RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP) KELAS RANGKAP
Mata Pelajaran : 1. PKn
2. IPS
Materi Pokok : Kesehatan
Kelas / Semester : 2 / 1 , 3/ 1
Alokasi Waktu : 2 x 35 Menit (1 Kali Pertemuan)
1. STANDAR KOMPETENSI
PKn Kelas 2
- Menampilkan sikap cinta lingkungan
IPS Kelas 3
- Memahami lingkungan dan melaksanakan kerjasama disekitar rumah.
2. KOMPETENSI DASAR
PKn Kelas 2
- Mengenang pentingnya lingkungan alam seperti dunia tumbuhan dan dunia hewan.
IPS Kelas 3
- Memelihara lingkungan alam buatan disekitar rumah dan sekolah.
3. INDIKATOR
PKn Kelas 2
- Contoh lingkungan alam dan lingkungan buatan.
- Menceritakan keadaan lingkungan alam dan lingkungan buatan
disekitar rumahmu.
IPS Kelas 3
- Melakukan perawatan lingkungan sekitar rumah.
4. TUJUAN PEMBELAJARAN
PKn Kelas 2
1. Siswa dapat mengetahui contoh lingkungan alam dan lingkungan buatan dengan benar.
2. Siswa dapat mengetahui arti dari lingkungan alam dan lingkungan buatan dengan benar.
IPS Kelas 3
1. Siswa dapat memahami materi tentang lingkungan alam dan lingkungan buatan, siswa dapat memahaminya.
2. Siswa dapat melakukan perawatan lingkungan disekitar rumah dengan benar.
5. MATERI
o MATERI POKOK
- Pokok materi : Lingkungan alam dan lingkungan buatan
- Lingkungan alam adalah lingkungan yang diciptakan oleh Tuhan
untuk manusia.
- Lingkungan buatan adalah lingkungan yang dibuat oleh manusia.
o MATERI AJAR
PKn Kelas 2
- Contoh lingkungan alam : Gunung, sungai, laut, dan hutan.
- Contoh lingkungan buatan : Rumah, gedung sekolah, jalan raya, dan jembatan.
IPS Kelas 3
Manfaat dari lingkungan alam dan lingkungan buatan yaitu sama-sama untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
- Cara memelihara lingkungan alam :
• Menjaga kebersihan
• Jangan menebang hutan sembarangan
• Merawat lingkungan
• Membuang sampah pada tempatnya
- Cara memelihara lingkungan buatan :
• Menjaga kebersihan rumah dengan cara menyapu
• Merawat gedung sekolah
• Menjaga kebersihan jalan raya
6. METODE PEMBELAJARAN
a. Ceramah
b. Diskusi
c. Latihan
d. Simulasi
7. SUMBER & ALAT
Sumber :
• Buku PKn kelas 2 untuk SD/MI, Percetakan Pusat Perbukuan, karangan Sajari, Suharto.
• Buku IPS Kelas 3 untuk SD/MI Percretakan Pusat Perbukuan, karangan
Muhammad Nursa’ban, Rusmawan.
Alat :
• Gambar lingkungan alam dan lingkungan bauatan.
8. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Awal (10 menit)
No Pengalaman Belajar Alokasi waktu Pendidikan Karakter
1. Membuka pembelajaran dengan berdo’a bersama, mengabsen, mengkondisikan anak serta menyiapkan bahan ajar.
5 menit
Disiplin
2. Melakukan tanya jawab tentang materi yang akan dibahas (pretest)
a. Siapa yang tadi pagi tidak mandi?
b. Dimana kita harus membuang sampah? 5 menit Keberanian
Kegiatan Inti (45 menit)
No Pengalaman Belajar Alokasi waktu Pendidikan Karakter
1. Guru menjelaskan tentang lingkungan alam dan lingkungan buatan kepada kelas 2 dan kelas 3. 10 menit Tanggung jawab
2. Siswa kelas 2 dan kelas 3 menyimak penjelasan dari guru. 5 menit Tekun dan Disiplin
3. Guru membagi siswa kedalam beberapa kelompok masing-masing 4 sampai 5 orang, dengan dipimpin 1 ketua kelompok yang ditunjuk sebagai tutor sebaya. 5 menit Disiplin
4. Siswa kelas 2 dan 3 masing-masing melakukan kerja kelompok / diskusi kelas, sedangkan siswa kelas 2 menyajikan hasil diskusi kelompoknya kepada guru. 10 menit Ketelitian dan Tekun
5. Siswa kelas 2 melaporkan hasil diskusi kelompok, sedangkan siswa kelas 3 menyajikan hasil kerja kelompoknya. 10 menit Tanggung jawab
6. Guru menarik kesimpulan hasil kerja kelompok siswa tentang materi yang telah disampaikan. 5 menit Keberanian
Kegiatan Akhir (15 menit)
No Pengalaman Belajar Alokasi waktu Pendidikan Karakter
1. Guru memberikan test akhir / post test 5 menit Keberanian
2. Guru memberikan penilaian 5 menit Tanggung jawab
3. Guru menarik kesimpulan dengan memberikan penguatan tentang materi yang telah disampaikan secara rinci. 5 menit Tanggung jawab
4. Guru memberikan pekerjaan rumah (PR) 5 menit Tanggung jawab
5. Menutup pembelajaran dengan memberikan pesan moral “Jagalah Lingkungan Sekitarmu” kemudian berdo’a. Tanggung jawab
9. PENILAIAN
Penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran.
a) Hasil Pembelajaran
Teknik : Tertulis
Bentuk Instrumen : Uraian
Prosedur : Post test
Soal : Terlampir
b) Proses Belajar
Lembar Kerja Siswa (LKS)
CATATAN :
Setiap jawaban yang benar diberi skor 1
Total skor = 10
Nilai = Perolehan skor x 100
Total skor
LEMBAR KERJA SISWA (LKS)
• PKn Kelas 2
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar !
1. Lingkungan alam adalah....
2. Lingkungan buatan adalah.....
3. Sebutkan contoh lingkungan alam!
4. Sebutkan contoh lingkungan buatan!
5. Apa manfaat lingkungan bagi makhluk hidup?
Jawab:
1. Lingkungan alam adalah lingkungan yang diciptakan oleh Tuhan
untuk manusia.
2. Lingkungan buatan adalah lingkungan yang dibuat oleh manusia.
3. Gunung, sungai, laut, dan hutan.
4. Rumah, gedung sekolah, jalan raya, dan jembatan.
5. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
• IPS Kelas 3
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar !
1. Bagaimana cara memelihara lingkungan alam?
2. Bagaimana cara memelihara lingkungan alam buatan?
3. Bagaimana cara merawat lingkungan?
4. Setiap berapa kali sekali kamu membersihkan halaman dilingkungan rumahmu?
5. Bagaimana keadaan lingkungan dirumahmu?
Jawab:
1. Cara memelihara lingkungan alam :
• Menjaga kebersihan
• Jangan menebang hutan sembarangan
• Merawat lingkungan
• Membuang sampah pada tempatnya
2. Cara memelihara lingkungan buatan :
• Menjaga kebersihan rumah dengan cara menyapu
• Merawat gedung sekolah
• Menjaga kebersihan jalan raya
3. Dengan tidak membuang sampah sembarang dan selalu membersihkan lingkungan sekitar.
4. Setiap hari
5. Keadaan lingkungan dirumahku sudah bersih karena aku selalu membersihkannya setiap hari.
Cirebon, Januari 2012
Mahasiswa
FENI AGUSTIANINGSIH
NIM. 090641166
Selasa, 07 Februari 2012
Kamis, 02 Februari 2012
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tematik
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP) TEMATIK
Mata Pelajaran : TEMATIK
Materi Pokok : Kesehatan
Kelas / Semester : II (Dua) / II (Dua)
Alokasi Waktu : 4 x 35 Menit (1 Kali Pertemuan)
1. STANDAR KOMPETENSI
B. Indonesia
a. Memahami pesan pendek dan dongeng yang dilisankan.
b. Mengungkapkan secara lisan beberapa informasi dengan mendeskripsikan benda dengan bercerita.
c. Menyalin puisi anak dengan huruf tegak bersambung yang rapi.
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
a. Memahami peristiwa alam dan pengaruh matahari dalam kehidupan sehari-hari.
Ilmu Pengetahuan Sosial(IPS)
a. Memahami kedudukan peran dan anggota dalam keluarga dan lingkungan tetangga.
2. KOMPETENSI DASAR
B. Indonesia
a. Menyampaikan cerita pendek yang didengarkannya kepada orang lain.
b. Mendeskripsikan tumbuhan atau binatang disekitar sesuai cirri-cirinya dengan menggunakan kalimat yang mudah dipahami orang lain.
c. Menyalin puisi anak dengan huruf tegak bersambung yang rapi.
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
a. Mendeskripsikan kegunaan panas dan cahaya matahari dalam kehidupan sehari-hari.
Ilmu Pengetahuan Sosial(IPS)
a. Memberi contoh bentul-bentuk kerjasama dilingkungan tatangga.
3. INDIKATOR
B. Indonesia
a. Mencatat isi pesan
b. Menjelaskan ciri-ciri tumbuhan dan binatang secara rinci (nama, ciri khasnya, suaranya, dimana hidupnya) dengan pilihan kata kalimat runtut.
c. Menyalin kalimat cetak menjadi tegak bersambung sebanyak 5 kalimat.
Ilmu Pengatahuan Alam (IPA)
a. Menjelaskan kegunaan panas dan cahaya matahari dalam kehidupan sehari-hari.
b. Menyebutkan pengaruh panas dan cahaya matahari terhadap manusia.
c. Memperagakan cara yang aman untuk menghindari pengaruh panas dan cahaya matahari, misalnya tidak menatap matahari secara langsung.
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
a. Memberi contoh cara memelihara dan menjaga lingkungan alam sekitar.
b. Menceritakan pengalaman membersihkan lingkungan disekitar rumah.
4. TUJUAN PEMBELAJARAN
B. Indonesia
a. Siswa dapat mencatat isi pesan tentang kesehatan dengan benar.
b. Siswa dapat menjelaskan ciri-ciri binatang secara rinci.
c. Siswa dapat menyalin kalimat dengan tulisan tegak bersambung dengan benar.
Ilmu Pengatahuan Alam (IPA)
a. Siswa dapat menyebutkan kegunaan pansa dan cahaya matahari bagi kehidupan manusia dengan benar.
b. Siswa dapat menguraikan pengaruh yang timbul dari cahaya matahari pada manusia dengan benar.
c. Siswa dapat memperagakan alat yang dapat menghindari dari pengaruh buruk sinar matahari dengan benar.
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
a. Siswa dapat menyebutkan beberapa contoh cara memelihara lingkungan dengan benar.
b. Siswa dapat mengungkapkan pengalaman tentang cara membersihkan lingkungan sekitar dengan benar.
c. Siswa dapat mempraktekkan cara bekerja sama memelihara dan membersihkan lingkungan dengan benar.
5. MATERI
o MATERI POKOK
a. Membaca dan menulis kalimat sederhana.
b. Sumber energi dan kegunaannya.
c. Pengaruh sinar matahari terhadap kondisi alam dan lingkungan di bumi.
d. Kebersihan lingkungan di sekitar rumah.
o MATERI AJAR
B. Indonesia
Orang tuamu tentu sering berpesan kepadamu. Pesan orang tua untuk kebaikanmu. Misalnya, jangan jajan sembarangan, jangan minum es saat hujan, belajar yang baik disekolah dan lain sebagainya.
IPA
Cahaya matahari pagi sngat baik untuk kesehatan. Kita berjemur untuk kesehatan kulit dan tulang. Siang hari matahari sangat terang dan panas, kita bisa melihat dengan jelas semua benda dan tidak perlu menggunakan alat Bantu seperti lilin atau lampu. Manfaat cahaya matahari sangat banyak, kita dapat menjemur pakaian, kita dapat mengeringkan bahan makanan, tumbuhan membuat makanannya dengan bantuan cahaya matahari. Tanpa cahaya matahari tumbuhan akan mati. Matahari juga berguna untuk menyehatkan tulang dan kulit manusia.
Siang hari yang panas dan terik mengakibatkan mata kita silau. Sinar matahari langsung dapat merusak mata. Kita harus menggunakan kacamata berwarna gelap, agar tidak kepanasan kita memakai topi atau payung. Sekarang banyak bentuk dan warna topi semuanya menarik. Payung juga terdapat berbagai ukuran dan bentuk. Penggunaannya tergantung pada kebutuhan. Kita harus terlindung dari cahaya matahari secara langsung karena dapat merusak kulit.
IPS
Tumbuh-tumbuhan yang hidup di hutan dan di pegunungan dapat berfungsi untuk melestarikan air, udara, dan tanah. Akar tumbuhan dapat berfungsi sebagai penahan air, sehingga tidak akan terjadi banjir dan erosi pada saat hujan deras. Erosi dan banjir menyebabkan lapisan tanah paling atas akan ikut hanyut. Padahal lapisan tanah paling atas adalah yang paling subur. Hutan juga disebut dengan paru-paru dunia. Tumbuhan yang ada di hutan menghasilkan oksigen dan menyerap karbon dioksida. Hal ini terjadi pada saat tumbuhan melakukan proses fotosintesis. Oksigen diperlukan makhluk hidup untuk bernapas. Jadi kita tidak boleh membuang sampah sembarangan, tidak boleh menebang pohon sembarangan dan lain sebagainya.
6. METODE PEMBELAJARAN
a. Ceramah
b. Demonstrasi
c. Pemberian tugas / penugasan
d. Tanya jawab
7. SUMBER BELAJAR
a. Buku paket/ panduan
• B. Indonesia, Ismoyo & Romiyatun Pusat Perbukuan DEPDIKNAS Prov. Jawa Barat. Hal 40-48
• IPA/ Sains, E. Kuraesin & Rusli, PT.SARANA PANCA KARYA NUSA hal 57-66
• IPS, Lili S & Suhanda Effendi PT. SARANA PANCA KARYA NUSA hal 109-122
b. Buku sumber lain yang dapat menunjang proses belajar mengajar.
c. Alat peraga :- Kacamata hitam
- Topi
- Payung, dan lain-lain.
8. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Awal (20 menit)
No Pengalaman Belajar Alokasi waktu Pendidikan Karakter
1. Membuka pembelajaran dengan berdo’a bersama, mengabsen, mengkondisikan anak serta menyiapkan bahan ajar.
10 menit
Disiplin
2. Melakukan tanya jawab tentang materi yang akan dibahas (pretest)
a. Siapa yang tahu matahari terbit dari sebelah mana?
b. Apakah sumber energi alami dibumi? 10 menit Keberanian
Kegiatan Inti (100 menit)
No Pengalaman Belajar Alokasi waktu Pendidikan Karakter
1. Guru menjelaskan materi dan siswa mendengarkan. 10 menit Tanggung jawab
2. Dengan penjelasan guru, diharapkan siswa dapat mencatat isi pesan yang bertemakan kesehatan 10 menit Tekun dan Disiplin
3. Mempraktekkan kerjasma dalam memelihara dan membersihkan lingkungan. 10 menit Disiplin
4. Menyalin kalimat dengan huruf tegak bersambung. 15 menit Ketelitian dan Tekun
5. Guru menjelaskan tentang kegunaan panas dan cahaya matahari dalam kehidupan sehari-hari. 10 menit Tanggung jawab
6. Siswa menyebutkan kegunaan panas dan cahaya matahari dalam kehidupan sehari-hari bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. 10 menit Keberanian
7. Guru menjelaskan pengaruh yang timbul dari sinar matahari diantaranya yaitu jika badan terus menerus terkena sinar matahari akan menjadi hitam. Untuk menghindari itu maka perlu menggunakan pelindung seperti payung, kacamata dan yang lainnya. 20 menit Tanggung jawab
8. Guru menugaskan siswa untuk membuat karangan pendek tentang pengalamannya membersihkan lingkungan disekitar rumah, dan membacakan hasil karangannya didepan kelas. 15 menit Tanggung jawab dan Keberanian
Kegiatan Akhir (20 menit)
No Pengalaman Belajar Alokasi waktu Pendidikan Karakter
1. Melakukan tanya jawab sesuai materi yang telah disampaikan. 5 menit Keberanian
2. Guru memberikan latihan soal; 5 menit Tanggung jawab
3. Guru menarik kesimpulan dengan memberikan penguatan tentang materi yang telah disampaikan. 5 menit Tanggung jawab
4. Menutup pembelajaran dengan berdo’a. 5 menit
9. PENILAIAN
Penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran.
Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian
Teknik Bentuk Instrumen Contoh Instrumen
B. Indonesia
• Mencatat isi pesan
• Menjelaskan cirri-ciri tumbuhan dan binatang secara rinci (nama, cirri khasnya, suaranya, dimana hidupnya) dengan pilihan kata kalimat runtut.
• Menyalin kalimat cetak menjadi tegak bersambung sebanyak 5 kalimat.
IPA
• Menjelaskan kegunaan panas dan cahaya matahari dalam kehidupan sehari-hari.
• Menyebutkan pengaruh panas dan cahaya matahari terhadap manusia.
• Memperagakan cara yang aman untuk menghindari pengaruh panas dan cahaya matahari, misalnya tidak menatap matahari secara langsung.
IPS
• Memberi contoh cara memelihara dan menjaga lingkungan alam sekitar.
• Menceritakan pengalaman membersihkan lingkungan disekitar rumah. Tertulis, lisan dan perbuatan
Isian, essay dan skala sikap B. Indonesia
• Bagaimana cara mencatat isi pesan
• Jelaskan ciri-ciri tumbuhan dan binatang secara rinci (nama, ciri khasnya, suaranya, dimana hidupnya) dengan pilihan kata kalimat yang runtut.
• Jelaskan cara menyalin kalimat cetak menjadi tegak bersambung sebanyak 5 kalimat
IPA
• Jelaskan kegunaan panas dan cahaya matahari dalam kehidupan sehari-hari.
• Sebutkan pengaruh panas dan cahaya matahari terhadap manusia.
• Peragakan cara yang aman untuk menghindari pengaruh panas dan cahaya matahari, misalnya tidak menatap matahari secara langsung.
IPS
• Sebutkan contoh cara memelihara dan menjaga lingkungan alam sekitar.
• Ceritakan pengalaman membersihkan lingkungan di sekitar rumah.
Lembara Penilaian
No Nama Siswa Performa Produk Jumlah Skor Nilai
Kerjasama Partisipasi
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
LEMBAR KERJA SISWA (LKS)
• B. Indonesia
Salin dan perbaiki penulisan kalimat berikut ini dengan menggunakan penggunaan huruf sambung dengan memperhatikan huruf kapital dan tanda titik !
1. pada hari minggu aku ikut ke pasar bersama ibu
2. sandy sedang membantu ayahnya bekerja di ladang
3. bibi ita pandai membuat kue
4. pak guru mengajari cara sholat yang benar
5. halim anak yang rajin menabung
Jawab:
1. Pada hari minggu aku ikut ke pasar bersama ibu
2. Sandy sedang membantu ayahnya bekerja di ladang
3. Bibi ita pandai membuat kue
4. Pak guru mengajari cara sholat yang benar
5. Halim anak yang rajin menabung
• Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar !
1. Apa kegunaan panas dan cahaya matahari bagi kehidupan?
2. Apa pengaruh panas dan cahaya matahari bagi manusia?
3. Bagaimana cara yang aman untuk menghindari dari panas dan cahaya matahari?
4. Bagaiman cara agar tanaman tidak layu karena terkena sinar mataharai?
5. Payung dan kacamata digunakan untuk?
Jawab:
1. Untuk menerangi bumi, mengeringkan baju dan fotosintesis pada tanaman.
2. Bisa membuat kulit manusia menjadi panas.
3. Menggunakan paying dan kacamata.
4. Disiram setiap pagi dan sore.
5. Menghindari dari panas dan cahaya matahari
• Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar !
1. Bagaimana cara membersihkan dan memelihara kebersihan dilingkungan sekitar?
2. Apa saja yang harus dibersihkan dilingkungan sekitar rumah?
3. Bagaimana cara melestarikan lingkungan?
4. Mengapa kita harus menjaga lingkungan?
5. Bagaimana jika lingkungan alam dibiarkan rusak?
Jawab:
1. Dengan cara membersihkan selokan yang ada disekitar rumah, dan membuang sampah pada tempatnya.
2. Rumah,tempat umum, kamar mandi, selokan, jalan dan lain-lain.
3. Dijaga dan dipelihara dengan selalu menjaga kebersihannya.
4. Agar tidak terjadi bencana seperti banjir, longsor dan pencemaran.
5. Akan terjadi bencana seperti longsor, banjir dan lain-lain.
CATATAN :
o Nilai akhir = (Jumlah skor : jumlah skor maksimal) x 10
Cirebon, Januari 2012
Mengetahui,
Guru Tematik Kelas II
(FENI AGUSTIANINGSIH)
NIM : 09064166
(RPP) TEMATIK
Mata Pelajaran : TEMATIK
Materi Pokok : Kesehatan
Kelas / Semester : II (Dua) / II (Dua)
Alokasi Waktu : 4 x 35 Menit (1 Kali Pertemuan)
1. STANDAR KOMPETENSI
B. Indonesia
a. Memahami pesan pendek dan dongeng yang dilisankan.
b. Mengungkapkan secara lisan beberapa informasi dengan mendeskripsikan benda dengan bercerita.
c. Menyalin puisi anak dengan huruf tegak bersambung yang rapi.
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
a. Memahami peristiwa alam dan pengaruh matahari dalam kehidupan sehari-hari.
Ilmu Pengetahuan Sosial(IPS)
a. Memahami kedudukan peran dan anggota dalam keluarga dan lingkungan tetangga.
2. KOMPETENSI DASAR
B. Indonesia
a. Menyampaikan cerita pendek yang didengarkannya kepada orang lain.
b. Mendeskripsikan tumbuhan atau binatang disekitar sesuai cirri-cirinya dengan menggunakan kalimat yang mudah dipahami orang lain.
c. Menyalin puisi anak dengan huruf tegak bersambung yang rapi.
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
a. Mendeskripsikan kegunaan panas dan cahaya matahari dalam kehidupan sehari-hari.
Ilmu Pengetahuan Sosial(IPS)
a. Memberi contoh bentul-bentuk kerjasama dilingkungan tatangga.
3. INDIKATOR
B. Indonesia
a. Mencatat isi pesan
b. Menjelaskan ciri-ciri tumbuhan dan binatang secara rinci (nama, ciri khasnya, suaranya, dimana hidupnya) dengan pilihan kata kalimat runtut.
c. Menyalin kalimat cetak menjadi tegak bersambung sebanyak 5 kalimat.
Ilmu Pengatahuan Alam (IPA)
a. Menjelaskan kegunaan panas dan cahaya matahari dalam kehidupan sehari-hari.
b. Menyebutkan pengaruh panas dan cahaya matahari terhadap manusia.
c. Memperagakan cara yang aman untuk menghindari pengaruh panas dan cahaya matahari, misalnya tidak menatap matahari secara langsung.
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
a. Memberi contoh cara memelihara dan menjaga lingkungan alam sekitar.
b. Menceritakan pengalaman membersihkan lingkungan disekitar rumah.
4. TUJUAN PEMBELAJARAN
B. Indonesia
a. Siswa dapat mencatat isi pesan tentang kesehatan dengan benar.
b. Siswa dapat menjelaskan ciri-ciri binatang secara rinci.
c. Siswa dapat menyalin kalimat dengan tulisan tegak bersambung dengan benar.
Ilmu Pengatahuan Alam (IPA)
a. Siswa dapat menyebutkan kegunaan pansa dan cahaya matahari bagi kehidupan manusia dengan benar.
b. Siswa dapat menguraikan pengaruh yang timbul dari cahaya matahari pada manusia dengan benar.
c. Siswa dapat memperagakan alat yang dapat menghindari dari pengaruh buruk sinar matahari dengan benar.
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
a. Siswa dapat menyebutkan beberapa contoh cara memelihara lingkungan dengan benar.
b. Siswa dapat mengungkapkan pengalaman tentang cara membersihkan lingkungan sekitar dengan benar.
c. Siswa dapat mempraktekkan cara bekerja sama memelihara dan membersihkan lingkungan dengan benar.
5. MATERI
o MATERI POKOK
a. Membaca dan menulis kalimat sederhana.
b. Sumber energi dan kegunaannya.
c. Pengaruh sinar matahari terhadap kondisi alam dan lingkungan di bumi.
d. Kebersihan lingkungan di sekitar rumah.
o MATERI AJAR
B. Indonesia
Orang tuamu tentu sering berpesan kepadamu. Pesan orang tua untuk kebaikanmu. Misalnya, jangan jajan sembarangan, jangan minum es saat hujan, belajar yang baik disekolah dan lain sebagainya.
IPA
Cahaya matahari pagi sngat baik untuk kesehatan. Kita berjemur untuk kesehatan kulit dan tulang. Siang hari matahari sangat terang dan panas, kita bisa melihat dengan jelas semua benda dan tidak perlu menggunakan alat Bantu seperti lilin atau lampu. Manfaat cahaya matahari sangat banyak, kita dapat menjemur pakaian, kita dapat mengeringkan bahan makanan, tumbuhan membuat makanannya dengan bantuan cahaya matahari. Tanpa cahaya matahari tumbuhan akan mati. Matahari juga berguna untuk menyehatkan tulang dan kulit manusia.
Siang hari yang panas dan terik mengakibatkan mata kita silau. Sinar matahari langsung dapat merusak mata. Kita harus menggunakan kacamata berwarna gelap, agar tidak kepanasan kita memakai topi atau payung. Sekarang banyak bentuk dan warna topi semuanya menarik. Payung juga terdapat berbagai ukuran dan bentuk. Penggunaannya tergantung pada kebutuhan. Kita harus terlindung dari cahaya matahari secara langsung karena dapat merusak kulit.
IPS
Tumbuh-tumbuhan yang hidup di hutan dan di pegunungan dapat berfungsi untuk melestarikan air, udara, dan tanah. Akar tumbuhan dapat berfungsi sebagai penahan air, sehingga tidak akan terjadi banjir dan erosi pada saat hujan deras. Erosi dan banjir menyebabkan lapisan tanah paling atas akan ikut hanyut. Padahal lapisan tanah paling atas adalah yang paling subur. Hutan juga disebut dengan paru-paru dunia. Tumbuhan yang ada di hutan menghasilkan oksigen dan menyerap karbon dioksida. Hal ini terjadi pada saat tumbuhan melakukan proses fotosintesis. Oksigen diperlukan makhluk hidup untuk bernapas. Jadi kita tidak boleh membuang sampah sembarangan, tidak boleh menebang pohon sembarangan dan lain sebagainya.
6. METODE PEMBELAJARAN
a. Ceramah
b. Demonstrasi
c. Pemberian tugas / penugasan
d. Tanya jawab
7. SUMBER BELAJAR
a. Buku paket/ panduan
• B. Indonesia, Ismoyo & Romiyatun Pusat Perbukuan DEPDIKNAS Prov. Jawa Barat. Hal 40-48
• IPA/ Sains, E. Kuraesin & Rusli, PT.SARANA PANCA KARYA NUSA hal 57-66
• IPS, Lili S & Suhanda Effendi PT. SARANA PANCA KARYA NUSA hal 109-122
b. Buku sumber lain yang dapat menunjang proses belajar mengajar.
c. Alat peraga :- Kacamata hitam
- Topi
- Payung, dan lain-lain.
8. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Awal (20 menit)
No Pengalaman Belajar Alokasi waktu Pendidikan Karakter
1. Membuka pembelajaran dengan berdo’a bersama, mengabsen, mengkondisikan anak serta menyiapkan bahan ajar.
10 menit
Disiplin
2. Melakukan tanya jawab tentang materi yang akan dibahas (pretest)
a. Siapa yang tahu matahari terbit dari sebelah mana?
b. Apakah sumber energi alami dibumi? 10 menit Keberanian
Kegiatan Inti (100 menit)
No Pengalaman Belajar Alokasi waktu Pendidikan Karakter
1. Guru menjelaskan materi dan siswa mendengarkan. 10 menit Tanggung jawab
2. Dengan penjelasan guru, diharapkan siswa dapat mencatat isi pesan yang bertemakan kesehatan 10 menit Tekun dan Disiplin
3. Mempraktekkan kerjasma dalam memelihara dan membersihkan lingkungan. 10 menit Disiplin
4. Menyalin kalimat dengan huruf tegak bersambung. 15 menit Ketelitian dan Tekun
5. Guru menjelaskan tentang kegunaan panas dan cahaya matahari dalam kehidupan sehari-hari. 10 menit Tanggung jawab
6. Siswa menyebutkan kegunaan panas dan cahaya matahari dalam kehidupan sehari-hari bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. 10 menit Keberanian
7. Guru menjelaskan pengaruh yang timbul dari sinar matahari diantaranya yaitu jika badan terus menerus terkena sinar matahari akan menjadi hitam. Untuk menghindari itu maka perlu menggunakan pelindung seperti payung, kacamata dan yang lainnya. 20 menit Tanggung jawab
8. Guru menugaskan siswa untuk membuat karangan pendek tentang pengalamannya membersihkan lingkungan disekitar rumah, dan membacakan hasil karangannya didepan kelas. 15 menit Tanggung jawab dan Keberanian
Kegiatan Akhir (20 menit)
No Pengalaman Belajar Alokasi waktu Pendidikan Karakter
1. Melakukan tanya jawab sesuai materi yang telah disampaikan. 5 menit Keberanian
2. Guru memberikan latihan soal; 5 menit Tanggung jawab
3. Guru menarik kesimpulan dengan memberikan penguatan tentang materi yang telah disampaikan. 5 menit Tanggung jawab
4. Menutup pembelajaran dengan berdo’a. 5 menit
9. PENILAIAN
Penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran.
Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian
Teknik Bentuk Instrumen Contoh Instrumen
B. Indonesia
• Mencatat isi pesan
• Menjelaskan cirri-ciri tumbuhan dan binatang secara rinci (nama, cirri khasnya, suaranya, dimana hidupnya) dengan pilihan kata kalimat runtut.
• Menyalin kalimat cetak menjadi tegak bersambung sebanyak 5 kalimat.
IPA
• Menjelaskan kegunaan panas dan cahaya matahari dalam kehidupan sehari-hari.
• Menyebutkan pengaruh panas dan cahaya matahari terhadap manusia.
• Memperagakan cara yang aman untuk menghindari pengaruh panas dan cahaya matahari, misalnya tidak menatap matahari secara langsung.
IPS
• Memberi contoh cara memelihara dan menjaga lingkungan alam sekitar.
• Menceritakan pengalaman membersihkan lingkungan disekitar rumah. Tertulis, lisan dan perbuatan
Isian, essay dan skala sikap B. Indonesia
• Bagaimana cara mencatat isi pesan
• Jelaskan ciri-ciri tumbuhan dan binatang secara rinci (nama, ciri khasnya, suaranya, dimana hidupnya) dengan pilihan kata kalimat yang runtut.
• Jelaskan cara menyalin kalimat cetak menjadi tegak bersambung sebanyak 5 kalimat
IPA
• Jelaskan kegunaan panas dan cahaya matahari dalam kehidupan sehari-hari.
• Sebutkan pengaruh panas dan cahaya matahari terhadap manusia.
• Peragakan cara yang aman untuk menghindari pengaruh panas dan cahaya matahari, misalnya tidak menatap matahari secara langsung.
IPS
• Sebutkan contoh cara memelihara dan menjaga lingkungan alam sekitar.
• Ceritakan pengalaman membersihkan lingkungan di sekitar rumah.
Lembara Penilaian
No Nama Siswa Performa Produk Jumlah Skor Nilai
Kerjasama Partisipasi
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
LEMBAR KERJA SISWA (LKS)
• B. Indonesia
Salin dan perbaiki penulisan kalimat berikut ini dengan menggunakan penggunaan huruf sambung dengan memperhatikan huruf kapital dan tanda titik !
1. pada hari minggu aku ikut ke pasar bersama ibu
2. sandy sedang membantu ayahnya bekerja di ladang
3. bibi ita pandai membuat kue
4. pak guru mengajari cara sholat yang benar
5. halim anak yang rajin menabung
Jawab:
1. Pada hari minggu aku ikut ke pasar bersama ibu
2. Sandy sedang membantu ayahnya bekerja di ladang
3. Bibi ita pandai membuat kue
4. Pak guru mengajari cara sholat yang benar
5. Halim anak yang rajin menabung
• Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar !
1. Apa kegunaan panas dan cahaya matahari bagi kehidupan?
2. Apa pengaruh panas dan cahaya matahari bagi manusia?
3. Bagaimana cara yang aman untuk menghindari dari panas dan cahaya matahari?
4. Bagaiman cara agar tanaman tidak layu karena terkena sinar mataharai?
5. Payung dan kacamata digunakan untuk?
Jawab:
1. Untuk menerangi bumi, mengeringkan baju dan fotosintesis pada tanaman.
2. Bisa membuat kulit manusia menjadi panas.
3. Menggunakan paying dan kacamata.
4. Disiram setiap pagi dan sore.
5. Menghindari dari panas dan cahaya matahari
• Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar !
1. Bagaimana cara membersihkan dan memelihara kebersihan dilingkungan sekitar?
2. Apa saja yang harus dibersihkan dilingkungan sekitar rumah?
3. Bagaimana cara melestarikan lingkungan?
4. Mengapa kita harus menjaga lingkungan?
5. Bagaimana jika lingkungan alam dibiarkan rusak?
Jawab:
1. Dengan cara membersihkan selokan yang ada disekitar rumah, dan membuang sampah pada tempatnya.
2. Rumah,tempat umum, kamar mandi, selokan, jalan dan lain-lain.
3. Dijaga dan dipelihara dengan selalu menjaga kebersihannya.
4. Agar tidak terjadi bencana seperti banjir, longsor dan pencemaran.
5. Akan terjadi bencana seperti longsor, banjir dan lain-lain.
CATATAN :
o Nilai akhir = (Jumlah skor : jumlah skor maksimal) x 10
Cirebon, Januari 2012
Mengetahui,
Guru Tematik Kelas II
(FENI AGUSTIANINGSIH)
NIM : 09064166
Minggu, 15 Januari 2012
“PERUBAHAN DAN KONFLIK SOSIAL
A. PERILAKU SOSIAL
Sebagai makhluk sosial, seorang individu sejak lahir hingga sepanjang hayatnya senantiasa berhubungan dengan individu lainnya atau dengan kata lain melakukan relasi interpersonal. Dalam relasi interpersonal itu ditandai dengan berbagai aktivitas tertentu, baik aktivitas yang dihasilkan berdasarkan naluriah semata atau justru melalui proses pembelajaran tertentu. Berbagai aktivitas individu dalam relasi interpersonal ini biasa disebut perilaku sosial.
Krech et. al. (1962:104-106) mengungkapkan bahwa untuk memahami perilaku sosial individu, dapat dilihat dari kecenderungan-kecenderungan ciri-ciri respon interpersonalnya, yang terdiri dari : (1) Kecenderungan Peranan (Role Disposition); yaitu kecenderungan yang mengacu kepada tugas, kewajiban dan posisi yang dimiliki seorang individu, (2) Kecenderungan Sosiometrik (Sociometric Disposition); yaitu kecenderungan yang bertautan dengan kesukaan, kepercayaan terhadap individu lain, dan (3) Ekspressi (Expression Disposition), yaitu kecenderungan yang bertautan dengan ekpresi diri dengan menampilkan kebiasaaan-kebiasaan khas (particular fashion).
Lebih jauh diuraikan pula bahwa dalam kecenderungan peranan (Role Disposition) terdapat pula empat kecenderungan yang bipolar, yaitu :
1. Ascendance-Social Timidity
Ascendance yaitu kecenderungan menampilkan keyakinan diri, dengan arah berlawanannya social timidity yaitu takut dan malu bila bergaul dengan orang lain, terutama yang belum dikenal.
2. Dominace-Submissive
Dominace yaitu kecenderungan untuk menguasai orang lain, dengan arah berlawanannya kecenderungan submissive, yaitu mudah menyerah dan tunduk pada perlakuan orang lain.
3. Social Initiative-Social Passivity
social initiative yaitu kecenderungan untuk memimpin orang lain, dengan arah yang berlawanannya social passivity yaitu kecenderungan pasif dan tak acuh.
4. Independent-Depence
Independent yaitu untuk bebas dari pengaruh orang lain, dengan arah berlawanannya dependence yaitu kecenderungan untuk bergantung pada orang lain
Dengan demikian, perilaku sosial individu dilihat dari kecenderungan peranan (role disposition) dapat dikatakan memadai, manakala menunjukkan ciri-ciri respons interpersonal sebagai berikut : (1) yakin akan kemampuannya dalam bergaul secara sosial; (2) memiliki pengaruh yang kuat terhadap teman sebaya; (3) mampu memimpin teman-teman dalam kelompok; dan (4) tidak mudah terpengaruh orang lain dalam bergaul. Sebaliknya, perilaku sosial individu dikatakan kurang atau tidak memadai manakala menunjukkan ciri-ciri respons interpersonal sebagai berikut : (1) kurang mampu bergaul secara sosial; (2) mudah menyerah dan tunduk pada perlakuan orang lain; (3) pasif dalam mengelola kelompok; dan (4) tergantung kepada orang lain bila akan melakukan suatu tindakan.
Kecenderungan-kecenderungan tersebut merupakan hasil dan pengaruh dari faktor konstitutsional, pertumbuhan dan perkembangan individu dalam lingkungan sosial tertentu dan pengalaman kegagalan dan keberhasilan berperilaku pada masa lampau.
Sementara itu, Buhler (Abin Syamsuddin Makmun, 2003) mengemukakan tahapan dan ciri-ciri perkembangan perilaku sosial individu sebagaimana dapat dilihat dalam tabel berikut :
Sebagai makhluk sosial, seorang individu sejak lahir hingga sepanjang hayatnya senantiasa berhubungan dengan individu lainnya atau dengan kata lain melakukan relasi interpersonal. Dalam relasi interpersonal itu ditandai dengan berbagai aktivitas tertentu, baik aktivitas yang dihasilkan berdasarkan naluriah semata atau justru melalui proses pembelajaran tertentu. Berbagai aktivitas individu dalam relasi interpersonal ini biasa disebut perilaku sosial.
Krech et. al. (1962:104-106) mengungkapkan bahwa untuk memahami perilaku sosial individu, dapat dilihat dari kecenderungan-kecenderungan ciri-ciri respon interpersonalnya, yang terdiri dari : (1) Kecenderungan Peranan (Role Disposition); yaitu kecenderungan yang mengacu kepada tugas, kewajiban dan posisi yang dimiliki seorang individu, (2) Kecenderungan Sosiometrik (Sociometric Disposition); yaitu kecenderungan yang bertautan dengan kesukaan, kepercayaan terhadap individu lain, dan (3) Ekspressi (Expression Disposition), yaitu kecenderungan yang bertautan dengan ekpresi diri dengan menampilkan kebiasaaan-kebiasaan khas (particular fashion).
Lebih jauh diuraikan pula bahwa dalam kecenderungan peranan (Role Disposition) terdapat pula empat kecenderungan yang bipolar, yaitu :
1. Ascendance-Social Timidity
Ascendance yaitu kecenderungan menampilkan keyakinan diri, dengan arah berlawanannya social timidity yaitu takut dan malu bila bergaul dengan orang lain, terutama yang belum dikenal.
2. Dominace-Submissive
Dominace yaitu kecenderungan untuk menguasai orang lain, dengan arah berlawanannya kecenderungan submissive, yaitu mudah menyerah dan tunduk pada perlakuan orang lain.
3. Social Initiative-Social Passivity
social initiative yaitu kecenderungan untuk memimpin orang lain, dengan arah yang berlawanannya social passivity yaitu kecenderungan pasif dan tak acuh.
4. Independent-Depence
Independent yaitu untuk bebas dari pengaruh orang lain, dengan arah berlawanannya dependence yaitu kecenderungan untuk bergantung pada orang lain
Dengan demikian, perilaku sosial individu dilihat dari kecenderungan peranan (role disposition) dapat dikatakan memadai, manakala menunjukkan ciri-ciri respons interpersonal sebagai berikut : (1) yakin akan kemampuannya dalam bergaul secara sosial; (2) memiliki pengaruh yang kuat terhadap teman sebaya; (3) mampu memimpin teman-teman dalam kelompok; dan (4) tidak mudah terpengaruh orang lain dalam bergaul. Sebaliknya, perilaku sosial individu dikatakan kurang atau tidak memadai manakala menunjukkan ciri-ciri respons interpersonal sebagai berikut : (1) kurang mampu bergaul secara sosial; (2) mudah menyerah dan tunduk pada perlakuan orang lain; (3) pasif dalam mengelola kelompok; dan (4) tergantung kepada orang lain bila akan melakukan suatu tindakan.
Kecenderungan-kecenderungan tersebut merupakan hasil dan pengaruh dari faktor konstitutsional, pertumbuhan dan perkembangan individu dalam lingkungan sosial tertentu dan pengalaman kegagalan dan keberhasilan berperilaku pada masa lampau.
Sementara itu, Buhler (Abin Syamsuddin Makmun, 2003) mengemukakan tahapan dan ciri-ciri perkembangan perilaku sosial individu sebagaimana dapat dilihat dalam tabel berikut :
1. Kanak-Kanak Awal ( 0 – 3)
Subyektif Segala sesuatu dilihat berdasarkan pandangan sendiri
2. Kritis I ( 3 – 4 )
Trozt Alter Pembantah, keras kepala
3. Kanak – Kanak Akhir ( 4 – 6 )
Masa Subyektif Menuju Masa Obyektif
Subyektif Segala sesuatu dilihat berdasarkan pandangan sendiri
2. Kritis I ( 3 – 4 )
Trozt Alter Pembantah, keras kepala
3. Kanak – Kanak Akhir ( 4 – 6 )
Masa Subyektif Menuju Masa Obyektif
Mulai bisa menyesuaikan diri dengan aturan
4. Anak Sekolah ( 6 – 12 )
Masa Obyektif Membandingkan dengan aturan – aturan
5. Kritis II ( 12 – 13 )
Masa Pre Puber Perilaku coba-coba, serba salah, ingin diuji
6. Remaja Awal ( 13 – 16 )
Masa Subyektif Menuju Masa Obyektif
4. Anak Sekolah ( 6 – 12 )
Masa Obyektif Membandingkan dengan aturan – aturan
5. Kritis II ( 12 – 13 )
Masa Pre Puber Perilaku coba-coba, serba salah, ingin diuji
6. Remaja Awal ( 13 – 16 )
Masa Subyektif Menuju Masa Obyektif
Mulai menyadari adanya kenyataan yang berbeda dengan sudut pandangnya
7. Remaja Akhir ( 16 – 18 )
Masa Obyektif Berperilaku sesuai dengan tuntutan masyarakat dan kemampuan dirinya
B. TINDAKAN SOSIAL
Dalam hidup bermasyarakat, kita pasti mengadakan hubungan dengan orang lain. Hubungan tersebut dalam sosiologi disebut interaksi sosial. Interaksi sosial merupakan intisari dari kehidupan sosial. Sebelum kita pelajari lebih jauh mengenai interaksi sosial, ada suatu hal yang mendasari terjadinya interaksi sosial, yaitu tindakan sosial. Apakah yang dimaksud dengan tindakan sosial dan apa saja bentukbentuknya? Lebih lengkap akan kita bahas berikut ini. Setiap hari kita melakukan tindakan dengan maksud dan tujuan tertentu. Tindakan itu umumnya berkaitan dengan orang lain, mengingat kodratmu sebagai makhluk sosial.
1. Pengertian Tindakan Sosial
Kita sebagai makhluk hidup senantiasa melakukan tindakantindakan untuk mencapai tujuan tertentu. Tindakan merupakan suatu perbuatan, perilaku, atau aksi yang dilakukan oleh manusia sepanjang hidupnya guna mencapai tujuan tertentu. Misalnya kamu les bahasa Inggris dengan tujuan agar kamu terampil dan mahir dalam berbahasa Inggris. Tidak semua tindakan manusia dapat dianggap sebagai tindakan sosial. Lalu tindakan yang bagaimanakah yang disebut dengan tindakan sosial? Perhatikan cerita berikut ini. "Suatu sore, Bintang duduk-duduk diteras depan sambil mendengarkan musik. Tiba-tiba ada seorang gadis cantik berambut panjang lewat di depan rumahnya. Dengan maksud untuk menggoda gadis itu, Bintang kemudian bersiul".
Dari cerita di atas, tindakan 'bersiul' yang dilakukan Bintang merupakan bentuk tindakan sosial. Mengapa? Bintang 'bersiul' karena ingin menggoda gadis cantik berambut panjang yang lewat di depan rumahnya. Dari situ, dapatkah kamu memberikan definisi mengenai tindakan sosial? Tindakan sosial adalah suatu tindakan yang dilakukan dengan berorientasi pada atau dipengaruhi oleh orang lain.
2. Jenis-Jenis Tindakan Sosial
Menurut Max Weber, tindakan sosial dapat digolongkan menjadi empat kelompok (tipe), yaitu tindakan rasional instrumental, tindakan rasional berorientasi nilai, tindakan tradisional, dan tindakan afeksi.
a. Tindakan Rasional Instrumental
Tindakan ini dilakukan seseorang dengan memperhitungkan kesesuaian antara cara yang digunakan dengan tujuan yang akan dicapai. Misalnya guna menunjang kegiatan belajarnya dan agar bisa memperoleh nilai yang baik, Fauzi memutuskan untuk membeli buku-buku pelajaran sekolah daripada komik.
b. Tindakan Rasional Berorientasi Nilai
Tindakan ini bersifat rasional dan memperhitungkan manfaatnya, tetapi tujuan yang hendak dicapai tidak terlalu dipentingkan oleh si pelaku. Pelaku hanya beranggapan bahwa yang paling penting tindakan itu termasuk dalam kriteria baik dan benar menurut ukuran dan penilaian masyarakat di sekitarnya. Misalnya menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya masing-masing.
c. Tindakan Tradisional
Tindakan ini merupakan tindakan yang tidak rasional. Seseorang melakukan tindakan hanya karena kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat tanpa menyadari alasannya atau membuat perencanaan terlebih dahulu mengenai tujuan dan cara yang akan digunakan. Misalnya berbagai upacara adat yang terdapat di masyarakat.
d. Tindakan Afektif
Tindakan ini sebagian besar dikuasai oleh perasaan atau emosi tanpa pertimbangan-pertimbangan akal budi. Seringkali tindakan ini dilakukan tanpa perencanaan matang dan tanpa kesadaran penuh. Jadi dapat dikatakan sebagai reaksi spontan atas suatu peristiwa. Contohnya tindakan meloncat-loncat karena kegirangan, menangis karena orang tuanya meninggal dunia, dan sebagainya.
C. INTERAKSI SOSIAL
a. Pengertian Interaksi Sosial
Manusia dalam hidup bermasyarakat, akan saling berhubungan dan saling membutuhkan satu sama lain. Kebutuhan itulah yang dapat menimbulkan suatu proses interaksi sosial.
Maryati dan Suryawati (2003) menyatakan bahwa, “Interaksi sosial adalah kontak atau hubungan timbal balik atau interstimulasi dan respons antar individu, antar kelompok atau antar individu dan kelompok” (p. 22). Pendapat lain dikemukakan oleh Murdiyatmoko dan Handayani (2004), “Interaksi sosial adalah hubungan antar manusia yang menghasilkan suatu proses pengaruh mempengaruhi yang menghasilkan hubungan tetap dan pada akhirnya memungkinkan pembentukan struktur sosial” (p. 50).
“Interaksi positif hanya mungkin terjadi apabila terdapat suasana saling mempercayai, menghargai, dan saling mendukung” (Siagian, 2004, p. 216).
Berdasarkan definisi di atas maka, penulis dapat menyimpulkan bahwa interaksi sosial adalah suatu hubungan antar sesama manusia yang saling mempengaruhi satu sama lain baik itu dalam hubungan antar individu, antar kelompok maupun atar individu dan kelompok.
7. Remaja Akhir ( 16 – 18 )
Masa Obyektif Berperilaku sesuai dengan tuntutan masyarakat dan kemampuan dirinya
B. TINDAKAN SOSIAL
Dalam hidup bermasyarakat, kita pasti mengadakan hubungan dengan orang lain. Hubungan tersebut dalam sosiologi disebut interaksi sosial. Interaksi sosial merupakan intisari dari kehidupan sosial. Sebelum kita pelajari lebih jauh mengenai interaksi sosial, ada suatu hal yang mendasari terjadinya interaksi sosial, yaitu tindakan sosial. Apakah yang dimaksud dengan tindakan sosial dan apa saja bentukbentuknya? Lebih lengkap akan kita bahas berikut ini. Setiap hari kita melakukan tindakan dengan maksud dan tujuan tertentu. Tindakan itu umumnya berkaitan dengan orang lain, mengingat kodratmu sebagai makhluk sosial.
1. Pengertian Tindakan Sosial
Kita sebagai makhluk hidup senantiasa melakukan tindakantindakan untuk mencapai tujuan tertentu. Tindakan merupakan suatu perbuatan, perilaku, atau aksi yang dilakukan oleh manusia sepanjang hidupnya guna mencapai tujuan tertentu. Misalnya kamu les bahasa Inggris dengan tujuan agar kamu terampil dan mahir dalam berbahasa Inggris. Tidak semua tindakan manusia dapat dianggap sebagai tindakan sosial. Lalu tindakan yang bagaimanakah yang disebut dengan tindakan sosial? Perhatikan cerita berikut ini. "Suatu sore, Bintang duduk-duduk diteras depan sambil mendengarkan musik. Tiba-tiba ada seorang gadis cantik berambut panjang lewat di depan rumahnya. Dengan maksud untuk menggoda gadis itu, Bintang kemudian bersiul".
Dari cerita di atas, tindakan 'bersiul' yang dilakukan Bintang merupakan bentuk tindakan sosial. Mengapa? Bintang 'bersiul' karena ingin menggoda gadis cantik berambut panjang yang lewat di depan rumahnya. Dari situ, dapatkah kamu memberikan definisi mengenai tindakan sosial? Tindakan sosial adalah suatu tindakan yang dilakukan dengan berorientasi pada atau dipengaruhi oleh orang lain.
2. Jenis-Jenis Tindakan Sosial
Menurut Max Weber, tindakan sosial dapat digolongkan menjadi empat kelompok (tipe), yaitu tindakan rasional instrumental, tindakan rasional berorientasi nilai, tindakan tradisional, dan tindakan afeksi.
a. Tindakan Rasional Instrumental
Tindakan ini dilakukan seseorang dengan memperhitungkan kesesuaian antara cara yang digunakan dengan tujuan yang akan dicapai. Misalnya guna menunjang kegiatan belajarnya dan agar bisa memperoleh nilai yang baik, Fauzi memutuskan untuk membeli buku-buku pelajaran sekolah daripada komik.
b. Tindakan Rasional Berorientasi Nilai
Tindakan ini bersifat rasional dan memperhitungkan manfaatnya, tetapi tujuan yang hendak dicapai tidak terlalu dipentingkan oleh si pelaku. Pelaku hanya beranggapan bahwa yang paling penting tindakan itu termasuk dalam kriteria baik dan benar menurut ukuran dan penilaian masyarakat di sekitarnya. Misalnya menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya masing-masing.
c. Tindakan Tradisional
Tindakan ini merupakan tindakan yang tidak rasional. Seseorang melakukan tindakan hanya karena kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat tanpa menyadari alasannya atau membuat perencanaan terlebih dahulu mengenai tujuan dan cara yang akan digunakan. Misalnya berbagai upacara adat yang terdapat di masyarakat.
d. Tindakan Afektif
Tindakan ini sebagian besar dikuasai oleh perasaan atau emosi tanpa pertimbangan-pertimbangan akal budi. Seringkali tindakan ini dilakukan tanpa perencanaan matang dan tanpa kesadaran penuh. Jadi dapat dikatakan sebagai reaksi spontan atas suatu peristiwa. Contohnya tindakan meloncat-loncat karena kegirangan, menangis karena orang tuanya meninggal dunia, dan sebagainya.
C. INTERAKSI SOSIAL
a. Pengertian Interaksi Sosial
Manusia dalam hidup bermasyarakat, akan saling berhubungan dan saling membutuhkan satu sama lain. Kebutuhan itulah yang dapat menimbulkan suatu proses interaksi sosial.
Maryati dan Suryawati (2003) menyatakan bahwa, “Interaksi sosial adalah kontak atau hubungan timbal balik atau interstimulasi dan respons antar individu, antar kelompok atau antar individu dan kelompok” (p. 22). Pendapat lain dikemukakan oleh Murdiyatmoko dan Handayani (2004), “Interaksi sosial adalah hubungan antar manusia yang menghasilkan suatu proses pengaruh mempengaruhi yang menghasilkan hubungan tetap dan pada akhirnya memungkinkan pembentukan struktur sosial” (p. 50).
“Interaksi positif hanya mungkin terjadi apabila terdapat suasana saling mempercayai, menghargai, dan saling mendukung” (Siagian, 2004, p. 216).
Berdasarkan definisi di atas maka, penulis dapat menyimpulkan bahwa interaksi sosial adalah suatu hubungan antar sesama manusia yang saling mempengaruhi satu sama lain baik itu dalam hubungan antar individu, antar kelompok maupun atar individu dan kelompok.
b. Macam - Macam Interaksi Sosial
Menurut Maryati dan Suryawati (2003) interaksi sosial dibagi menjadi tiga macam, yaitu (p. 23):
1. Interaksi antara individu dan individu
Dalam hubungan ini bisa terjadi interaksi positif ataupun negatif. Interaksi positif, jika jika hubungan yang terjadi saling menguntungkan. Interaksi negatif, jika hubungan timbal balik merugikan satu pihak atau keduanya (bermusuhan).
2. Interaksi antara individu dan kelompok
Interaksi ini pun dapat berlangsung secara positif maupun negatif. Bentuk interaksi sosial individu dan kelompok bermacam - macam sesuai situasi dan kondisinya.
3. Interaksi sosial antara kelompok dan kelompok
Interaksi sosial kelompok dan kelompok terjadi sebagai satu kesatuan bukan kehendak pribadi. Misalnya, kerja sama antara dua perusahaan untuk membicarakan suatu proyek.
c. Bentuk - Bentuk Interaksi Sosial
Berdasarkan pendapat menurut Tim Sosiologi (2002), interaksi sosial dikategorikan ke dalam dua bentuk, yaitu (p. 49) :
1. Interaksi sosial yang bersifat asosiatif, yakni yang mengarah kepada bentuk - bentuk asosiasi (hubungan atau gabungan) seperti :
a. Kerja sama
Adalah suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
b. Akomodasi
Adalah suatu proses penyesuaian sosial dalam interaksi antara pribadi dan kelompok - kelompok manusia untuk meredakan pertentangan.
c. Asimilasi
Adalah proses sosial yang timbul bila ada kelompok masyarakat dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda, saling bergaul secara intensif dalam jangka waktu lama, sehingga lambat laun kebudayaan asli mereka akan berubah sifat dan wujudnya membentuk kebudayaan baru sebagai kebudayaan campuran.
d. Akulturasi
Adalah proses sosial yang timbul, apabila suatu kelompok masyarakat manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur - unsur dari suatu kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga lambat laun unsur - unsur kebudayaan asing itu diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian dari
kebudayaan itu sendiri.
2. Interaksi sosial yang bersifat disosiatif, yakni yang mengarah kepada bentuk - bentuk pertentangan atau konflik, seperti :
a. Persaingan
Adalah suatu perjuangan yang dilakukan perorangan atau kelompok sosial tertentu, agar memperoleh kemenangan atau hasil secara kompetitif, tanpa menimbulkan ancaman atau benturan fisik di pihak lawannya.
b. Kontravensi
Adalah bentuk proses sosial yang berada di antara persaingan dan pertentangan atau konflik. Wujud kontravensi antara lain sikap tidak senang, baik secara tersembunyi maupun secara terang - terangan yang ditujukan terhadap perorangan atau kelompok atau terhadap unsur - unsur kebudayaan golongan tertentu. Sikap tersebut dapat berubah menjadi kebencian akan tetapi tidak sampai menjadi pertentangan atau konflik.
c. Konflik
Adalah proses sosial antar perorangan atau kelompok masyarakat tertentu, akibat adanya perbedaan paham dan kepentingan yang sangat mendasar, sehingga menimbulkan adanya semacam gap atau jurang pemisah yang mengganjal interaksi sosial di antara mereka yang bertikai tersebut.
d. Ciri - Ciri Interaksi Sosial
Menurut Tim Sosiologi (2002), ada empat ciri - ciri interaksi sosial, antara lain (p. 23) :
a. Jumlah pelakunya lebih dari satu orang
b. Terjadinya komunikasi di antara pelaku melalui kontak sosial
c. Mempunyai maksud atau tujuan yang jelas
d. Dilaksanakan melalui suatu pola sistem sosial tertentu
e. Syarat - Syarat Terjadinya Interaksi Sosial
Berdasarkan pendapat menurut Tim Sosiologi (2002), interaksi sosial dapat berlangsung jika memenuhi dua syarat di bawah ini, yaitu (p. 26) :
a. Kontak sosial
Adalah hubungan antara satu pihak dengan pihak lain yang merupakan awal terjadinya interaksi sosial, dan masing - masing pihak saling bereaksi antara satu dengan yang lain meski tidak harus bersentuhan secara fisik.
b. Komunikasi
Artinya berhubungan atau bergaul dengan orang lain.
D. PERUBAHAN SOSIAL
Setiap masyarakat dalam kehidupannya pasti mengalami perubahan-perubahan. Berdasarkan sifatnya, perubahan yang terjadi bukan hanya menuju ke arah kemajuan, namun dapat juga menuju ke arah kemunduran. Perubahan sosial yang terjadi memang telah ada sejak zaman dahulu. Ada kalanya perubahan-perubahan yang terjadi berlangsung demikian cepatnya, sehingga membingungkan manusia yang menghadapinya. Berikut ini beberapa ilmuwan yang mengungkapkan tentang batasan-batasan perubahan sosial. Gillin dan Gillin menyatakan bahwa perubahan sosial sebagai suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan kondisi geografis, kebudayaan, dinamika dan komposisi penduduk, ideologi, ataupun karena adanya penemuan-penemuan baru di dalam masyarakat.
Samuel Koenig menjelaskan bahwa perubahan sosial menunjuk pada modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia. Modifikasi-modifikasi tersebut terjadi karena sebab-sebab intern atau sebab-sebab ekstern. Selo Soemardjan menjelaskan bahwa perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang memengaruhi istem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial adalah perubahan unsur-unsur atau struktur sosial dan perilaku manusia dalam masyarakat dari keadaan tertentu ke keadaan yang lain.
1) Ciri-ciri Perubahan Sosial
Menurut para ahli sosiologi, terdapat beberapa prinsip yang menjadi perubahan sosial, antara lain meliputi:
1. Tidak ada masyarakat yang berhenti perkembangannya, karena setiap masyarakat dapat mengalami perubahan secara lambat atau cepat
2. Perubahan yang terjadi pada kelembagaan masyarakat tertentu akan diikuti oleh perubahan pada lembaga sosial yang lainnya karena sifatnya yang interdependen
3. Perubahan sosial yang cepat biasanya menimbulkan disorganisasi yang bersifat sementara di dalam proses penyesuaian diri. Disorganisasi akan diikuti oleh reorganisasi berupa pemantapan kaidah-kaidah baru
Perubahan sosial tidak dapat dibatasi dalam bidang kebendaan atau bidang spiritual saja karena keduanya terdapat hubungan timbal balik yang saling kait mengkait
2) Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial Budaya dan Penyebabnya
Perubahan sosial budaya dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk berikut ini.
1. Perubahan Lambat dan Perubahan Cepat
Perubahan lambat disebut juga evolusi. Perubahan tersebut terjadi karena usaha-usaha masyarakat dalam menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan dan kondisi-kondisi baru yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat. Contoh perubahan evolusi adalah perubahan pada struktur masyarakat. Suatu masyarakat pada masa tertentu bentuknya sangat sederhana, namun karena masyarakat mengalami perkembangan, maka bentuk yang sederhana tersebut akan berubah menjadi kompleks. Perubahan cepat disebut juga dengan revolusi, yaitu perubahan sosial mengenai unsur-unsur kehidupan atau lembaga-lembaga kemasyarakatan yang berlangsung relatif cepat. Seringkali perubahan revolusi diawali oleh munculnya konflik atau ketegangan dalam masyarakat, ketegangan-ketegangan tersebut sulit dihindari bahkan semakin berkembang dan tidak dapat dikendalikan. Terjadinya proses revolusi memerlukan persyaratan tertentu. Berikut ini beberapa persyaratan yang mendukung terciptanya revolusi.
a.Ada keinginan umum untuk mengadakan suatu perubahan.
b. Adanya seorang pemimpin atau sekelompok orang yang mampu memimpin masyarakat tersebut.
c. Harus bisa memanfaatkan momentum untuk melaksanakan revolusi.
d. Harus ada tujuan gerakan yang jelas dan dapat ditunjukkan kepada rakyat.
e. Kemampuan pemimpin dalam menampung, merumuskan, serta menegaskan rasa tidak puas masyarakat dan keinginan-keinginan yang diharapkan untuk dijadikan program dan arah gerakan revolusi.
Contoh perubahan secara revolusi adalah gerakan Revolusi Islam Iran pada tahun 1978-1979 yang berhasil menjatuhkan pemerintahan Syah Mohammad Reza Pahlevi yang otoriter dan mengubah sistem pemerintahan monarki menjadi sistem Republik Islam dengan Ayatullah Khomeini sebagai pemimpinnya.
2. Perubahan Kecil dan Perubahan Besar
Perubahan kecil adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau pengaruh yang berarti bagi masyarakat. Contoh perubahan kecil adalah perubahan mode rambut atau perubahan mode pakaian. Sebaliknya, perubahan besar adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang membawa pengaruh langsung atau pengaruh berarti bagi masyarakat. Contoh perubahan besar adalah dampak ledakan penduduk dan dampak industrialisasi bagi pola kehidupan masyarakat.
3. Perubahan yang Dikehendaki atau Direncanakan dan Perubahan yang Tidak Dikehendaki atau Tidak Direncanakan
Perubahan yang dikehendaki atau yang direncanakan merupakan perubahan yang telah diperkirakan atau direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak melakukan perubahan di masyarakat. Pihak-pihak tersebut dinamakan agent of change, yaitu seseorang atau sekelompok orang yang mendapat kepercayaan masyarakat untuk memimpin satu atau lebih lembaga-lembaga kemasyarakatan yang bertujuan untuk mengubah suatu sistem sosial. Contoh perubahan yang dikehendaki adalah pelaksanaan pembangunan atau perubahan tatanan pemerintahan, misalnya perubahan tata pemerintahan Orde Baru menjadi tata pemerintahan Orde Reformasi. Perubahan yang tidak dikehendaki atau yang tidak direncanakan merupakan perubahan yang terjadi di luar jangkauan pengawasan masyarakat dan dapat menyebabkan timbulnya akibat-akibat sosial yang tidak diharapkan.
Contoh perubahan yang tidak dikehendaki atau tidak direncanakan adalah munculnya berbagai peristiwa kerusuhan menjelang masa peralihan tatanan Orde Lama ke Orde Baru dan peralihan tatanan Orde Baru ke Orde Reformasi.
4. Sebab-Sebab Perubahan Sosial Budaya
Perubahan sosial dan kebudayaan di masyarakat dapat terjadi karena adanya sebab-sebab yang berasal dari masyarakat sendiri atau yang berasal dari luar masyarakat.
a . Sebab-Sebab yang Berasal dari Dalam Masyarakat (Sebab Intern)
Berikut ini sebab-sebab perubahan sosial yang bersumber dari dalam masyarakat (sebab intern)
1) Dinamika penduduk, yaitu pertambahan dan penurunan jumlah penduduk.
2) Adanya penemuan-penemuan baru yang berkembang di masyarakat, baik penemuan yang bersifat baru (discovery) ataupun penemuan baru yang bersifat menyempurnakan dari bentuk penemuan lama (invention).
3) Munculnya berbagai bentuk pertentangan (conflict) dalam masyarakat.
4) Terjadinya pemberontakan atau revolusi sehingga mampu menyulut terjadinya perubahan-perubahan besar. Misalnya, Revolusi Rusia (Oktober 1917) yang mampu menggulingkan pemerintahan kekaisaran dan mengubahnya menjadi sistem diktator proletariat yang dilandaskan pada doktrin Marxis. Revolusi tersebut menyebabkan perubahan yang mendasar, baik dari tatanan negara hingga tatanan dalam keluarga.
b . Sebab-Sebab yang Berasal dari Luar Masyarakat (Sebab Ekstern)
Perubahan sosial dan kebudayaan juga dapat terjadi karena adanya sebab-sebab yang berasal dari luar masyarakat (sebab ekstern). Berikut ini sebab-sebab yang berasal dari luar masyarakat.
1) Adanya pengaruh bencana alam. Kondisi ini terkadang memaksa masyarakat suatu daerah untuk mengungsi meninggalkan tanah kelahirannya. Apabila masyarakat tersebut mendiami tempat tinggal yang baru, maka mereka harus menyesuaikan diri dengan keadaan alam dan lingkungan yang baru tersebut. Hal ini kemungkinan besar juga dapat memengaruhi perubahan pada struktur dan pola kelembagaannya.
2) Adanya peperangan, baik perang saudara maupun perang antarnegara dapat me-nyebabkan perubahan, karena pihak yang menang biasanya akan dapat memaksakan ideologi dan kebudayaannya kepada pihak yang kalah.
3) Adanya pengaruh kebudayaan masyarakat lain. Bertemunya dua kebudayaan yang berbeda akan menghasilkan perubahan. Jika pengaruh suatu kebudayaan dapat diterima tanpa paksaan, maka disebut demonstration effect. Jika pengaruh suatu kebudayaan saling menolak, maka disebut cultural animosity. Jika suatu kebudayaan mempunyai taraf yang lebih tinggi dari kebudayaan lain, maka akan muncul proses imitasi yang lambat laun unsur-unsur kebudayaan asli dapat bergeser atau diganti oleh unsur-unsur kebudayaan baru tersebut.
3). Faktor Pendorong dan Penghambat Perubahan Sosial Budaya
1. Faktor-Faktor Pendorong Perubahan
a. Adanya Kontak dengan Kebudayaan Lain
Kontak dengan kebudayaan lain dapat menyebabkan manusia saling berinteraksi dan mampu menghimpun penemuan-penemuan baru yang telah dihasilkan. Penemuan-penemuan baru tersebut dapat berasal dari kebudayaan asing atau merupakan perpaduan antara budaya asing dengan budaya sendiri. Proses tersebut dapat mendorong pertumbuhan suatu kebudayaan dan memperkaya kebudayaan yang ada.
b.SistemPendidikanFormalyangMaju
Pendidikan memberikan nilai-nilai tertentu bagi manusia, terutama membuka pikiran dan mem-biasakan berpola pikir ilmiah, rasional, dan objektif. Hal ini akan memberikan kemampuan manusia untuk menilai apakah kebudayaan masyarakatnya dapat memenuhi perkembangan zaman atau tidak.
c.Sikap Menghargai Hasil Karya Orang Lain
Penghargaan terhadap hasil karya seseorang akan mendorong seseorang untuk berkarya lebih baik lagi, sehingga masyarakat akan semakin terpacu untuk menghasilkan karya-karya lain.
d.Toleransi terhadap Perbuatan yang Menyimpang
Penyimpangan sosial sejauh tidak melanggar hukum atau merupakan tindak pidana, dapat merupakan cikal bakal terjadinya perubahan sosial budaya.Untuk itu, toleransi dapat diberikan agarsemakin tercipta hal-hal baru yang kreatif.
e.Sistem Terbuka Masyarakat ( Open Stratification )
Sistem terbuka memungkinkan adanya gerak sosial vertikal atau horizontal yang lebih luas kepada anggota masyarakat. Masyarakat tidak lagi mempermasalahkan status sosial dalam menjalin hubungan dengan sesamanya. Hal ini membuka kesempatan kepada para individu untuk dapat mengembangkan kemampuan dirinya.
f . Heterogenitas Penduduk
Di dalam masyarakat heterogen yang mempunyai latar belakang budaya, ras, dan ideologi yang berbeda akan mudah terjadi pertentangan yang dapat menimbulkan kegoncangan sosial. Keadaan demikian merupakan pendorong terjadinya perubahan-perubahan baru dalam masyarakat dalam upayanya untuk mencapai keselarasan sosial.
g.Orientasi ke Masa Depan
Pemikiran yang selalu berorientasi ke masa depan akan membuat masyarakat selalu berpikir maju dan mendorong terciptanya penemuan-penemuan baru yang disesuaikan dengan perkembangan dan tuntutan zaman.
h. Ketidakpuasan Masyarakat terhadap Bidang-Bidang Tertentu
Ketidakpuasan yang berlangsung lama di kehidupan masyarakat dapat menimbulkan reaksi berupa perlawanan, pertentangan, dan gerakan revolusi untuk mengubahnya.
i . Nilai Bahwa Manusia Harus Senantiasa Berikhtiar untuk Memperbaiki Hidupnya
Ikhtiar harus selalu dilakukan manusia dalam upaya memenuhi kebutuhannya yang tidak terbatas dengan menggunakan sumber daya yang terbatas.
2. Faktor-Faktor Penghambat Perubahan
a. Kurangnya Hubungan dengan Masyarakat Lain
Kehidupan terasing menyebabkan suatu masyarakat tidak mengetahui perkembangan-perkembangan yang telah terjadi. Hal ini menyebabkan pola-pola pemikiran dan kehidupan masyarakat menjadi statis.
b . Terlambatnya Perkembangan Ilmu Pengetahuan
Kondisi ini dapat dikarenakan kehidupan masyarakat yang terasing dan tertutup, contohnya masyarakat pedalaman. Tapi mungkin juga karena masyarakat itu lama berada di bawah pengaruh masyarakat lain (terjajah).
c . Sikap Masyarakat yang Masih Sangat Tradisional
Sikap yang mengagung-agungkan tradisi dan masa lampau dapat membuat terlena dan sulit menerima kemajuan dan perubahan zaman. Lebih parah lagi jika masyarakat yang bersangkutan didominasi oleh golongan konservatif (kolot).
d . Rasa Takut Terjadinya Kegoyahan pada Integritas Kebudayaan
Integrasi kebudayaan seringkali berjalan tidak sempurna, kondisi seperti ini dikhawatirkan akan menggoyahkan pola kehidupan atau kebudayaan yang telah ada. Beberapa golongan masyarakat berupaya menghindari risiko ini dan tetap mempertahankan diri pada pola kehidupan atau kebudayaan yang telah ada.
e . Adanya Kepentingan-Kepentingan yang Telah Tertanam dengan Kuat ( Vested Interest Interest)
Organisasi sosial yang mengenal sistem lapisan strata akan menghambat terjadinya perubahan. Golongan masyarakat yang mempunyai kedudukan lebih tinggi tentunya akan mempertahankan statusnya tersebut. Kondisi inilah yang menyebabkan terhambatnya proses perubahan.
f . Adanya Sikap Tertutup dan Prasangka Terhadap Hal Baru (Asing)
Sikap yang demikian banyak dijumpai dalam masyarakat yang pernah dijajah oleh bangsa lain, misalnya oleh bangsa Barat. Mereka mencurigai semua hal yang berasal dari Barat karena belum bisa melupakan pengalaman pahit selama masa penjajahan, sehingga mereka cenderung menutup diri dari pengaruh-pengaruh asing.
g . Hambatan-Hambatan yang Bersifat Ideologis
Setiap usaha perubahan pada unsur-unsur kebudayaan rohaniah, biasanya diartikan sebagai usaha yang berlawanan dengan ideologi
masyarakat yang sudah menjadi dasar integrasi masyarakat tersebut.
h. Adat atau Kebiasaan yang Telah Mengakar
Adat atau kebiasaan merupakan pola-pola perilaku bagi anggota masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Adakalanya adat dan kebiasaan begitu kuatnya sehingga sulit untuk diubah. Hal ini merupakan bentuk halangan terhadap perkembangan dan perubahan kebudayaan. Misalnya, memotong padi dengan mesin dapat mempercepat proses pemanenan, namun karena adat dan kebiasaan masyarakat masih banyak yang menggunakan sabit atau ani-ani, maka mesin pemotong padi tidak akan digunakan.
i. Buruk dan Tidak Nilai Bahwa Hidup ini pada Hakikatnya
Mungkin Diperbaiki Pandangan tersebut adalah pandangan pesimistis. Masyarakat cenderung menerima kehidupan apa adanya dengan dalih suatu kehidupan telah diatur oleh Yang Mahakuasa. Pola pikir semacam ini tentu saja tidak akan memacu pekembangan kehidupan manusia.
4). Perilaku Masyarakat sebagai Akibat Adanya Perubahan Sosial Budaya
Perubahan sosial budaya akan mengubah adat, kebiasaan, cara pandang, bahkan ideologi suatu masyarakat. Telah dijelaskan di depan bahwa perubahan sosial budaya dapat mengarah pada hal-hal positif (kemajuan) dan hal-hal negatif (kemunduran). Hal ini tentu saja memengaruhi pola dan perilaku masyarakatnya. Berikut ini hal-hal positif atau bentuk kemajuan akibat adanya perubahan sosial budaya.
1. Memunculkan ide-ide budaya baru yang sesuai dengan perkembangan zaman.
2. Membentuk pola pikir masyarakat yang lebih ilmiah dan rasional.
3. Terciptanya penemuan-penemuan baru yang dapat membantu aktivitas manusia.
4. Munculnya tatanan kehidupan masyarakat baru yang lebih modern dan ideal.
Berikut ini hal-hal negatif atau bentuk ke-munduran akibat adanya perubahan sosial budaya.
1. Tergesernya bentuk-bentuk budaya nasional oleh budaya asing yang terkadang tidak sesuai dengan kaidah budaya-budaya nasional.
2. Adanya beberapa kelompok masyarakat yang mengalami ketertinggalan kemajuan budaya dan kemajuan zaman, baik dari sisi pola pikir ataupun dari sisi pola kehidupannya (cultural lag atau kesenjangan budaya).
3. Munculnya bentuk-bentuk penyimpangan sosial baru yang makin kompleks.
4. Lunturnya kaidah-kaidah atau norma budaya lama, misalnya lunturnya kesadaran bergotong-royong di dalam kehidupan masyarakat kota.
5). Sikap Kritis terhadap Pengaruh Perubahan Sosial dan Budaya
Apapun bentuk perubahan sosial budaya akan menghasilkan suatu bentuk, pola, dan kondisi kehidupan masyarakat yang baru. Kalian sebagai pelajar tentu harus bisa menentukan sikap terhadap dampak perubahan sosial budaya yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Sikap apriori yang berlebihan tentu saja tidak perlu kalian kedepankan, mengingat sikap tersebut merupakan salah satu penyebab terhambatnya proses perubahan sosial budaya yang berujung pada terhambatnya proses perkembangan masyarakat dan modernisasi. Demikian juga dengan sikap menerima setiap perubahan tanpa terkecuali. Sikap tersebut cenderung akan membuat kita meniru (imitasi) terhadap setiap perubahan sosial budaya yang terjadi, meskipun perubahan tersebut mengarah pada perubahan yang bersifat negatif. Kalian diharapkan mampu memiliki dan mengembangkan sikap kritis terhadap proses perubahan sosial budaya yang terjadi di masyarakat. Perubahan sosial budaya yang bersifat positif dapat kita terima untuk memperkaya khazanah kebudayaan bangsa kita, sebaliknya perubahan sosial budaya yang bersifat negatif harus kita saring dan kita cegah perkembangannya dalam kehidupan masyarakat kita. Dalam pelaksanaannya, kalian harus mampu mengikuti perkembangan zaman dengan memperluas pengetahuan dan teknologi yang semakin berkembang. Namun di sisi lain, nilai-nilai dan norma kehidupan bangsa yang luhur harus dapat terus kalian jaga dan lestarikan.
E. KONFLIK SOSIAL
Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
Tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.
Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Dengan dibawasertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.
Konflik bertentangan dengan integrasi. Konflik dan Integrasi berjalan sebagai sebuah siklus di masyarakat. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. sebaliknya, integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan konflik.
a) Definisi konflik
Ada beberapa pengertian konflik menurut beberapa ahli.
1. Menurut Taquiri dalam Newstorm dan Davis (1977), konflik merupakan warisan kehidupan sosial yang boleh berlaku dalam berbagai keadaan akibat daripada berbangkitnya keadaan ketidaksetujuan, kontroversi dan pertentangan di antara dua pihak atau lebih pihak secara berterusan.
2. Menurut Gibson, et al (1997: 437), hubungan selain dapat menciptakan kerjasama, hubungan saling tergantung dapat pula melahirkan konflik. Hal ini terjadi jika masing – masing komponen organisasi memiliki kepentingan atau tujuan sendiri – sendiri dan tidak bekerja sama satu sama lain.
3. Menurut Robbin (1996), keberadaan konflik dalam organisasi dalam organisasi ditentukan oleh persepsi individu atau kelompok. Jika mereka tidak menyadari adanya konflik di dalam organisasi maka secara umum konflik tersebut dianggap tidak ada. Sebaliknya, jika mereka mempersepsikan bahwa di dalam organisasi telah ada konflik maka konflik tersebut telah menjadi kenyataan.
b) Teori-teori konflik
Ada tiga teori konflik yang menonjol dalam ilmu sosial. Pertama adalah teori konflik C. Gerrtz, yaitu tentang primodialisme, kedua adalah teori konflik Karl. Marx, yaitu tentang pertentangan kelas, dan ketiga adalah teori konflik James Scott, yaitu tentang Patron Klien.
c) Faktor penyebab konflik
1) Perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan.
Setiap manusia adalah individu yang unik. Artinya, setiap orang memiliki pendirian dan perasaan yang berbeda-beda satu dengan lainnya. Perbedaan pendirian dan perasaan akan sesuatu hal atau lingkungan yang nyata ini dapat menjadi faktor penyebab konflik sosial, sebab dalam menjalani hubungan sosial, seseorang tidak selalu sejalan dengan kelompoknya. Misalnya, ketika berlangsung pentas musik di lingkungan pemukiman, tentu perasaan setiap warganya akan berbeda-beda. Ada yang merasa terganggu karena berisik, tetapi ada pula yang merasa terhibur.
2) Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda.
Seseorang sedikit banyak akan terpengaruh dengan pola-pola pemikiran dan pendirian kelompoknya. Pemikiran dan pendirian yang berbeda itu pada akhirnya akan menghasilkan perbedaan individu yang dapat memicu konflik.
3) Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok.
Manusia memiliki perasaan, pendirian maupun latar belakang kebudayaan yang berbeda. Oleh sebab itu, dalam waktu yang bersamaan, masing-masing orang atau kelompok memiliki kepentingan yang berbeda-beda. Kadang-kadang orang dapat melakukan hal yang sama, tetapi untuk tujuan yang berbeda-beda. Sebagai contoh, misalnya perbedaan kepentingan dalam hal pemanfaatan hutan. Para tokoh masyarakat menanggap hutan sebagai kekayaan budaya yang menjadi bagian dari kebudayaan mereka sehingga harus dijaga dan tidak boleh ditebang. Para petani menbang pohon-pohon karena dianggap sebagai penghalang bagi mereka untuk membuat kebun atau ladang. Bagi para pengusaha kayu, pohon-pohon ditebang dan kemudian kayunya diekspor guna mendapatkan uang dan membuka pekerjaan. Sedangkan bagi pecinta lingkungan, hutan adalah bagian dari lingkungan sehingga harus dilestarikan. Di sini jelas terlihat ada perbedaan kepentingan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya sehingga akan mendatangkan konflik sosial di masyarakat. Konflik akibat perbedaan kepentingan ini dapat pula menyangkut bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Begitu pula dapat terjadi antar kelompok atau antara kelompok dengan individu, misalnya konflik antara kelompok buruh dengan pengusaha yang terjadi karena perbedaan kepentingan di antara keduanya. Para buruh menginginkan upah yang memadai, sedangkan pengusaha menginginkan pendapatan yang besar untuk dinikmati sendiri dan memperbesar bidang serta volume usaha mereka.
4) Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.
Perubahan adalah sesuatu yang lazim dan wajar terjadi, tetapi jika perubahan itu berlangsung cepat atau bahkan mendadak, perubahan tersebut dapat memicu terjadinya konflik sosial. Misalnya, pada masyarakat pedesaan yang mengalami proses industrialisasi yang mendadak akan memunculkan konflik sosial sebab nilai-nilai lama pada masyarakat tradisional yang biasanya bercorak pertanian secara cepat berubah menjadi nilai-nilai masyarakat industri. Nilai-nilai yang berubah itu seperti nilai kegotongroyongan berganti menjadi nilai kontrak kerja dengan upah yang disesuaikan menurut jenis pekerjaannya. Hubungan kekerabatan bergeser menjadi hubungan struktural yang disusun dalam organisasi formal perusahaan. Nilai-nilai kebersamaan berubah menjadi individualis dan nilai-nilai tentang pemanfaatan waktu yang cenderung tidak ketat berubah menjadi pembagian waktu yang tegas seperti jadwal kerja dan istirahat dalam dunia industri. Perubahan-perubahan ini, jika terjadi seara cepat atau mendadak, akan membuat kegoncangan proses-proses sosial di masyarakat, bahkan akan terjadi upaya penolakan terhadap semua bentuk perubahan karena dianggap mengacaukan tatanan kehiodupan masyarakat yang telah ada.
d) Jenis-jenis konflik
Menurut Dahrendorf, konflik dibedakan menjadi 4 macam :
• konflik antara atau dalam peran sosial (intrapribadi), misalnya antara peranan-peranan dalam keluarga atau profesi (konflik peran (role))
• Konflik antara kelompok-kelompok sosial (antar keluarga, antar gank).
• Konflik kelompok terorganisir dan tidak terorganisir (polisi melawan massa).
• Koonflik antar satuan nasional (kampanye, perang saudara)
• Konflik antar atau tidak antar agama
• Konflik antar politik.
e) Akibat konflik
Hasil dari sebuah konflik adalah sebagai berikut :
• meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok (ingroup) yang mengalami konflik dengan kelompok lain.
• keretakan hubungan antar kelompok yang bertikai.
• perubahan kepribadian pada individu, misalnya timbulnya rasa dendam, benci, saling curiga dll.
• kerusakan harta benda dan hilangnya jiwa manusia.
• dominasi bahkan penaklukan salah satu pihak yang terlibat dalam konflik.
Para pakar teori telah mengklaim bahwa pihak-pihak yang berkonflik dapat memghasilkan respon terhadap konflik menurut sebuah skema dua-dimensi; pengertian terhadap hasil tujuan kita dan pengertian terhadap hasil tujuan pihak lainnya. Skema ini akan menghasilkan hipotesa sebagai berikut:
• Pengertian yang tinggi untuk hasil kedua belah pihak akan menghasilkan percobaan untuk mencari jalan keluar yang terbaik.
• Pengertian yang tinggi untuk hasil kita sendiri hanya akan menghasilkan percobaan untuk "memenangkan" konflik.
• Pengertian yang tinggi untuk hasil pihak lain hanya akan menghasilkan percobaan yang memberikan "kemenangan" konflik bagi pihak tersebut.
• Tiada pengertian untuk kedua belah pihak akan menghasilkan percobaan untuk menghindari konflik.
Sabtu, 14 Januari 2012
Ikhwan (Pria) sejati (-"_"-) *
Ikhwan sejati bukan dilihat dari suaranya yang lantang,tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran.
Ikhwan sejati bukan dilihat dari jumlah sahabat disekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa.
Ikhwan
sejati bukan dilihat dari bagaimana dia dihormati di tempat
kerja,tetapi bagaimana dia dihormati di dalam rumah oleh anggota
keluarganya.
Ikhwan sejati bukan dilihat dari kerasnya pukulan,tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan.
Ikhwan sejati bukan dilihat dari dadanya yang bidang,tetapi dari hati yang ada di balik itu.
Ikhwan
sejati bukan dilihat dari banyaknya akhwat/wanita yang memujanya,tetapi
dari komitmen terhadap akhwat/ wanita yang dicintainya.
Ikhwan sejati bukan dilihat dari jumlah barbel yang di bebankan,tetapi dari tabahnya dia menghadapi lika-liku kehidupan.
Ikhwan sejati bukan dilihat dari kerasnya dia membaca AL-QUR'AN,tetapi dari konsistennya menjalankan apa yang dia baca.
Jumat, 13 Januari 2012
HarapanKu
Bissmillahirahmanirrahiim...
Ya Allah.... Aku berdoa dan berharap untuk seorang pria yang menjadi bagian hidupku Seorang pria yang sungguh mencintaiMU lebih dari segala sesuatu Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri, tetapi untukMU Dan mengetahui bagi siapa dan untuk siapa dia hidup Sehingga hidupnya tidaklah sia sia dan otaknyapun cerdas Seorang yang tidak hanya sekedar memujaku, namun dia dapat juga menasehatiku bila ku berbuat salah atau khilap Seorang pria yang mencintaiku bukan karena kecantikanku, tetapi karna hatiku Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaiku dalam tiap waktu dan situasi Seorang pria yang dapat me,buatku merasa di hargai sebagai seorang wanita kala berada di sisinya Aku tidak meminta seorang pria yang sempurna Namun aku meminta seorang pria yang tidak sempurna, sehingga aku dapat membuatnya sempurna di mataMU Ya Allah... Buatlah aku menjadi seorang wanita yang dapat membuat seorang laki-laki bahagia Berikanlah aku sebuah hati, hati yang sungguh mencintaiMU sehingga aku dapat mencintainya dengan cintaMU Bukan mencintainya dengan sekedar cintaku Berikanlah aku mataMU sehingga aku dapat melihat banyak hal dalam dirinya Berikanlah aku mulutMU yang penuh dengan kata kata bijak dan pemberi semangat Sehingga aku selalu dapat mendukungnya setiap hari Berikanlah aku bibirMU dan aku akan selalu tersenyum kepadanya Kami bersyukur kepadaMU yang telah mempertemukan kami Telah memberi kami seorang yang dapat melengkapi hidup kami pada waktu yang tepat Yang akan membuat segalanya indah pada waktunya yang telah Engkau tentukan.
Jumat, 06 Januari 2012
Informasi Pendaftaran Mahasiswa Baru Jalur PMDP
Berikut ini kami sampaikan Formulir Pendaftaran Sipenmaru Jalur PMDP (Penelusuran Minat Dan Prestasi) Poltekkes Kemenkes Yogyakarta TA. 2012/2013. Sipenmaru Jalur PMDP hanya terbuka bagi calon mhs baru Program Studi Diploma III Gizi, Keperawatan Gigi dan Kesehatan Lingkungan.
A. Maksud dan tujuan
Memberi kemudahan bagi siswa SMA/MAN Jurusan IPA dan lulusan yang berprestasi menjadi mahasiswa baru Poltekkes Kemenkes Yogyakarta atau calon tenaga ahli Madya Kesehatan tanpa tes tertulis pada :
a. Jurusan Gizi
b. Jurusan Kesehatan Gigi dan
c. Jurusan Kesehatan Lingkungan
Langganan:
Postingan (Atom)