal terjadinya interaksi sosial, dan masing - masing pihak saling bereaksi antara satu dengan yang lain meski tidak harus bersentuhan secara fisik.
b. Komunikasi
Artinya berhubungan atau bergaul dengan orang lain.
D. PERUBAHAN SOSIAL
Setiap masyarakat dalam kehidupannya pasti mengalami perubahan-perubahan. Berdasarkan sifatnya, perubahan yang terjadi bukan hanya menuju ke arah kemajuan, namun dapat juga menuju ke arah kemunduran. Perubahan sosial yang terjadi memang telah ada sejak zaman dahulu. Ada kalanya perubahan-perubahan yang terjadi berlangsung demikian cepatnya, sehingga membingungkan manusia yang menghadapinya. Berikut ini beberapa ilmuwan yang mengungkapkan tentang batasan-batasan perubahan sosial. Gillin dan Gillin menyatakan bahwa perubahan sosial sebagai suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan kondisi geografis, kebudayaan, dinamika dan komposisi penduduk, ideologi, ataupun karena adanya penemuan-penemuan baru di dalam masyarakat.
Samuel Koenig menjelaskan bahwa perubahan sosial menunjuk pada modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia. Modifikasi-modifikasi tersebut terjadi karena sebab-sebab intern atau sebab-sebab ekstern. Selo Soemardjan menjelaskan bahwa perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang memengaruhi istem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial adalah perubahan unsur-unsur atau struktur sosial dan perilaku manusia dalam masyarakat dari keadaan tertentu ke keadaan yang lain.
1) Ciri-ciri Perubahan Sosial
Menurut para ahli sosiologi, terdapat beberapa prinsip yang menjadi perubahan sosial, antara lain meliputi:
1. Tidak ada masyarakat yang berhenti perkembangannya, karena setiap masyarakat dapat mengalami perubahan secara lambat atau cepat
2. Perubahan yang terjadi pada kelembagaan masyarakat tertentu akan diikuti oleh perubahan pada lembaga sosial yang lainnya karena sifatnya yang interdependen
3. Perubahan sosial yang cepat biasanya menimbulkan disorganisasi yang bersifat sementara di dalam proses penyesuaian diri. Disorganisasi akan diikuti oleh reorganisasi berupa pemantapan kaidah-kaidah baru
Perubahan sosial tidak dapat dibatasi dalam bidang kebendaan atau bidang spiritual saja karena keduanya terdapat hubungan timbal balik yang saling kait mengkait
2) Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial Budaya dan Penyebabnya
Perubahan sosial budaya dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk berikut ini.
1. Perubahan Lambat dan Perubahan Cepat
Perubahan lambat disebut juga evolusi. Perubahan tersebut terjadi karena usaha-usaha masyarakat dalam menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan dan kondisi-kondisi baru yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat. Contoh perubahan evolusi adalah perubahan pada struktur masyarakat. Suatu masyarakat pada masa tertentu bentuknya sangat sederhana, namun karena masyarakat mengalami perkembangan, maka bentuk yang sederhana tersebut akan berubah menjadi kompleks. Perubahan cepat disebut juga dengan revolusi, yaitu perubahan sosial mengenai unsur-unsur kehidupan atau lembaga-lembaga kemasyarakatan yang berlangsung relatif cepat. Seringkali perubahan revolusi diawali oleh munculnya konflik atau ketegangan dalam masyarakat, ketegangan-ketegangan tersebut sulit dihindari bahkan semakin berkembang dan tidak dapat dikendalikan. Terjadinya proses revolusi memerlukan persyaratan tertentu. Berikut ini beberapa persyaratan yang mendukung terciptanya revolusi.
a.Ada keinginan umum untuk mengadakan suatu perubahan.
b. Adanya seorang pemimpin atau sekelompok orang yang mampu memimpin masyarakat tersebut.
c. Harus bisa memanfaatkan momentum untuk melaksanakan revolusi.
d. Harus ada tujuan gerakan yang jelas dan dapat ditunjukkan kepada rakyat.
e. Kemampuan pemimpin dalam menampung, merumuskan, serta menegaskan rasa tidak puas masyarakat dan keinginan-keinginan yang diharapkan untuk dijadikan program dan arah gerakan revolusi.
Contoh perubahan secara revolusi adalah gerakan Revolusi Islam Iran pada tahun 1978-1979 yang berhasil menjatuhkan pemerintahan Syah Mohammad Reza Pahlevi yang otoriter dan mengubah sistem pemerintahan monarki menjadi sistem Republik Islam dengan Ayatullah Khomeini sebagai pemimpinnya.
2. Perubahan Kecil dan Perubahan Besar
Perubahan kecil adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau pengaruh yang berarti bagi masyarakat. Contoh perubahan kecil adalah perubahan mode rambut atau perubahan mode pakaian. Sebaliknya, perubahan besar adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang membawa pengaruh langsung atau pengaruh berarti bagi masyarakat. Contoh perubahan besar adalah dampak ledakan penduduk dan dampak industrialisasi bagi pola kehidupan masyarakat.
3. Perubahan yang Dikehendaki atau Direncanakan dan Perubahan yang Tidak Dikehendaki atau Tidak Direncanakan
Perubahan yang dikehendaki atau yang direncanakan merupakan perubahan yang telah diperkirakan atau direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak melakukan perubahan di masyarakat. Pihak-pihak tersebut dinamakan agent of change, yaitu seseorang atau sekelompok orang yang mendapat kepercayaan masyarakat untuk memimpin satu atau lebih lembaga-lembaga kemasyarakatan yang bertujuan untuk mengubah suatu sistem sosial. Contoh perubahan yang dikehendaki adalah pelaksanaan pembangunan atau perubahan tatanan pemerintahan, misalnya perubahan tata pemerintahan Orde Baru menjadi tata pemerintahan Orde Reformasi. Perubahan yang tidak dikehendaki atau yang tidak direncanakan merupakan perubahan yang terjadi di luar jangkauan pengawasan masyarakat dan dapat menyebabkan timbulnya akibat-akibat sosial yang tidak diharapkan.
Contoh perubahan yang tidak dikehendaki atau tidak direncanakan adalah munculnya berbagai peristiwa kerusuhan menjelang masa peralihan tatanan Orde Lama ke Orde Baru dan peralihan tatanan Orde Baru ke Orde Reformasi.
4. Sebab-Sebab Perubahan Sosial Budaya
Perubahan sosial dan kebudayaan di masyarakat dapat terjadi karena adanya sebab-sebab yang berasal dari masyarakat sendiri atau yang berasal dari luar masyarakat.
a . Sebab-Sebab yang Berasal dari Dalam Masyarakat (Sebab Intern)
Berikut ini sebab-sebab perubahan sosial yang bersumber dari dalam masyarakat (sebab intern)
1) Dinamika penduduk, yaitu pertambahan dan penurunan jumlah penduduk.
2) Adanya penemuan-penemuan baru yang berkembang di masyarakat, baik penemuan yang bersifat baru (discovery) ataupun penemuan baru yang bersifat menyempurnakan dari bentuk penemuan lama (invention).
3) Munculnya berbagai bentuk pertentangan (conflict) dalam masyarakat.
4) Terjadinya pemberontakan atau revolusi sehingga mampu menyulut terjadinya perubahan-perubahan besar. Misalnya, Revolusi Rusia (Oktober 1917) yang mampu menggulingkan pemerintahan kekaisaran dan mengubahnya menjadi sistem diktator proletariat yang dilandaskan pada doktrin Marxis. Revolusi tersebut menyebabkan perubahan yang mendasar, baik dari tatanan negara hingga tatanan dalam keluarga.
b . Sebab-Sebab yang Berasal dari Luar Masyarakat (Sebab Ekstern)
Perubahan sosial dan kebudayaan juga dapat terjadi karena adanya sebab-sebab yang berasal dari luar masyarakat (sebab ekstern). Berikut ini sebab-sebab yang berasal dari luar masyarakat.
1) Adanya pengaruh bencana alam. Kondisi ini terkadang memaksa masyarakat suatu daerah untuk mengungsi meninggalkan tanah kelahirannya. Apabila masyarakat tersebut mendiami tempat tinggal yang baru, maka mereka harus menyesuaikan diri dengan keadaan alam dan lingkungan yang baru tersebut. Hal ini kemungkinan besar juga dapat memengaruhi perubahan pada struktur dan pola kelembagaannya.
2) Adanya peperangan, baik perang saudara maupun perang antarnegara dapat me-nyebabkan perubahan, karena pihak yang menang biasanya akan dapat memaksakan ideologi dan kebudayaannya kepada pihak yang kalah.
3) Adanya pengaruh kebudayaan masyarakat lain. Bertemunya dua kebudayaan yang berbeda akan menghasilkan perubahan. Jika pengaruh suatu kebudayaan dapat diterima tanpa paksaan, maka disebut demonstration effect. Jika pengaruh suatu kebudayaan saling menolak, maka disebut cultural animosity. Jika suatu kebudayaan mempunyai taraf yang lebih tinggi dari kebudayaan lain, maka akan muncul proses imitasi yang lambat laun unsur-unsur kebudayaan asli dapat bergeser atau diganti oleh unsur-unsur kebudayaan baru tersebut.
3). Faktor Pendorong dan Penghambat Perubahan Sosial Budaya
1. Faktor-Faktor Pendorong Perubahan
a. Adanya Kontak dengan Kebudayaan Lain
Kontak dengan kebudayaan lain dapat menyebabkan manusia saling berinteraksi dan mampu menghimpun penemuan-penemuan baru yang telah dihasilkan. Penemuan-penemuan baru tersebut dapat berasal dari kebudayaan asing atau merupakan perpaduan antara budaya asing dengan budaya sendiri. Proses tersebut dapat mendorong pertumbuhan suatu kebudayaan dan memperkaya kebudayaan yang ada.
b.SistemPendidikanFormalyangMaju
Pendidikan memberikan nilai-nilai tertentu bagi manusia, terutama membuka pikiran dan mem-biasakan berpola pikir ilmiah, rasional, dan objektif. Hal ini akan memberikan kemampuan manusia untuk menilai apakah kebudayaan masyarakatnya dapat memenuhi perkembangan zaman atau tidak.
c.Sikap Menghargai Hasil Karya Orang Lain
Penghargaan terhadap hasil karya seseorang akan mendorong seseorang untuk berkarya lebih baik lagi, sehingga masyarakat akan semakin terpacu untuk menghasilkan karya-karya lain.
d.Toleransi terhadap Perbuatan yang Menyimpang
Penyimpangan sosial sejauh tidak melanggar hukum atau merupakan tindak pidana, dapat merupakan cikal bakal terjadinya perubahan sosial budaya.Untuk itu, toleransi dapat diberikan agarsemakin tercipta hal-hal baru yang kreatif.
e.Sistem Terbuka Masyarakat ( Open Stratification )
Sistem terbuka memungkinkan adanya gerak sosial vertikal atau horizontal yang lebih luas kepada anggota masyarakat. Masyarakat tidak lagi mempermasalahkan status sosial dalam menjalin hubungan dengan sesamanya. Hal ini membuka kesempatan kepada para individu untuk dapat mengembangkan kemampuan dirinya.
f . Heterogenitas Penduduk
Di dalam masyarakat heterogen yang mempunyai latar belakang budaya, ras, dan ideologi yang berbeda akan mudah terjadi pertentangan yang dapat menimbulkan kegoncangan sosial. Keadaan demikian merupakan pendorong terjadinya perubahan-perubahan baru dalam masyarakat dalam upayanya untuk mencapai keselarasan sosial.
g.Orientasi ke Masa Depan
Pemikiran yang selalu berorientasi ke masa depan akan membuat masyarakat selalu berpikir maju dan mendorong terciptanya penemuan-penemuan baru yang disesuaikan dengan perkembangan dan tuntutan zaman.
h. Ketidakpuasan Masyarakat terhadap Bidang-Bidang Tertentu
Ketidakpuasan yang berlangsung lama di kehidupan masyarakat dapat menimbulkan reaksi berupa perlawanan, pertentangan, dan gerakan revolusi untuk mengubahnya.
i . Nilai Bahwa Manusia Harus Senantiasa Berikhtiar untuk Memperbaiki Hidupnya
Ikhtiar harus selalu dilakukan manusia dalam upaya memenuhi kebutuhannya yang tidak terbatas dengan menggunakan sumber daya yang terbatas.
2. Faktor-Faktor Penghambat Perubahan
a. Kurangnya Hubungan dengan Masyarakat Lain
Kehidupan terasing menyebabkan suatu masyarakat tidak mengetahui perkembangan-perkembangan yang telah terjadi. Hal ini menyebabkan pola-pola pemikiran dan kehidupan masyarakat menjadi statis.
b . Terlambatnya Perkembangan Ilmu Pengetahuan
Kondisi ini dapat dikarenakan kehidupan masyarakat yang terasing dan tertutup, contohnya masyarakat pedalaman. Tapi mungkin juga karena masyarakat itu lama berada di bawah pengaruh masyarakat lain (terjajah).
c . Sikap Masyarakat yang Masih Sangat Tradisional
Sikap yang mengagung-agungkan tradisi dan masa lampau dapat membuat terlena dan sulit menerima kemajuan dan perubahan zaman. Lebih parah lagi jika masyarakat yang bersangkutan didominasi oleh golongan konservatif (kolot).
d . Rasa Takut Terjadinya Kegoyahan pada Integritas Kebudayaan
Integrasi kebudayaan seringkali berjalan tidak sempurna, kondisi seperti ini dikhawatirkan akan menggoyahkan pola kehidupan atau kebudayaan yang telah ada. Beberapa golongan masyarakat berupaya menghindari risiko ini dan tetap mempertahankan diri pada pola kehidupan atau kebudayaan yang telah ada.
e . Adanya Kepentingan-Kepentingan yang Telah Tertanam dengan Kuat ( Vested Interest Interest)
Organisasi sosial yang mengenal sistem lapisan strata akan menghambat terjadinya perubahan. Golongan masyarakat yang mempunyai kedudukan lebih tinggi tentunya akan mempertahankan statusnya tersebut. Kondisi inilah yang menyebabkan terhambatnya proses perubahan.
f . Adanya Sikap Tertutup dan Prasangka Terhadap Hal Baru (Asing)
Sikap yang demikian banyak dijumpai dalam masyarakat yang pernah dijajah oleh bangsa lain, misalnya oleh bangsa Barat. Mereka mencurigai semua hal yang berasal dari Barat karena belum bisa melupakan pengalaman pahit selama masa penjajahan, sehingga mereka cenderung menutup diri dari pengaruh-pengaruh asing.
g . Hambatan-Hambatan yang Bersifat Ideologis
Setiap usaha perubahan pada unsur-unsur kebudayaan rohaniah, biasanya diartikan sebagai usaha yang berlawanan dengan ideologi
masyarakat yang sudah menjadi dasar integrasi masyarakat tersebut.
h. Adat atau Kebiasaan yang Telah Mengakar
Adat atau kebiasaan merupakan pola-pola perilaku bagi anggota masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Adakalanya adat dan kebiasaan begitu kuatnya sehingga sulit untuk diubah. Hal ini merupakan bentuk halangan terhadap perkembangan dan perubahan kebudayaan. Misalnya, memotong padi dengan mesin dapat mempercepat proses pemanenan, namun karena adat dan kebiasaan masyarakat masih banyak yang menggunakan sabit atau ani-ani, maka mesin pemotong padi tidak akan digunakan.
i. Buruk dan Tidak Nilai Bahwa Hidup ini pada Hakikatnya
Mungkin Diperbaiki Pandangan tersebut adalah pandangan pesimistis. Masyarakat cenderung menerima kehidupan apa adanya dengan dalih suatu kehidupan telah diatur oleh Yang Mahakuasa. Pola pikir semacam ini tentu saja tidak akan memacu pekembangan kehidupan manusia.
4). Perilaku Masyarakat sebagai Akibat Adanya Perubahan Sosial Budaya
Perubahan sosial budaya akan mengubah adat, kebiasaan, cara pandang, bahkan ideologi suatu masyarakat. Telah dijelaskan di depan bahwa perubahan sosial budaya dapat mengarah pada hal-hal positif (kemajuan) dan hal-hal negatif (kemunduran). Hal ini tentu saja memengaruhi pola dan perilaku masyarakatnya. Berikut ini hal-hal positif atau bentuk kemajuan akibat adanya perubahan sosial budaya.
1. Memunculkan ide-ide budaya baru yang sesuai dengan perkembangan zaman.
2. Membentuk pola pikir masyarakat yang lebih ilmiah dan rasional.
3. Terciptanya penemuan-penemuan baru yang dapat membantu aktivitas manusia.
4. Munculnya tatanan kehidupan masyarakat baru yang lebih modern dan ideal.
Berikut ini hal-hal negatif atau bentuk ke-munduran akibat adanya perubahan sosial budaya.
1. Tergesernya bentuk-bentuk budaya nasional oleh budaya asing yang terkadang tidak sesuai dengan kaidah budaya-budaya nasional.
2. Adanya beberapa kelompok masyarakat yang mengalami ketertinggalan kemajuan budaya dan kemajuan zaman, baik dari sisi pola pikir ataupun dari sisi pola kehidupannya (cultural lag atau kesenjangan budaya).
3. Munculnya bentuk-bentuk penyimpangan sosial baru yang makin kompleks.
4. Lunturnya kaidah-kaidah atau norma budaya lama, misalnya lunturnya kesadaran bergotong-royong di dalam kehidupan masyarakat kota.
5). Sikap Kritis terhadap Pengaruh Perubahan Sosial dan Budaya
Apapun bentuk perubahan sosial budaya akan menghasilkan suatu bentuk, pola, dan kondisi kehidupan masyarakat yang baru. Kalian sebagai pelajar tentu harus bisa menentukan sikap terhadap dampak perubahan sosial budaya yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Sikap apriori yang berlebihan tentu saja tidak perlu kalian kedepankan, mengingat sikap tersebut merupakan salah satu penyebab terhambatnya proses perubahan sosial budaya yang berujung pada terhambatnya proses perkembangan masyarakat dan modernisasi. Demikian juga dengan sikap menerima setiap perubahan tanpa terkecuali. Sikap tersebut cenderung akan membuat kita meniru (imitasi) terhadap setiap perubahan sosial budaya yang terjadi, meskipun perubahan tersebut mengarah pada perubahan yang bersifat negatif. Kalian diharapkan mampu memiliki dan mengembangkan sikap kritis terhadap proses perubahan sosial budaya yang terjadi di masyarakat. Perubahan sosial budaya yang bersifat positif dapat kita terima untuk memperkaya khazanah kebudayaan bangsa kita, sebaliknya perubahan sosial budaya yang bersifat negatif harus kita saring dan kita cegah perkembangannya dalam kehidupan masyarakat kita. Dalam pelaksanaannya, kalian harus mampu mengikuti perkembangan zaman dengan memperluas pengetahuan dan teknologi yang semakin berkembang. Namun di sisi lain, nilai-nilai dan norma kehidupan bangsa yang luhur harus dapat terus kalian jaga dan lestarikan.
E. KONFLIK SOSIAL
Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
Tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.
Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Dengan dibawasertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.
Konflik bertentangan dengan integrasi. Konflik dan Integrasi berjalan sebagai sebuah siklus di masyarakat. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. sebaliknya, integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan konflik.
a) Definisi konflik
Ada beberapa pengertian konflik menurut beberapa ahli.
1. Menurut Taquiri dalam Newstorm dan Davis (1977), konflik merupakan warisan kehidupan sosial yang boleh berlaku dalam berbagai keadaan akibat daripada berbangkitnya keadaan ketidaksetujuan, kontroversi dan pertentangan di antara dua pihak atau lebih pihak secara berterusan.
2. Menurut Gibson, et al (1997: 437), hubungan selain dapat menciptakan kerjasama, hubungan saling tergantung dapat pula melahirkan konflik. Hal ini terjadi jika masing – masing komponen organisasi memiliki kepentingan atau tujuan sendiri – sendiri dan tidak bekerja sama satu sama lain.
3. Menurut Robbin (1996), keberadaan konflik dalam organisasi dalam organisasi ditentukan oleh persepsi individu atau kelompok. Jika mereka tidak menyadari adanya konflik di dalam organisasi maka secara umum konflik tersebut dianggap tidak ada. Sebaliknya, jika mereka mempersepsikan bahwa di dalam organisasi telah ada konflik maka konflik tersebut telah menjadi kenyataan.
b) Teori-teori konflik
Ada tiga teori konflik yang menonjol dalam ilmu sosial. Pertama adalah teori konflik C. Gerrtz, yaitu tentang primodialisme, kedua adalah teori konflik Karl. Marx, yaitu tentang pertentangan kelas, dan ketiga adalah teori konflik James Scott, yaitu tentang Patron Klien.
c) Faktor penyebab konflik
1) Perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan.
Setiap manusia adalah individu yang unik. Artinya, setiap orang memiliki pendirian dan perasaan yang berbeda-beda satu dengan lainnya. Perbedaan pendirian dan perasaan akan sesuatu hal atau lingkungan yang nyata ini dapat menjadi faktor penyebab konflik sosial, sebab dalam menjalani hubungan sosial, seseorang tidak selalu sejalan dengan kelompoknya. Misalnya, ketika berlangsung pentas musik di lingkungan pemukiman, tentu perasaan setiap warganya akan berbeda-beda. Ada yang merasa terganggu karena berisik, tetapi ada pula yang merasa terhibur.
2) Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda.
Seseorang sedikit banyak akan terpengaruh dengan pola-pola pemikiran dan pendirian kelompoknya. Pemikiran dan pendirian yang berbeda itu pada akhirnya akan menghasilkan perbedaan individu yang dapat memicu konflik.
3) Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok.
Manusia memiliki perasaan, pendirian maupun latar belakang kebudayaan yang berbeda. Oleh sebab itu, dalam waktu yang bersamaan, masing-masing orang atau kelompok memiliki kepentingan yang berbeda-beda. Kadang-kadang orang dapat melakukan hal yang sama, tetapi untuk tujuan yang berbeda-beda. Sebagai contoh, misalnya perbedaan kepentingan dalam hal pemanfaatan hutan. Para tokoh masyarakat menanggap hutan sebagai kekayaan budaya yang menjadi bagian dari kebudayaan mereka sehingga harus dijaga dan tidak boleh ditebang. Para petani menbang pohon-pohon karena dianggap sebagai penghalang bagi mereka untuk membuat kebun atau ladang. Bagi para pengusaha kayu, pohon-pohon ditebang dan kemudian kayunya diekspor guna mendapatkan uang dan membuka pekerjaan. Sedangkan bagi pecinta lingkungan, hutan adalah bagian dari lingkungan sehingga harus dilestarikan. Di sini jelas terlihat ada perbedaan kepentingan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya sehingga akan mendatangkan konflik sosial di masyarakat. Konflik akibat perbedaan kepentingan ini dapat pula menyangkut bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Begitu pula dapat terjadi antar kelompok atau antara kelompok dengan individu, misalnya konflik antara kelompok buruh dengan pengusaha yang terjadi karena perbedaan kepentingan di antara keduanya. Para buruh menginginkan upah yang memadai, sedangkan pengusaha menginginkan pendapatan yang besar untuk dinikmati sendiri dan memperbesar bidang serta volume usaha mereka.
4) Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.
Perubahan adalah sesuatu yang lazim dan wajar terjadi, tetapi jika perubahan itu berlangsung cepat atau bahkan mendadak, perubahan tersebut dapat memicu terjadinya konflik sosial. Misalnya, pada masyarakat pedesaan yang mengalami proses industrialisasi yang mendadak akan memunculkan konflik sosial sebab nilai-nilai lama pada masyarakat tradisional yang biasanya bercorak pertanian secara cepat berubah menjadi nilai-nilai masyarakat industri. Nilai-nilai yang berubah itu seperti nilai kegotongroyongan berganti menjadi nilai kontrak kerja dengan upah yang disesuaikan menurut jenis pekerjaannya. Hubungan kekerabatan bergeser menjadi hubungan struktural yang disusun dalam organisasi formal perusahaan. Nilai-nilai kebersamaan berubah menjadi individualis dan nilai-nilai tentang pemanfaatan waktu yang cenderung tidak ketat berubah menjadi pembagian waktu yang tegas seperti jadwal kerja dan istirahat dalam dunia industri. Perubahan-perubahan ini, jika terjadi seara cepat atau mendadak, akan membuat kegoncangan proses-proses sosial di masyarakat, bahkan akan terjadi upaya penolakan terhadap semua bentuk perubahan karena dianggap mengacaukan tatanan kehiodupan masyarakat yang telah ada.
d) Jenis-jenis konflik
Menurut Dahrendorf, konflik dibedakan menjadi 4 macam :
• konflik antara atau dalam peran sosial (intrapribadi), misalnya antara peranan-peranan dalam keluarga atau profesi (konflik peran (role))
• Konflik antara kelompok-kelompok sosial (antar keluarga, antar gank).
• Konflik kelompok terorganisir dan tidak terorganisir (polisi melawan massa).
• Koonflik antar satuan nasional (kampanye, perang saudara)
• Konflik antar atau tidak antar agama
• Konflik antar politik.
e) Akibat konflik
Hasil dari sebuah konflik adalah sebagai berikut :
• meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok (ingroup) yang mengalami konflik dengan kelompok lain.
• keretakan hubungan antar kelompok yang bertikai.
• perubahan kepribadian pada individu, misalnya timbulnya rasa dendam, benci, saling curiga dll.
• kerusakan harta benda dan hilangnya jiwa manusia.
• dominasi bahkan penaklukan salah satu pihak yang terlibat dalam konflik.
Para pakar teori telah mengklaim bahwa pihak-pihak yang berkonflik dapat memghasilkan respon terhadap konflik menurut sebuah skema dua-dimensi; pengertian terhadap hasil tujuan kita dan pengertian terhadap hasil tujuan pihak lainnya. Skema ini akan menghasilkan hipotesa sebagai berikut:
• Pengertian yang tinggi untuk hasil kedua belah pihak akan menghasilkan percobaan untuk mencari jalan keluar yang terbaik.
• Pengertian yang tinggi untuk hasil kita sendiri hanya akan menghasilkan percobaan untuk "memenangkan" konflik.
• Pengertian yang tinggi untuk hasil pihak lain hanya akan menghasilkan percobaan yang memberikan "kemenangan" konflik bagi pihak tersebut.
• Tiada pengertian untuk kedua belah pihak akan menghasilkan percobaan untuk menghindari konflik.
Sabtu, 14 Januari 2012
Ikhwan (Pria) sejati (-"_"-) *
Ikhwan sejati bukan dilihat dari suaranya yang lantang,tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran.
Ikhwan sejati bukan dilihat dari jumlah sahabat disekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa.
Ikhwan
sejati bukan dilihat dari bagaimana dia dihormati di tempat
kerja,tetapi bagaimana dia dihormati di dalam rumah oleh anggota
keluarganya.
Ikhwan sejati bukan dilihat dari kerasnya pukulan,tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan.
Ikhwan sejati bukan dilihat dari dadanya yang bidang,tetapi dari hati yang ada di balik itu.
Ikhwan
sejati bukan dilihat dari banyaknya akhwat/wanita yang memujanya,tetapi
dari komitmen terhadap akhwat/ wanita yang dicintainya.
Ikhwan sejati bukan dilihat dari jumlah barbel yang di bebankan,tetapi dari tabahnya dia menghadapi lika-liku kehidupan.
Ikhwan sejati bukan dilihat dari kerasnya dia membaca AL-QUR'AN,tetapi dari konsistennya menjalankan apa yang dia baca.
Jumat, 13 Januari 2012
HarapanKu
Bissmillahirahmanirrahiim...
Ya Allah.... Aku berdoa dan berharap untuk seorang pria yang menjadi bagian hidupku Seorang pria yang sungguh mencintaiMU lebih dari segala sesuatu Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri, tetapi untukMU Dan mengetahui bagi siapa dan untuk siapa dia hidup Sehingga hidupnya tidaklah sia sia dan otaknyapun cerdas Seorang yang tidak hanya sekedar memujaku, namun dia dapat juga menasehatiku bila ku berbuat salah atau khilap Seorang pria yang mencintaiku bukan karena kecantikanku, tetapi karna hatiku Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaiku dalam tiap waktu dan situasi Seorang pria yang dapat me,buatku merasa di hargai sebagai seorang wanita kala berada di sisinya Aku tidak meminta seorang pria yang sempurna Namun aku meminta seorang pria yang tidak sempurna, sehingga aku dapat membuatnya sempurna di mataMU Ya Allah... Buatlah aku menjadi seorang wanita yang dapat membuat seorang laki-laki bahagia Berikanlah aku sebuah hati, hati yang sungguh mencintaiMU sehingga aku dapat mencintainya dengan cintaMU Bukan mencintainya dengan sekedar cintaku Berikanlah aku mataMU sehingga aku dapat melihat banyak hal dalam dirinya Berikanlah aku mulutMU yang penuh dengan kata kata bijak dan pemberi semangat Sehingga aku selalu dapat mendukungnya setiap hari Berikanlah aku bibirMU dan aku akan selalu tersenyum kepadanya Kami bersyukur kepadaMU yang telah mempertemukan kami Telah memberi kami seorang yang dapat melengkapi hidup kami pada waktu yang tepat Yang akan membuat segalanya indah pada waktunya yang telah Engkau tentukan.
Jumat, 06 Januari 2012
Informasi Pendaftaran Mahasiswa Baru Jalur PMDP
Berikut ini kami sampaikan Formulir Pendaftaran Sipenmaru Jalur PMDP (Penelusuran Minat Dan Prestasi) Poltekkes Kemenkes Yogyakarta TA. 2012/2013. Sipenmaru Jalur PMDP hanya terbuka bagi calon mhs baru Program Studi Diploma III Gizi, Keperawatan Gigi dan Kesehatan Lingkungan.
A. Maksud dan tujuan
Memberi kemudahan bagi siswa SMA/MAN Jurusan IPA dan lulusan yang berprestasi menjadi mahasiswa baru Poltekkes Kemenkes Yogyakarta atau calon tenaga ahli Madya Kesehatan tanpa tes tertulis pada :
a. Jurusan Gizi
b. Jurusan Kesehatan Gigi dan
c. Jurusan Kesehatan Lingkungan
Langganan:
Postingan (Atom)